[163] Mekar


10729437_840038002694612_2096081506_n

Ada suatu harapan besar dalam diriku, suatu ketika diri ini akan mekar bersama dengan cuindcraft. Menuai yang indah dan halal dari-Nya. Semoga Allah senantiasa ridha.

Cruel bros, begitulah kami menyebutnya. Bros yang berbahan dasar pita satin 1 inchi, dipadankan dengan kain flanel, lem, serta peniti. Diameternya sekitar 4-6 cm. Harga jualnya 8.000 rupiah. Cruel bros ini seringkali dibuat saat malam tiba, ataupun saat hari libur kerja. Yaaa, karena kami masih bekerja di ‘luar’ rumah.  Meskipun, terkesan dikerjakan di jam yang tak beraturan, kami terus bersemangat untuk mengerjakan cruel bros dengan penuh cinta.

1390305_887761487908500_1847520273_n

Masih ingat, dulu, pas awal-awal buat, bentuknya pun masih banyak kekurangan. Meskipun hasil yang sekarang juga masih banyak kekurangan, setidaknya lebih baik dari yang dulu-dulu. Selalu ada pelajaran baru dalam setiap mengerjakan. Oooo ternyata begini, ternyata begitu.

Satu-dua-tiga, … dan kesekian kalinya jari-jari ku sering tertusuk jarum dalam proses pembuatannya, berdarah sedikit. Setiap itu pula, suamiku mengatakan, ‘hati-hati…..dan semua nasehatnya yang hampir aku hafal urutan kata-katanya.’ Yang paling sering menjadi korban adalah jari tengahku di tangan kanan, yaaaa, karena ia termasuk kategori jari yang paling berperan besar dalam membuat cruel bros. Sakit saat tertusuk? Tidak juga. Rasanya menyenangkan. Menikmati setiap proses hingga bisa melihat mekarnya sang cruel bros.

10706923_1707227426169659_729047474_n

Oh ya, hasil akhir dari cruel bros, dalam artian rapi atau tidaknya, bergantung pula pada mood yang ada dalam diri. Kalau mengerjakannya dengan penuh senyuman, biasanya hasilnya pun memuaskan, begitu pula sebaliknya. Ikhlas. Dengan penuh harapan, kepada seseorang yang nantinya akan memakai cruel bros akan bahagia.

10725147_1564407980449806_1417526283_n

Hari ini, dimana 25 tahun yang lalu aku dilahirkan. Hari ini, dimana 14 tahun yang lalu Doddy Afrizal dilahirkan. ‘Segala puji hanya bagi-Mu ya Rabb’

Sesungguhnya semua hari adalah spesial dari Allah, tidak hanya hari ini. Bersyukur bisa disampaikan Allah ke usia ini, dan tidak hanya hari ini seharusnya bersyukur, setiap hari haruslah diri ini bersyukur. Tak ada lilin, tak ada kue, karena Rosulullah pun tidak melakukannya. Semoga Allah ampunkan dosa-dosa yang lalu, yang pernah salah kaprah dalam mengartikan hari kelahiran. Oh ya, kami juga berkomitmen apabila ada yang memesan cruel bros untuk perayaan ulang tahun, kami akan menolaknya, meskipun itu terkesan ‘menguntungkan’ dari kacamata duniawi. Kalau order cruel bros untuk walimah, kami akan sangat bersemangat untuk menyambutnya, bahkan ada diskon khusus.

10731479_294285214094906_1619366600_n

Kepada suamiku, terimakasih untuk kesetiaan dan ketulusannya selama ini. Allah telah kirimkan engkau untuk menjadi pendamping yang begitu ‘baik’ padaku, dengan segala kekuranganku, kecerobohanku, kekanak-kanakanku, kepolosanku, dll.

Kepada adikku Lia, Yulia Nur Atriksa yang kini sedang menempuh D3 akuntansi di STAN, terimakasih untuk do’anya di video yang telah dibuat. Beberapa kali airmata ini menetes melihat video itu, banyak kenangan indah di foto-foto itu. Rindu kamu, rindu Doddy, Pak’e, Mak’e, Biyung, dan Pak Tuwo yang telah dipanggil Allah terlebih dahulu, terimakasih banyak untuk do’a tulusmu Ya. Maaf ya, mbak Indri nggak bisa terlalu komen banyak tentang video itu, karena memang semua hari adalah baik, semua hari adalah spesial dari Allah, hari Jum’at, hari Arafah, Lailatul Qadar, 10 hari di bulan Dzulhijah, dll. Seperti halnya bulan terbaik dalam 1 tahun adalah bulan Ramadhan. Itulah alasan kami menghapus identitas tentang tanggal lahir di facebook, sebagai bentuk usaha agar tak ada remainder, yang akan membuka orang lain mengucapkannya. Saling mendo’akan di setiap waktu, tak hanya di hari kelahiran. Senantiasa berbagi dalam setiap kesempatan. Traktir sesuatu bukan karena hari lahir, tapi kapan pun bisa, dan alasannya adalah Karena Allah. Karena Allah pun mengajarkan indahnya berbagi tak tak hidup pelit.

