Tadabbur Surah An-Nashr


Alam Raya adalah Al-Qur’an visual,

Al-Qur’an adalah alam dalam bentuk tulisan,

Rosululloh Muhammad SAW adalah Al-Qur’an berjalan,

Itulah rentetan kalimat dari Ust. BN yang selalu indah terpancang dalam ingatan ku. Alhamdulillah, sampai detik ini masih diizinkan-Nya untuk belajar, mentadabburi ayat-ayat Nya.

Bismillah, berikut adalah resume dari tadabbur di kelas Q-Gen Sabtu (5/5/2012), bersama ust. Umar Makka. Salah satu Ustadz favoritku, yang selalu menyulut api semangat untuk senantiasa dekat dengan Al-Qur’an.

Q-Gen (baca: Quranic Generation) adalah salah satu divisi Ar-Rahman yang terdiri dari para remaja yang memiliki ghirah terhadap Islam dan senantiasa mentadabburi al-Qur’an. Para anggota Q-Gen biasa disebut Q-Geners. Semoga bermanfaat.

Surah Kemenangan. Terdiri dari 3 ayat, tergolong surah Madaniyyah. Dan sering juga disebut sebagai surah At-Taudi’ yang berarti ‘selamat tinggal’.

Asbabun Nuzul:

Surah An-Nashr diturunkan saat peristiwa pembebasan kota Makkah (Fathu Makkah). Kenapa umat Islam di Makkah pada waktu itu disiksa? Karena jumlah mereka masih sedikit.

Ketika surah ini turun, terjadi respon yang sangat berbeda diantara para  sahabat Rosul. Ada yang merespon dengan sangat gembira, tapi ada pula yang sangat sedih.

Umar Ibnu Khatab gembira dan menyambut dengan sukacita atas turunnya surah ini. Umar menangkap bahwa turunnya surah ini sebagai tanda kemenangan yang dijanjikan Allah. Tentang berita genbira akan datangnya kemenangan yang telah dijanjikan Allah, karena setelah sebelumnya umat Islam dihina oleh kaum Quraisy. Umar sangat gembira dikarenakan Umar tahu betul bagaimana penderitaan kaum muslimin sebelumnya, dan Umar tentu sangat senang karena Allah menjanjikan kemenangan akan segera datang.

Beberapa kisah penderitaan umat muslim atas siksaan kafir Quraiys di zaman itu antara lain adalah kisah dari Ammar bin Yasir. Ammar bersama kedua orangtuanya yaitu Yasir ayahnya dan Sumaiyah ibunya disiksa dengan besi demi mempertahankan keimanannya. Mereka bertiga disiksa dengan besi panas yang sebelumnya telah dibakar sampai merah membara, kemudian besi itu dihunuskan ke dalam tubuh mereka. Pada saat itu Rosul tidak bisa berbuat apa-apa, karena belum datang pertolongan Allah (nasrullah). Kisah ini mencetak sejarah bahwa Sumaiyah adalah mujahidah pertama.

Kisah penyiksaan lain dari Bilal bin Rabah yang di siksa di atas padang pasir. Pada mulanya Bilal dipukul, kemudian dia diarak keliling Kota Makkah. Selepas itu Bilal dijemur di atas pasir ditengah panasnya matahari. Padahal suhu di Makkah tergolong panas, buktinya ada sampai sekarang, betapa panasnya kota Makkah itu. Saat itu Bilal disiksa, tidak diberikan makanan dan minuman. Ketika matahari berada tegak diatas kepala dan padang pasir panas membara, Bilal dipakaikan baju besi dan dijemur. Tubuh Bilal disebat dengan cemeti dan dadanya ditindih dengan batu besar. Namun, keimanan Bilal tidak pernah luntur, tapi malah makin bertambah.

Itulah beberapa kisah sahabat yang disiksa oleh kafir Qurays, maka wajar kalau Umar sangat gembira atas turunnya surah ini. Tetapi, ada satu sahabat yang justru malah menangis tersedu-sedu saat surah ini turun. Dialah Abu Bakar Ass-Sidiq. Abu Bakar menangkap pesan lain atas turunnya surah ini. Dibalik pesan gembira akan datangnya kemenangan, ada pesan tersembunyi yaitu agar Rosul banyak beristigfar dan bertasbih. Kenapa begitu? Karena umat manusia telah masuk islam secara berbondong-bondong, itu artinya tidak lama lagi, Rosul akan kembali kepada Allah SWT.