10724176_554208321347331_2061882449_n

Kepada adikku Doddy, yang terlahir di tanggal dan bulan yang sama denganku, yakinlah bahwa ini semua adalah rekayasa dari Allah. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini. Semua terjadi atas kehendak-Nya, termasuk ketika kita terlahir di tanggal dan bulan yang sama persis. Tak ada lagi ucapan atau yang lainnya untukmu. Selalu mendo’akan di setiap waktu, setelah shalat, diantara adzan dan iqomah, sebelum berbuka puasa, di hari Arafah, di hari Jum’at, dll. Sepanjang hari, sepanjang waktu adalah kebaikan dari Allah. Semoga diri ini senantiasa dibimbing ke jalanNya yang lurus.

//

[162] Jomblo, Mari Menyiapkan Pernikahan dengan Matang


10731964_1517659241785073_952492187_n

Maha Besar Allah yang telah menciptakan rasa kasih dan sayang, yang telah menciptakan manusia berpasang-pasangan, yang telah meniupkan rasa cinta ke setiap qalbu insan. Tak bisa dipungkiri, awal mula dari adanya suatu ikatan keluarga adalah dimulai dari adanya rasa cinta. Ibarat suatu kendaraan, cinta merupakan bahan bakar yang menjamin kendaraan ini mampu tetap bergerak. Membicarakannya memang tidak akan ada habisnya, selalu menarik untuk dibahas, apalagi kalau sedang merasakannya…hemm….

Pernikahan merupakan sesuatu yang diingini oleh setiap orang. Suatu ikatan suci yang mampu merubah yang haram menjadi halal, sebuah hubungan saling menguntungkan antara dua insan dalam mencapai kebahagiaan. Sebuah bahtera yang mampu mengarungi samudra luas kehidupan menuju pulau cinta-Nya hingga mampu mencapai pelabuhan Jannah. Sesuatu yang menjadi tujuan hidup setiap insan.

Pernikahan bisa saja dilakukan oleh setiap orang dengan berbagai tujuan. Jangan sampai tujuan melakukan pernikahan hanya untuk memenuhi hasrat akan syahwat dalam diri saja. Karena jika hal ini saja yang menjadikan alasan melakukan pernikahan maka tidak akan berbeda jauh dengan perilaku para hewan.  Pernikahan seharusnya memiliki tujuan yang lebih mulia, menjadikan setiap hal yang dilakukan di dalamnya dapat terus menambah nilai kebaikan di hadapan Allah. Sehingga merancang suatu pernikahan yang barokah merupakan suatu tujuan yang seharusnya dikejar.

Menyiapkan suatu pernikahan yang barokah harus dimulai dari sebelum pernikahan dilakukan. Diantara hal yang menjadikan suatu pernikahan tidak berkah adalah ketika syahwat yang mendahului dan ketika syariat diinjak-injak. Ketika suatu pernikahan sebelumnya diawali dengan perbuatan-perbuatan yang melanggar syariat-Nya maka keberkahan dalam pernikahan akan menjadi lebih sulit untuk diperoleh. Sebagai contoh, ketika pernikahan diawali dengan proses pacaran yang nyata-nyatanya dilarang, yang ternyata di dalamnya banyak kejadian-kejadian yang seharusnya tidak boleh dilakukan, seperti saling berpegangan tangan, berduaan dan perbuatan lainnya yang mendekati perzinaan maka bisa jadi ini adalah awal dari ketidakberkahan dalam pernikahan. Ketika sudah terjadi? maka lekaslah bertaubat dan menjaga diri agar tidak lagi melanggar batasan yang telah ditetapkan kemudian segera menyegerakan.

Sebaliknya, jalan yang dapat ditempuh agar mendapat pernikahan yang barokah adalah dengan terlebih dahulu memulai dengan jalan yang syar’i, tanpa melalui pacaran tapi dengan ta’aruf yang dilandasi dengan rasa cinta kepada Allah. Dengan tetap menjaga kesucian diri dan terus meminta kepada Allah. Suatu pernikahan yang barokah adalah suatu pernikahan yang dilandasi dengan sikap Tauhid yang benar. Bahwa segala sesuatu telah ditakdirkan atas kehendak Allah.

Pernikahan yang diawali dengan niatan dan perbuatan yang baik disertai langkah nyata mengejar apa yang diridho-Nya akan melahirkan keluarga yang barokah, yang berlandaskan atas syariat-Nya. Menjadi keluarga penghasil anak-anak sholeh yang mampu menegakkan syariat-Nya dalam kehidupan, yang tak pernah lepas dari Qur’an dan mengingat-Nya. Keluarga yang bukan saja hanya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah warahmah, tapi sebuah KELUARGA DAKWAH yang tangguh dan kokoh. Keluarga yang lahir dan mempraktekan nilai-nilai Qur’an dalam kehidupan rumah tangga. Menjadi keluarga penghafal Qur’an dan mengambil nilai Qur’ani dalam setiap langkah. Keluarga yang dibentuk berlandaskan atas rasa cinta pada Allah yang kemudian mampu menjadi madrasah kehidupan untuk meniti bekal ke jannah-Nya.

Keluarga DaSaMaRa. Keluarga Dakwah yang Sakinah, Mawaddah Warahmah. Ini seharusnya yang menjadi visi pernikahan kita.

Jomblo?

Salah satu perkataan Ust. Bachtiar Nasir yang cukup terekam kuat di memoriku ketika seminar APWA adalah tentang rahasia mencari jodoh bagi para jomblo. Ada dua rahasia yang sebaiknya kita lakukan dalam mencari jodoh, yang pertama adalah tetap menjaga kesucian diri dan yang kedua adalah mintalah kepada Allah.

Yang harus menjadi catatan penting dan pegangan untuk kita para jomblo dalam menanti jodoh adalah bahwa Allah telah menyiapkan untuk kita jodoh masing-masing. Karena manusia telah diwajibkan oleh Allah untuk berpasang-pasangan. Kita hanya perlu berpikir positif kepada Allah, berkhuznudzon bahwa Allah akan memberikan jodoh yang terbaik untuk kita, tentu saja diikuti dengan sikap nyata menjaga kesucian diri dan terus berdoa serta berusaha. Semakin besar sikap khuznudzon kita kepada Allah tentang jodoh kita maka akan semakin Allah dekatkan dia untuk kita. Dan jika waktunya sudah tiba maka kita akan dipertemukan dengan jodoh kita oleh Nya yang kemudian akhirnya bisa menjalani hidup dengannya. Seseorang yang telah Allah takdirkan menjadi bagian dari kehidupan kita.

Dimana mencari Jodoh?

Sebuah kajian dari Ustadz Yusuf Mansur yang senantiasa terngiang dalam ingatanku adalah perihal rahasia mencari jodoh. Kalau kita ingin mencari jodoh paling tepat adalah di pabriknya jodoh. Dimana itu? Allah. Di seperdua malam, di sepertiga malam.

Dalam kajian itu Ustadz juga mengilustrasikan kurang lebih seperti ini, “Nak, sekarang Ibu tahu, kenapa kita sudah pasang iklan di 17 koran, kamu belum juga ketemu jodohmu. Sebab kita salah nyari Nak, kita nyarinya di jalan, seharusnya nyarinya ke Allah.”

Yuk kita cari jodoh di pabriknya jodoh.

(tulisan ini sebagian besar bersumber dari tulisan suami saya di sini, untuk sahabat semuanya yang ingin mempersiapkan pernikahan atau masih abu-abu tentang pernikahan silakan berkunjung ke http://apwa.wordpress.com/. Semoga bermanfaat, semoga semua yang membaca tulisan ini dan belum jua dipertemukan dengan jodohnya, semoga dimudahkan oleh Allah untuk menggapai pernikahan yang barokah, aamiin)

Semoga bermanfaat

//

[161] Apa Sih Bahagia itu?


10665587_1490446044559148_1080744448_n

Apa sih bahagia itu? Ketika bergelimang harta kah? Kalau begitu orang miskin tidak berhak untuk bahagia dong. Banyak kok ditemui di lapangan , orang yang kaya malah tidak bahagia. Dan banyak orang miskin yang bahagia dengan kesederhanaan yang mereka miliki. Kalau begitu apa ya bahagia itu?