Tadabbur surah An-Nashr, yuk!

1. Idzaa jaa-anashrullaahi wal fath, artinya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,

2. Wa ra-aitan naasa yadkhuluuna fii diinillaahi afwaajaa, artinya: dan Engkau melihat manusia masuk ke dalam agama Allah berbondong-bondong,

3. Fa sabbih bi hamdi rabbika was taghfirhu innahuu kaana tawwaabaa, artinya: maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohon ampunlah kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

Dalam surah tersebut ada tiga janji Allah, yang tersebut dalam ayatnya, yaitu:

  1. An-Nashr: ‘pertolongan’ Allah kepada kaum muslimin dari kafir Quraisy. Spesial dalam surah ini. Kenapa? Walaupun sebelumnya telah ada kemenangan contohnya pada saat perang Badr, perang Uhud, dll tapi saat ini tidak ada Al-Fath. Apa itu Al-Fath?
  2. Al-Fath artinya ‘pertolongan’, yang dimaksud di sini adalah ditaklukkannya kota Makkah. Kenapa kota Makkah menjadi penting di sini? Karena di situ adalah kiblat kita. Coba bayangkan kalau kota Makkah tidak kita bebaskan, betapa sulitnya dan ribetnya dan sulitnya kalau kita hendak menunaikan rukun islam yang kelima.
  3. Yadkhuluu, artinya ‘masuk’. Yang dimaksud di sini adalah masuknya umat manusia berbondong-bondong untuk masuk islam.

Ayat 1: Idzaa artinya apabila, dalam konteks ini yang dimaksud adalah untuk masa depan, atau lebih dikenal dengan “future”.

Jaa-a artinya telah datang, dalam konteks ini yang dimaksud adalah untuk masa lampau, atau lebih dikenal dengan “past

Nasrullah artinya pertolongan Allah

Bagaimana maksudnya ini? Kenapa ada future tense dan ada past tense dalam 1 kalimat. Lebih jelasnya begini, bagaimana penjelasannya ada kata “apabila” dan “telah datang” dalam 1 kalimat? “Apabila-telah datang”. Maksudnya di sini adalah bahwasanya pertolongan Allah itu akan selalu datang. Yaaa, akan selalu datang. So, jangan pernah takut karena pertolongan Allah akan datang, seperti pada kisah sebelum-sebelumnya. Saat perang Badr, perang Uhud, dll. Dan pertolongan Allah akan selalu datang sampai hari kiamat nanti.

Wal fath artinya kemenangan. Seperti penjelasan sebelumnya, specialnya disini adalah ketika Allah janjikan pertolongan, Allah juga janjikan kemenangan, yaitu takluknya kota Makkah.

Ayat 2: Wa ra-aitan naasa, artinya: kamu telah melihat, past tense

yadkhuluuna, artinya: masuk

fii diinillaahi afwaajaa, artinya: ke dalam agama Allah berbondong-bondong

Hingga akhirnya umat manusia berbonding-bonding masuk Islam. Sebenarnya, kapan sih pertolongan Allah itu tiba?

  1. Ketika umat Islam berada di puncak pengorbanan harta dan nyawa
  2. Ketika umat ini beriman dengan iman yang benar
  3. Ketika umat ini melaksanakan amal shaleh
  4. Ketika umat ini memurnikan tauhid dari keruhnya syirik

Yang menjadi pertanyaan di sini, apakah umat Islam sekarang sudah ada pada posisi 4 poin di atas? Kalau belum, mari kita berusaha untuk mewujudkan, agar kemenangan segera tiba, contohnya kemenangan akan Al-Quds, agar umat Islam di Suriah tak lagi di siksa, agar umat Islam

Ayat 3: Fa sabbih bi hamdi rabbika was taghfirhu innahuu kaana tawwaabaa

Fa sabbih, artinya: maka bertasbihlah

Bi hamdi rabbika, artinya: dan memuji Tuhanmu

was taghfirhu, artinya: mohon ampunlah kepada-Nya.