Oh ya, kalau begitu aku ubah pertanyaannya. Siapa sih yang disebut sebagai orang yang bahagia? Ehmmm, siapa yaa… Presiden kah? Aku rasa, menjadi presiden juga ada kalanya sedih, sekuat dan sehebat apapun presiden itu, selengkap apapun fasilitas yang ia punya. Suatu ketika, preseiden sangat bahagia, tapi ia akan tetap merasakan apa yang disebut dengan kesedihan, kehilangan orang-orang tersayang karena meninggal dunia, memikirkan masalah negara yang kompleks, atau yang lainnya.

Yaaaa, karena tidak mungkin seseorang itu bahagia selamanya.

Tentang kisah sebuah gelas yang berisi air setengahnya, gelas itu dibawa oleh seorang motivator. Lantas ia melemparkan pertanyaan di tengah forum untuk mengetahui cara pandang seseorang apakah tipe yang positif thingking atau negatif thingking. Tentang bagaimana seseorang itu memandang gelas itu, apakah separuh kosong atau separuh isi. Kalau menjawab separuh kosong berarti tipe orang yang pesimis, kalau separuh isi artinya tipe orang yang optimis. Ehmmm, aku tidak akan membahas hal ini lebih jauh.

Mari kita beranjak ke sisi lain dari gelas berisi setengah air itu. Beratkan apabila kita memegang gelas itu selama satu menit? Mungkin, kita masih mampu, memegang gelas yang isinya kurang dari 250 ml? Tapi, bagaimana kalau kita memegang gelas itu selama satu jam? Dua jam? Atau satu hari penuh? Berat nggak? Yaaa tentu berat, capek, lelah.

Beban-beban hidup seperti gelas itu, bukan berapa beratnya, tapi berapa lama kita memegang beban ini dalam hidup kita.

Jadi apa sebenarnya bahagia itu?

Tentang psikologi islam vs psikologi konvensional. Perbedaan mendasar antara psikologi islam dan konvensional adalah dalam mendefinisikan puncak kemuliaan/keberhasilan hidup. Ketahuhilah bahwa, psikologi konvensional selalu menjadikan happiness/kebahagiaan itu sebagai puncak keberhasilan hidup. Tapi di dalam islam, apabila kita ingin sampai pada kemuliaan hidup, tidak sampai pada yang namanya happiness saja, tapi dengan mencapai ridhanya Allah.  Sebab kebahagiaan itu bisa hilang, karena tidak mungkin seseoorang itu bahagaia seterusnya, tidak mungkin. Ada yang namanya kehilangan, perpisahan, kekalahan, sakit, ketidakmampuan, dan sebagainya.

Jadi, kalau kita menempatkan happiness sebagai puncak atau tujuan dalam hidup, maksimal kebahagiaan yang akan kita peroleh berkisar antara 50 persen saja. Sebab tidak bisa kita bahagia selamanya.

Sesuai dengan firman Allah dalam qur’an surah Ad Dhuha, yang salah satunya bercerita tentang Rosulullah, yang juga pernah merasakan apa yang disebut kehilangan dan perpisahan. Lebih dalam lagi tentang tadabbur surah Ad Dhuha silakan didengarkan dari Ustadz langsung ya.

Tapi Rosulullah, justru damai hidupnya, dan menghantarkan umat manusia ke dalam syurga Allah.

Jadi, ketika kita ingin mendapatkan kemuliaan hidup, bukan hanya dengan kebahagiaan semata, tetapi kita harus berusaha mencapai ridha dari Allah.

Bahagia itu adalah ketika apa yang kita inginkan tercapai, dan kita akan mencapai puncak kebahagiaan apabila apa yang kita peroleh lebih dari apa yang kita inginkan. Dan, yang bisa memberikan itu semua hanyalah Allah.

Lebih dari itu, adalah kondisi well-being, ketika seseorang dimampukan Allah untuk memiliki ilmu kemudian semakin ia tawadu’, dengan bertambahnya harta ia semakin dermawan dan meningkatkan silahturahim, semakin populer maka ia semakin memasyakarat.

Lebih dari itu, kemuliaan hidup akan kita peroleh apabila kita senantiasa ridha akan ketetapan Allah. Senantiasa mengucapkan, ‘alhamdulillah’, baik dalam kerberkahan rezeki maupun sedang dalam ujian dari Allah.

Ridha itu apa?

Ridha itu adalah ketika kita menginginkan sesuatu yang sesuai dengan keinginan Allah, atau kita berusaha untuk menyetarakan antara kehendak Allah dengan keinginan kita. Bahasa halusnya, apa yang kita cari di dunia ini bukan harus selalu yang kita inginkan, karena tidak tepat kalau hidup itu suka-suka gue, tapi suka-suka Allah.

Ketika kita ridha dengan setiap ketetapan yang telah Allah berikan, in syaaAllah, kita akan menemukan apa itu kemuliaan hidup. Baik ketika mendapatkan rezeki maupun sedang ditimpa musibah. Karena kita ridha, dan kita yakin bahwa itulah yang terbaik yang Allah berikan. Karena, belum tentu yang kita inginkan itu, yang terlihat indah itu, memang benar indah adanya.

Semoga Allah senantiasa ridha kepada kita. Hingga kita dimampukan mencapai puncak kebahagiaan itu, dalam syurga Allah…

 –mohon maaf kalau tulisan saya kurang pas, dan masih banyak kekurangan, karena keterbatasan ilmu yang saya miliki. Tulisan ini bersumber dari salah satu video ngaji yang saya download dari Ust.Bachtiar Nasir. Semoga bermanfaat–

[160] Pulau Saronde


Beberapa bulan yang lalu, saya dan suami diberi kesempatan oleh Allah untuk berkunjung ke salah satu pulau di Provinsi Gorontalo, tepatnya di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), namanya Pulau Saronde. Dari pelabuhan Kwandang Gorut, kami menaiki perahu kecil, namanya Katinting untuk menuju Pulau Saronde. Sepertinya sih, masih ada satu lagi mode transportasi yaitu Taxi Saronde, tapi katanya, sedang ‘tidak beroperasi’. Jadilah kami menaiki Katinting. Ini dia penampakannya. Oh ya, kami membayar 200.000 rupiah untuk pulang-pergi, katanya sih bisa 40an ribu per orang untuk pulang-pergi, kalau ada temennya rame-rame, 1 katinting untuk 10 orang. Tapi karena kami hanya berdua, jadilah seperti perahunya di sewa gitu.

OLYMPUS DIGITAL CAMERAOLYMPUS DIGITAL CAMERA(Tampak Pulau Saronde, foto ini diambil saat perjalanan berangkat, karena ombak cukup tenang, saya masih berani ambil foto sana-sini, cerita ini itu. Saat perjalanan pulang, jangankan mengambil gambar,…)

Di dalam perahu itu, saya banyak berdo’a pada Allah. Pengalaman yang sangat berharga bagi saya, Alhamdulillah, Allah ingatkan saya kembali akan kematian, dan juga tentang kiamat.

Suasana yang cukup ekstrim waktu itu. Perahunya kecil, seharusnya perahu kecil ini bisa menampung sekitar 10 penumpang. Namun, saat itu hanya saya, suami, dan bapak yang mengendarai perahu, jadilah perahu ini kurang stabil. Saat keberangkatan ombak cukup bersahabat, karena masih pagi. Naaah, saat penyeberangan pulang, masyaaAllah, ombak membuat kami sekejab hemat bicara, tidak ngobrol ini itu, hanya sesekali saya bertanya, “Mas, ini lautnya dangkal kan?”. Selebihnya kami khusyu’ berdzikir kepada Allah. Dan saya baru sadar saat berada di tengah laut lengkap dengan ayunan ombak, di perahu ini tidak terlihat ada pelampung’. Saya tengok ke belakang, nihil. Saya hanya diam, menyimpan pertanyaan itu “nggak ada pelampung ya”. Di atas perahu itu, saya berusaha memutar memori, akan dosa-dosa, khilaf, kemalasan yang masih saja dipelihara, dll. Saya pun sangat bersyukur, Allah memberikan ‘kesempatan’ kepada saya untuk bermuhasabah di atas perahu kecil, di laut ciptaan-Nya, menyeberang kurang lebih 45 menit.

Ingat ayat-ayat dalam Al Qur’an tentang, “bumi yang digulung”, “saat laut dihancurluluhkan sehancur-hancurnya”.

Dibalik hikmah yang kami dapatkan, kami juga disuguhkan Allah dengan panorama Pulau Saronde yang begitu memukau. Laut yang begitu bening, biota laut yang menakjubkan, pasir putih yang mempesona, perpaduan warna langit-air laut-sinar matahari yang begitu elok dan memukau.