innahuu kaana tawwaabaa, artinya: Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

Apa maksudnya disini? Kenapa kita diperintahkan untuk bertasbih, bertahmid, dan beristigfar? Tasbih saja ternyata tidak cukup, tapi kita juga harus bertahmid, yaitu memuji Allah baik ada atau pun tidak adanya nikmat dari-Nya. Di sinilah bedanya syukur vs tahmid. Syukur itu karena ada nikmat, tahmid ‘alhamdulillah’, baik ada atau tanpa nikmat. Kenapa kita juga harus beristigfar? Karena bisa jadi tasbih kita, syukur kita, tahmid kita tidak sesuai atau tidak sepadan dengan nikmat yang telah Allah berikan. Maka dari itu kita harus beristigfar.

So, apa poin penting yang bisa diambil?

  1. Jangan pernah putus asa dengan pertolongan Allah
  2. Jangan lalai dengan nikmat yang Allah berikan, karena bisa jadi nikmat yang Allah berikan adalah bentuk ujian dari Allah (*ini hikmah dari, kenapa Abu Bakar malah menangis tersedu-sedu ketika ada berita akan kemenangan)
  3. Yakinlah, bahwa kita yang sedikit ini mampu menang. Kenapa bisa? Tentulah karena ‘nasrullah’. So, mari berlaku dan berbuat agar nasrullah segera tiba. Hamasah^^.

bunga kembaran


bunga kembaran

pencurian hati

Semua karena Allah :)…


Semua karena Allah :)

tentang ‘Muhajir Ummu Qais’


Sabtu (14/04/2012), aku bersama komunitas remaja cinta Qur’an melanjutkan belajar [tadabbur] Hadist. Setelah mendapat materi pengertian hadits, pembagian hadits menurut periwayat, tingkatan hadits, dll pada pertemuan sebelumnya di bulan Maret, sekarang Q-Geners melanjutkan untuk belajar terkait hadits Ar-Ba’in.

 “Tidak sah, orang yang shalat tanpa niat. Juga tidak mendapat pahala apa-apa, orang yang berpuasa tanpa niat.”

Dengan tegas, kalimat-kalimat itu dipaparkan oleh Ust. Rusdyi kepada Q-Geners sabtu kemarin. Hal ini disampaikan berkaitan dengan materi hadits pertama pada Hadits Arba’in An-Nawawi, yang membahas tentang pahala pekerjaan ditentukan oleh niatnya.

Amirul Mukminin Abi Hafs Umar bin Khattab ra berkata, Aku mendengar Rosulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya amal perbuatan itu disertai niat dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barang siapa yang berhijrah hanya karena Allah dan Rosul-Nya maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rosul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan”

Ust. Rusdyi kemudian bertanya pada para Q-Geners. Kenapa hadits tentang niat ada pada urutan yang pertama?? Seberapa besarkah pentingnya niat??

Abu Dawud berkata, “hadits ini (maksudnya hadits yang pertama ini) adalah setengah dari agama islam”.

Kenapa setengah? Karena agam islam bertumpu pada 2 hal, yaitu : lahiriyah (amal perbuatan) dan bathiniyah (niat). Banyak orang yang secara lahir bisa menghafal hadits, bahkan orang yang tidak berkepentingan punbisa menghafal Al-Qur’an, TETAPI bagaimana jika batin dan jiwanya tidak meyakini??? Disinilah letak betapa pentingnya niat itu.

Disebutkan juga oleh Iman Ahmad dan Imam Syafi’ie, ia berkata, “Hadits ini mencakup sepertiga ilmu”.

Kenapa sepertiga? Karena perbuatan manusia terkait dengan 3 hal, yaitu: hati, lisan, dan anggota badan. Sedangkan niat ini letaknya di hati, maka dari itu dikatakan sepertiga dari ilmu.

Sababul Wurud (latar belakang lahirnya hadits)

Ceritanya, ketika itu Rosul hendak berhijrah dari Makkah ke Madinah, kemudian ada seorang laki-laki yang akhirnya ikut berhijrah ke Madinah, tapi dengan niatan agar lamarannya diterima oleh Ummu Qais. Akhirnya lahirlah hadits ini.