Dengan menggunakan kamera seadanya, ini dia salah satu cuplikannya. Lebih indah aslinya daripada foto-fotonya. Bener deh :)

10369536_492736670858371_10507055_n(Bening banget kan airnya. Ikan-ikan berlari kesana kemari, dengan indahnya. Oh ya, yang ada beberapa cottage di Pulau ini. Sengaja disediakan untuk para pengunjung yang ingin menginap, melihat sunrise atau sunset. Di foto ini, ada cottage yang berada di atas laut. Tahun 2014, harga menginap untuk 1 malam sekitar 250.000 rupiah, bisa untuk 2 orang, kayaknya sih begitu. Saya juga kurang tahu hehe)

10362179_744182192271230_1756468027_n(Kalau ini cottage yang berada di atas daratan Pulau Saronde)

10449055_1430194383913298_1481062025_n(dermaga)

925277_1482469848636777_975073389_n(Di bagian tepi Pulau Saronde yang berbatasan dengan air laut, ada yang berupa hamparan pasir putih. Ada juga sebagian yang berupa batu-batu, ada juga yang bati-batu berpasir.)

 10004164_1440300122886875_1418326067_n(tenda ini entah namanya apa, hehe)

Itulah tadi sekelumit cerita kami tentang Pulau Saronde. Karena berbagai keterbatasan kami, kami hanya bisa mengambil foto seadanya. Bagi sahabat yang ingin tahu lebih banyak tentang Pulau Saronde serta melihat postingan teman-teman lain yang lebih amboi bisa via googling, heee. Klik aja di sini.

Semoga bermanfaat :)

[159] Jatuh Cinta


10608029_266497776880733_1433744610_n

Menaruh rasa ‘suka’ kepada seseorang, tanpa seseorang itu tahu. Memperhatikan seseorang, tanpa seseorang itu menyadari. Meletakkan rasa ‘cinta’, tanpa seseorang itu….

Apa yang sebaiknya aku lakukan. Aku masih berstatus mahasiswi, dengan ‘rule’ tidak boleh menikah sebelum lulus kuliah. Ahhh, aku rasa itu alasan klasik. Pertanyaan yang lebih mendasar dan pantas untuk dipertanyakan adalah, emangnya ‘seseorang’ itu juga mempunyai rasa seperti yang aku rasakan?

Sejauh ini aku hanya bisa menyimpan rasa ini rapat-rapat. Bahkan sahabat dekatku pun, belum tahu kalau aku menaruh rasa pada ‘pria pendiam’ itu. Meskipun, akhir-akhir ini sahabatku sudah menebak-nebak, karena aku yang suka terlihat grogri banget, kalau ketemu atau ada acara bareng dengan ‘pria pendiam’ itu.

Aku tahu ini salah. Meletakkan rasa kepada seseorang yang belum sah menjadi suami. Tapiiii, aku juga tak tahu bagaimana asal mula rasa ini datang. Bukan aku yang meminta rasa ini datang. Bukan aku yang meminta kepada hatiku, agar hatiku suka padanya. Semuanya datang dengan sendirinya. Bahkan bisa dibilang aku pun terlambat menyadari, kalau aku telah jatuh cinta padanya.

Aku juga tak sengaja mengenal pria itu. Tiba-tiba saja ia muncul dan menjadi teman sekelasku. Yang lebih membuatku gemes, di tengah perjalanan semester, ia juga yang menjadi ketua kelas. Masya Allah. Berdesir, rasanya hati ini ketika seringkali mendengar ‘pidato’ ketua kelas itu. Yang selalu terstruktur, rapi, sopan, tenang, dan rendah diri. Kalimat-kalimat bijak yang senantiasa terlontar dari sosok pria pendiam itu. Yaaa, aku percaya semua yang aku anggap tidak sengaja itu, adalah skenario dari Allah, atas kehendak Allah, dan tentu karena campur tangan Allah.

Ok, kita kembali ke akar masalahnya. Jadi, aku semakin merasa kesulitan untuk menutupi rasa ini. Bahkan, aku rasa ia pun mulai menyadarinya. Menyadari kalau aku menitipkan rasa itu, mungkin. 

Semakin hari, rasa ini semakin menjadi-jadi. Ia yang terus terbayang. Terus berlalu lalang dalam pikiran, tanpa aku minta.

Aku terus berdoa pada Allah. Meminta kepada Dia Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu. Allah lah yang telah memberikan rasa ini, kepada Allah jua lah, semestinya aku berserah diri. Memohon kepada Nya, solusi akan perkara hati ini.

Aku masih ingat kejadian itu, sewaktu aku hendak pergi ke kampus. Sendirian, dengan berjalan kaki. Sampailah aku di lampu merah depan kampus, ceritanya ingin nyebrang. Tiba-tiba saja ia muncul dari arah yang berlawanan dari tempat aku berdiri. Menaiki sepeda merah dengan ransel hitam yang berbentuk kotak  itu. Ditambah deburan angin, menyapu rambut hitam yang lurus dengan penuh pesona itu. MasyaaAllah, hati ini berdebar tak karuan. Bisa diprediksi, beberapa detik lagi, aku akan berpapasan dengan sosok itu. Sepandai-pandainya aku menyembunyikan pandangan dengan terus menunduk, sepandai-pandainya aku menutupi segala kegrogianku, tapi tetap saja aku terlihat grogi.

Yaaaap, kami berpapasan. Senyum ringan dengan penuh basa-basi. Lantas, ia berlalu dengan begitu santai dan tenang. Ya Rabb…

Ia berlalu, dan aku pun masih sibuk menata hatiku…

….

_catatan hati untuk suamiku, betapa aku mencintaimu, terimakasih cintaa_

//

[158] Jurus Mengelola Cemburu


Berkaitan dengan postingan saya sebelumnya tentang Cemburu itu Perintah Allah, maka di sini akan saya paparkan terkait Jurus Mengelola Cemburu. Barangkali ada banyak lagi jurus yang bisa meredam api cemburu, yang tidak tertulis di tulisan saya ini, berkaitan dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki.

Rasa cemburu (ghirah) adalah fitrah yang Allah tanamkan dalam hati orang yang beriman untuk menjaga martabat keimanan dan kehormatan dirinya. Rasa cemburu (ghirah) yang kita rasakan adalah bukti cinta kepada suami dan perkara normal bagi seorang wanita. Namun, rasa cemburu yang awalnya mulia bisa berubah menjadi hina bagi pelakunya jika direalisasikan dengan menzalimi diri sendiri atau orang lain. Rasa cemburu yang awalnya mulia bisa berubah menjadi hina bagi pelakunya jika direalisasikan dengan menzalimi diri sendiri atau orang lain. Jadi bagaimana agar cemburu kita di ridhai Allah?

  1. Jangan terlalu berprasangka buruk kepada pasangan. Karena dapat membuat diri kita berada dalam dunia khayalan, suamiku sedang apa ya, dengan siapa ya, jangan-jangan suamiku sering komunikasi dengan si fulana, jangan-jangan suamiku pernah makan siang dengan fulana, dll. Hindari berprasangka buruk, karena Allah sesuai prasangka hamba-Nya. Dan prasangka buruk itu sebagian besar datang dari iblis. Percayalah! Jika prasangka kita baik kepada pada Allah dan suami, kebaikan pull ah yang akan terjadi. Namun, jika kita berprasangka negative, artinya kita sudah tertimpa musibah, sebelum datangnya musibah. Jodoh ini adalah takdir baik dari Allah, maka jangan pernah sangsikan akan datangnya kebaikan jika sudah ikhlas menerima takdir-takdir-Nya.
  2. Jangan mencoba untuk membuka ruang. Suami/istri jangan melakukan perbuatan yang mengundang cemburu pasangannya, baik dengan komunikasi verbal atau pun yang lain. Saudariku, jangan pernah menceritakan kecantikan wanita lain kepada suamimu. Karena hal itu sangat dilarang oleh Rosulullah. Sifat laki-laki tentu berbeda-beda, dan bisa jadi apabila kita menceritakan kecantikan wanita lain akan mengakibatkan sang suami terbayang lebih dari yang istri ceritakan. Begitu juga sebaliknya, janganlah seorang suami memuji wanita lain di depan istrinya, ini sangat-sangat dilarang oleh Rosulullah. Perlu koreksi diri, jangan sampai diri sendirilah yang telah membuka ruang.
  3. Menjadi pribadi yang lebih memahami dan percaya terhadap pasangan. Seperti yang telah dikupas di awal bahwa suami pun akan merasa risih ketika diperlakukan layaknya ‘anak kecil’. Letakkan kepercayaan pada suami, dan jangan alih tugas malaikat. Namun, jangan juga terlalu berlaku cuek, berusaha menjadi pribadi yang lebih memahami pasangan. Belajar untuk memperhatikan, jangan terus-terusan ingin diperhatikan.
  4. Banyak berinteraksi dengan Al Qur’an, dengan tilawah, menghafal, mentadabburi, dll.
  5. Redam api cemburu dan amarah dengan memohon perlindungan Allah (berta’awwudz) sehingga tertutup pintu setan untuk memasukkan rasa was-was dalam pikiran dan hati kita. Alihkan pikiran kepada ketaatan dan kebajikan yang mendatangkan manfaat.
  6. Yakin bahwa semua benda adalah milik Allah. Suami adalah amanah istri, sang istri adalah amanah suami. Apabila kita hendak cemburu berlebihan pun, kita tidak ada kuasa terhadap diri kita sendiri. Misalkan kita sebagai wanita sering berpikir kalau kita akan sangat cemburu apabila suami kita diambil oleh orang lain, tapi kita tidak pernah berpikir bagaimana kalau Allah yang ambil? Jadi semasa kita meminjam hak-hak Allah, kita jaga adab meminjam ini baik-baik. Kalau hendak cemburu boleh, asal jangan berlebihan. Semoga kita bisa mengelola cemburu dengan baik, sehingga cemburu itu menjadi cemburu yang disukai Allah, bukan cemburu yang dibenci oleh Allah.