Dari Ibnu Mas’ud ia berkata bahwa diantara kami ada seorang laki-laki yang melamar seorang wanita bernama Ummu Qais. Namun wanita itu menolak sehingga ia berhijrah ke Madinah. Maka laki-laki tersebut ikut berhijrah dan menikahinya.

Said Ibnu Mashur meriwayatkan dalam kitab sunahnya dengan sanad sebagaimana syarat bukhari dan muslim bahwa Ibnu Mas’ud berkata, siapa yang hijrah untuk mendapatkan kepentingan duniawi maka pahala yang didapat sebagaimana yang didapat oleh laki-laki yang hijrah untuk menikahi wanita bernama Ummu Qais hingga ia dijuluki “muhajir Ummu Qais”.

Semoga kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang dijuluki “muhajir Ummu Qais”. Menjalankan shalat, puasa, dan ibadah lainnya ikhlas karena Allah. Ikut mengaji karena Allah, bukan karena ingin bertemu dengan si fulan. Kalau ngaji hanya karena si fulan, kemudian ternyata si fulan memilih menikah dengan si fulana, ujungnya nggak ngaji lagi. Semoga kita menjadi hamba yang senantiasa lurus niatnya. Karena Allah. Semua karena Allah. Amin.

Rosulullah SAW bersabda,”hendaklah yang hadir dari kalian menyampaikan kepada yang tidak tahu”

—Q-Geners= para Qur’anic Generation—

Yellow


Suara-suara pita

memecah hening, riuhkan damai

bersorak ‘hore’

semut berbusana jingga pun ikut menari-nari

hanyutkan sekotak kue ke antero negeri

ohh, ramainya..

lipatan kain putih berjaring rumput,

dua diameter lingkaran,

Lima lima tujuh delapan,

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

 

Semut-semut kuning,

dua negeri satu pulau,

berdansa dengan nada-nada,

do-re-mi-fa-sol-la-si-do,

do-si-la-sol-fa-mi-re-do

(*sambil nyanyi senyum-senyum sekenanya)

Cinta Segiberapa#part 1


Langit kelam. Cuaca sedikit muram dengan gerimis kecil. Angin menari kencang, membuat beberapa dahan melayang jatuh ke tanah. Namun, aku tetap sibuk mengemas pakaian seolah tak peduli lagi dengan teror alam di luar rumah. Sesekali menyeka airmata di balik kacamata minusku. Menarik napas dalam-dalam dan terisak. Entahlah seperti sudah tak terdengar lagi, suara kasar mas Andi yang sejak tadi berusaha memecah keheningan kamar.

Genap seminggu usia pernikahanku dengan Mas Andi. Tekadku bulat, aku putuskan untuk pergi. Aku jengah bertengkar terus-terusan seperti ini. Bodoh. Kenapa aku dulu salah pilih. Seharusnya bukan mas Andi yang menikah denganku, tetapi ikhwan dari Padang itu. Mau kembali memutar cerita cinta dengannya lagi sudah rumit. Sudahlah. Nasi sudah terlanjur jadi bubur, apa mau dikata. Status sosialku sekarang bukan gadis lagi, walaupun sebenarnya aku masih perawan.

“Dasar, wanita nggak tau diri. Jilbab cuma jadi fantasi. Kelihatannya anggun, alim, shalehah. Tapi apa kenyatannya? Hobinya selingkuh. Wanita macam apa kau ni Ci?”

Kalimat-kalimat mas Andi menusuk sampai ke ulu hatiku. Mengiris tipis, menyayat, melukai perasaanku. Hatiku memberontak. Ingin menjerit. Aku tak seperti apa yang mas Andi tuduhkan. Perasaanku mirip gangsing, berputar-putar susah dideskripsikan. Sampai sekarang aku belum bisa menerima keadaan suamiku. ‘Seperti’ tak ada cinta. Beku. Aku memilih membisu, tak ku jawab bombardir kalimat dari Mas Andi. Percuma pikirku, pembelaan dan penjelasanku hanya dianggapnya omong kosong.

“Bisanya cuma nangis. Jawab Ci! Jawab! Sebenarnya siapa yang ada dalam otakmu itu?”