Ada juga postingan Obat cemburu di sini.

Semoga bermanfaat untuk Saudariku semuanya :)

Tulisan saya ini diambil dari berbagai sumber, ada yang dari video, ada yang dari tulisan guru ngaji, dan tentunya semua atas izin Allah.

[157] Cemburu Itu Perintah Allah


Cemburu itu Fitrah

Ketika seseorang menikah, maka Allah akan hadirkan perasaan ‘cemburu’, yang sebenarnya rasa cemburu ini adalah rasa memiliki, rasa kepunyaan, rasa disayangi. Yaa, perasaan cemburu adalah fitrah dari Allah. Karena cemburu adalah nikmat dalam hidup berumahtangga, dan rasa cemburu itu adalah hadiah yang diberikan oleh Allah. Jadi, tugas kita adalah merawat rasa cemburu itu, jangan sampai Allah mencabut hadiah itu dari diri kita. Maksudnya bagaimana? Adalah fitrah yang diberikan oleh Allah ketika hati kita merasa cemburu saat melihat suami berduaan dengan wanita lain. Kalau rasa cemburu telah dicabut dari diri kita, artinya hadiah dari Allah berupa cemburu itu sudah diambil oleh Allah, maka kita tidak akan peduli lagi tentang apa yang suami kita lakukan, terserah suamiku hendak berduaan dengan wanita mana, hendak berpegangan dengan siapa. Jadi, cemburu itu adalah perintah dari Allah. Jadi tidak boleh suka-suka kita, “aku memilih untuk tidak cemburu”, tidak seperti itu. Karena cemburu adalah perintah Allah.

Sa’ad bin Ubadah ra berkata: “Seandainya aku melihat seorang pria bersama istriku, niscaya aku akan menebas pria itu dengan pedang.” Rosulullah Shalallahu’alaihiwasallam bersabda: “Apakah kalian merasa heran dengan cemburunya Sa`ad? Sungguh aku lebih cemburu daripada Sa`ad dan Allah lebih cemburu daripadaku” (HR Bukhari Muslim).

Saudariku yang dirahmati Allah, dalam hadits tersebut dikisahkan ketika Sa’ad mengatakan bahwa apabila ia melihat seorang pria sedang bersama istrinya, maka Sa’ad akan menebas pria itu dengan pedang. Hingga sampailah berita itu kepada Rosulullah, kemudian Rosulullah Shalallahu’alaihiwasallam bertanya kepada para sahabat, apakah kalian heran dengan cemburunya Sa’ad? Rosulullah mengatakan, “Sungguh aku lebih cemburu daripada Sa’ad, dan Allah lebih cemburu daripadaku.

Jadi jelaslah bahwa Rosulullah pun cemburu, dan Allah pun cemburu. Apabila seorang suami mendapati istrinya sedang bersama laki-laki lain, lantas sang suami tidak cemburu, maka Allah akan sangat marah. Karena cemburu adalah perintah Allah, karena Nabi pun cemburu, karena istri Nabi pun cemburu, dan Allah juga cemburu. Karena sifat cemburu Allah inilah, maka Allah melarang perbuatan keji. Allah pun suka ketika makhluk-makhluk memuji-Nya, bahkan tidak ada yang layak mendapatkan pujian selain Allah.

Rasa cemburu adalah hadiah dari Allah. Rasa cemburu adalah rasa yang Allah hadirkan untuk menjaga sebuah ikatan pernikahan. Tetapi dengan syarat, ketika cemburu itu disebabkan karena kita melihat pasangan kita berbuat sesuatu yang melanggar perintah Allah, atau pun ke arah melanggar perintah Allah.

Contohnya, ketika ada pesan masuk ke handphone suami yang berisi kata-kata mesra dari wanita lain, kemudian sang istri mengatakan “saya tidak cemburu, ini biasa saja, itu kan kawan lamanya”. Di sinilah, Allah sangat-sangat marah. Karena cemburu adalah perintah Allah. Namun, jangan sampai cemburu itu dilampiaskan dengan cara yang tidak benar.

 Wallahu A’lam Bishawab
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.