“Oranglain.” Jawabku lirih. Entah apa yang ada dalam pikiranku. Hampir saja tangan kanannya mendarat bebas di pipi kiriku. Bisa-bisanya aku melontarkan jawaban yang membuat mata mas Andi semakin membelalak. Jawaban pamungkas, berharap mas Andi diam setelah ini, aku capek selalu dicurigai, dituduh, difitnah, dibentak.

 “Aku pamit Mas, mau balik ke rumah Mamak di Karanganyar.”

Tanpa menunggu jawaban dari suamiku, aku menyalakan mesin motor menerobos derasnya hujan.

“MasyaAllah Suci, kenapa hujan-hujanan,” tanya Mamak padaku.

“Lupa bawa jas hujan Mak.”

Airmataku membaur dengan air hujan membuat Mamak tak tahu kalau aku telah mandi airmata. Hujan lebat sore ini berlanjut hingga malam. Membuat aku semalaman gelisah…(to be continue, insyaAllah)

Hari Gini Masih Percaya Dukun?


Kalau tempo doloe tu ada pepatah “cinta ditolak dukun bertindak”. Patah hati, lantas mbolang ke mbah dukun, minta resep plus mantra ini itu. Ada yang minta awet muda, enteng jodoh, laris manis, bisnis lancar, panjang umur, dll. Hadeeeh nggak  banget deh. Sungguh itu perbuatan syirik, alias menyekutukan Allah. Padahal syirik adalah dosa terbesar dan tidak terampuni. Nauzubillah.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS: An Nisaa’ : 48)

Dalam ayat 116 surat An-Nisa juga ditegaskan kembali:

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (QS: An Nisaa’ : 116)

Kalau zaman sekarang masih berlaku nggak si main dukun? Jangan kira setelah zaman serba digital, dukun pun tereliminasi. Fakta di lapangan menunjukkan, masih banyak kita liat fenomena syirik bahkan malah terang-terangan digemborkan lewat media iklan. Contohnya dukun zaman sekarang ini: Ketik REG spasi berbau ramalan, zodiak bla bla bla. Sesungguhnya zodiak, segala bentuk ramalan, garis tangan keberuntungan, memohon berkah pada pohon besar yang bertuan dll itulah contoh syirik yang mungkin tanpa kita sadari mulai akrab dengan keseharian kita. Menelusup dengan lembut bahkan tanpa kita sadari. “Jangan pergi ke pantai A dengan baju ijo, bahaya. Jangan makan di depan pintu ya, pamali. Mitosnya kalau kau pakai kalung bawang putih ini, kau akan selamat. Mintalah restu dari mbah Bejo yang tinggal di pohon besar di perempatan jalan, biar ujianmu lulus. Letakkan kembang mawar dan kemenyan ini di jembatan agar kau selamat dalam perjalanan. Baca majalah halalaman 23, liat warna dan hari keberuntunganmu minggu ini. Coba lihat garis tanganmu, bisa kelihatan tu sampai umur berapa kau hidup”.

Nauzubillah. Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang terjerumus dalam kesyirikan, menjadikan sesuatu tandingan untuk Allah. Dengan percaya dengan klenik seperti itu, sama artinya kita percaya pada selain Allah. Syirik. Padahal dosa syirik itu tidak terampuni, kecuali kalau kita bertaubat mohon ampun pada Allah. Kerugian lain imbas dari perbautan syirik adalah: menghancurkan segala amalan, membuat pelakunya jauh dari Allah, diharamkan syurga.

So, kita harus pandai memilah dan memilih segala macam versi gaya hidup. Jangan jadikan fasilitas yang ada di sekitar kita menjadi media syirik. Jangan jadikan handphone menjadi jelmaan dukun. Jangan hamburkan uang kita untuk membeli majalah berbau syirik full ramalan.

Persoalan lain, umat islam sekarang sudah seperti Bani Israil. Kenapa? Karena sama-sama percaya dengan dongeng-dongengan. Sebagian dari mereka tidak bisa membaca atau memahami kitabnya sendiri. Dulu Bani Israil hanya mempercayai dongeng-dongengan dari nenek moyang dan akhirnya melakukannnya tanpa memahami apa yang ada dalam kitab Taurat. Tak jauh beda dengan fenomena saat ini. Melakukan karena ikut-ikutan, mitos kah, pamali kah, bahkan ikut-ikutan yang berbau islami. Hasil USG menunjukkan anak laki-laki, lantas baca surat Yusuf. USG anak perempuan, lantas sibuk baca surat Maryam. Surat Yasin dijadikan lonceng kematian. Ayat kursi ditempel di dinding sebagai penangkal syetan.

Jadilah pribadi yang berjalan dalam kebenaran dengan kembali ke Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Sajak untuk cinta


Nol lima nol tujuh kira-kira,

si pagi buta itu membaca url dalam berita,

membuat hatinya berlari kasana dan kesana,

cepat-cepat jemari berkuku orangenya berdansa,

menulis “ini” di acer nya,

semoga bermakna,

bisa sedikit sembuhkan dikau punya luka,

apakah kau tau?

semua karna ku cinta,

bacalah baik-baik cinta,

“Ada Allah”

Aku selalu tenang, karena selalu ingat “DIA ada”

karena semua milik DIA yang Maha Besar,

termasuk “hati”

Kuingat, kubuka memori, tadi,,,

malam sunyi beserta air suci pun menitihku berbicara,

melantunkan bait-bait do’a,

di sepertiga malam-Nya,

di dalam sujud untuk Nya,

juga di antara azan dan iqomah itu,

ku gumamkan nada-nada do’a,

—————————————————————————————————————————————-

baiklah, lekas-lekas ku lanjutkan tulisan “ ini” (*tadi break telpon ceritanya)

dengan raut beda berita

sekarang lebih bahagia :) :)

pun sebelumnya juga bahagia :)

karena cinta, buat hariku bahagia

karena-Nya


Nol lima limapuluh satu,

“Allahu yaaa Rahman, Allahu yaaa Rahman, Allah Allah Allah Allah, Allahu yaa Rahman…” lantunan lagu Ya Rahmannya kang Opick menyanyi di Samsung hitam tanpa instruksiku,

dengan warna hijau “accept” itu,

“Assalamu’alaykum,

Wa’alaykumsalam warahmatullahi wabarakatuh”

….

dua tigapuluh satu, satuan menit

lewat udara,

membantu kami membaca jawaban dari-Nya

Alhamdulillah, terdengar berita renyah entah dari koordinat berapa

sekitar dari arah utara

berhembus berita suka,

karena “Allah ada”

DIA yang tepat waktu, tak akan meleset sedetik pun

Karena Dia Maha Tahu,

juga tau tentang kapan waktu untuk kita

 

Seikat dua hati,

dua hati kita, akan jadi satu ikat

bertali pita merah muda,

indahnya cinta,

Singgah di Masjid Kubah Mas (Masjid Dian Al Mahri)


Jumat, tertanggal 23 Maret 2012. Tanggal merah. Kantor libur. Hore /. Maen2 dari Jakarta menuju Depok. Dari Otista naik mikrolet 44 ke menuju station Tebet. Naik kereta melewati station Tebet-Cawang-Duren Kalibata-Pasar Minggu Baru-Pasar Minggu-Tanjung Barat-Lenteng Agung-Universitas Pancasila-UI-Pondok Cina-Depok Baru. Stop sampai station Depok Baru. Keluar area station, masuklah ke terminal Depok. Lanjut naik angkot biru nomor 03, agak lama si, bayarnya 3000 rupiah sadja (*harga per 23 maret 2012). Sampai di pertigaan (pertigaan apa yaaa, lupa namanya^^), pindah ganti naik angkot no 102 (*bayarnya 2000 rupiah), daaan sampailah ke depan Masjid Kubah Mas. Semoga rute ini bermanfaat, bagi teman2 yang barangkali berniat dari Otista ke Depok, untuk berkunjung ke salah satu dari 4 masjid yang berkubah Mas di dunia ini^^

This slideshow requires JavaScript.

Untuk pertama kalinya. Bersama saudari seperjuanganku “Putri”, tibalah kami di pintu masuk Masjid Dian Al Mahri atau biasa dikenal orang sebagai “Masjid Kubah Mas”. Masjid ini terletak di tepi jalan Raya Meruyung-Cinere Kecamatan Limo, Depok. Dari jalan raya menuju area masjid, kami disuguhi dengan pot-pot bunga yang tertata rapi di kanan kiri jalan. Area pelataran masjid nan luas penuh rerumputan hijau yang bersih dan terawat. Berhias beberapa papan nangkring, tertulis larangan menginjak rumput. Subhanallah. Ada pula petugas kebersihan yang lalu lalang bermain dengan dedaunan yang jatuh.

Masjid dengan 5 kubah, yaitu satu kubah utama dan 4 kubah kecil. Seluruh kubah dilapis emas setebal 2 sampai 3 milimeter dan mozaik kristal. Jepret-jepret sana sini. Woww, masjid kubah Mas memang menyuguhkan pemandangan yang eksotis. Tapi sayang sekali, karena aku belum mahir maen jeprat jepret jadi yaaa, hasilnya heeee :D :D

Masjid nan luas, ada dua akses masuk yang sama-sama luas. Kami berjalan dari pintu utama, lurus, mengambil jalan sebelah kanan masjid, menyusuri sekeliling area masjid. Di sebelah kiri dari kami berjalan, pada bangunan masjid terlihat tulisan pintu masuk untuk laki-laki. Dalam benak, berbisik lirih, Alhamdulillah akses pintu masuk ikhwan dan akhwat terpisah.  Lurus berjalan lagi mengikuti jalan di tepian masjid, sampai batas belakang bangunan masjid, kemudian belok ke kiri (*berarti sekarang posisi kami berada di bagian tampak belakang dari masjid), barulah terbaca pintu masuk untuk wanita. Artinya akses pintu masuk untuk wanita, dari arah shaf paling belakang.

“Sebaik-baik shaf pria adalah shaf yang awal dan sejelek-jelek shaf pria adalah yang akhirnya. Sebaik-baik shaf wanita adalah shaf yang terakhir dan sejelek-jelek shaf wanita adalah yang paling awal.” (Shahih, HR. Muslim )

Melihat tulisan akses masuk untuk wanita, aku dan Putri segera bergegas untuk masuk ke masjid. Tapi, kami berdua ditegur oleh perempuan berhijab hitam rapi yang berada di bawah tenda, tak jauh dari posisi kami. Asumsiku mereka berdua adalah pengurus masjid, mereka memberikan pengarahan bahwa ini hari Jumat, masjid Kubah Mas akan digunakan untuk shalat Jumat. Sehingga, kami diarahkan untuk menuju bangunan yang beratab hijau,  wanita itu menunjukkan arah seberang kanan. Seberang jalan dari posisi kami berdiri yang masih dalam lokasi masjid. Karena area masjid ini memang luas, sehingga ada beberapa bangunan utama.

Area masjid yang lapang. Tempat persinggahan yang beratap hijau ini pun juga luas. Banyak orang-orang masuk lantas istirahat sejenak di bangunan ini sembari menunggu usai shalat jumat.  Tukang foto, penjual souvenir, penjual pop mie, lalu lalang berjuang menawarkan barang dagangannya. Kesana-kemari.

Di sebelah bangunan beratab hijau juga ada bangunan lagi, tempat penjualan souvenir dll, tertulis juga arah menuju toilet putri di sebelahnya. Sehingga memungkinkan untuk wanita ke toilet, ketika area masjid utama tidak boleh dimasuki wanita, contohnya ketika shalat jumat.

Sekitar pukul 10.30 WIB, angin yang menyenangkan, karena banyak pepohonan dan lapangnya area masjid, membuat angin yang bertiup pun membuai. Terlihat beberapa orang dan rombongan sibuk berpose manis untuk berfoto ria dengan background masjid Kubah Mas. Aku duduk dalam bangunan luas beratap hijau, membuka-buka Qur’an, membaca buku untuk persiapan ujian di Utsmani beberapa hari lagi, ini itu, dan akhirnya angin nan  sepoi sukses membuatku tertidur sejenak :D :D

Akhirnya sholat jumat pun usai, kami hendak memasuki area masjid utama untuk shalat dhuhur. Sebelum memasuki area masjid, kita dipersilakan untuk menitipkan sandal/sepatu ke tempat penitipan yang berada lorong melalui tangga turun. Terlihat wanita dengan hijab hitam, memberikan pengarahan kepada kami dengan menggunakan microphone, intinya alas kaki dan makanan tidak boleh dibawa masuk ke dalam masjid dan harus dititipkan ke tempat penitipan yang telah disediakan. Berjalan menuruni anak tangga turun, menukarkan sepatu dengan kertas bertulis nomor “123” waktu itu. Lantas, kembali menaiki anak tangga naik, tapi tak sama dengan anak tangga turun tempat kami masuk tadi*semacam berlawanan arah. Keluar dari lorong penitipan dengan menaiki anak tangga, tibalah kami di area masjid utama.

lorong tempat penitipan sandal/sepatu tampak dari atas

Alhamdulillah karena menggunakan kaos kaki, aku tidak merasa panas ketika menapakkan kaki di lantai yang langsung terkena sinar matahari. Terlihat beberapa orang, meloncat-loncat dan berlari-lari kecil karena telapak kakinya panas. Jadi tu, setelah melewati lorong penitipan alas kaki, kami masuk pelataran masjid, nah disitu tak beratap, begitu juga untuk menuju area wudhu. Sehingga karena suasana siang usai shalat jumat, sinar matahari yang bertemu lantai pun menjadi lumayan panas. Alhamdulillah, ketika kita mengikuti syariat Allah dengan menutup aurat, tak terkecuali dengan telapak kaki, membuat kita lebih nyaman dan terjaga.

Usai wudhu, kami memasuki area masjid dalam, terlihat miniatur kakbah yang berada di pelataran dalam masjid. Mungkin ini digunakan untuk manasik haji. Setelah melewati koridor, sampailah ke dalam masjid. Melihat atas disuguhi dengan langit-langit yang berlukis awan-awan putih di langit biru. Kata-katanya si, langit-langit dalam masjid di desaign akan bisa berubah sesuai dengan kondisi cuaca di luar, tapi karena ketika kami berada di situ, suasananya cerah, jadi yang kami liat hanya lukisan awan-awan cerah di dalam masjid. Belum bisa membuktikan apakah benar berubah ketika malam menjadi awan berbintang. Heee

Interior dalam masjid bernuansa kokoh dengan pilar-pilar bernuasa krem yang membuat suasana masjid menjadi tenang dan agung. Berhias juga di langit-langit, lampu dari kuningan berlapis emas dengan berat 2,7 ton garapan ahli dari Italia.

“Allah Akbar”

Aku dan putri menunaikan shalat dhuhur berjamaah di dalam masjid Kubah Mas.


Belajar Bahasa Arab (again)



“LET’S KNOW ARABIC”. Begitulah kira-kira judul dari slide Power Point yang nangkring manis dalam layar besar di AQL Islamic Center pada Sabtu Siang, 21 Maret 2012. Bersama Ust. Utsman Baco Fadhli, para Q-geners mengikuti kelas perdana bahasa Arab, yang bertema “Bahasa Arab Mudah, Luas, dan Mencerdaskan”

Menilik memori lama, pernah si belajar bahasa Arab di mahad. Kira-kira 4 tahun yang lalu saat masih duduk di tingkat 1 STIS. setiap pekan sekali dalam durasi waktu 1 jaman kayaknya. Hanya bertahan beberapa bulan^^. Tapi yaaa begitu, karena tidak dipraktekkan akhirnya terkikis entah kemana. Yang mengendap hanyalah catatan di buku. Yang di memori, entahlah, heee. Seperti yang Uts. Utsman sampaikan mengutip perkataan orang barat yang barangkali bisa diambil manfaatnya, begitu tutur beliau. Bisa bahasa, karena terbiasa.

Alhamdulillah, kelas QGen kemarin membahas tentang bahasa Arab. Sengaja saya bawa catatan ku yang di mahad dulu. Barangkali masih berguna. Alhamdulillah berguna juga.

Disebutkan oleh Ust. Utsman bahwa keunggulan bahasa Arab diantaranya adalah: bahasa Arab berfungsi sebagai sumber informasi dan ilmu, sebagaimana tersebut dalam QS: Fushshilat (41) ayat 1-3

Haa Miim (QS:41:1)

Diturunkan dari (Rabb) Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang (QS:41:2)

Kitab yang dijelaskan ayat-ayatnya, yakni bacaan dalam bahasa Arab, untuk kaum yang mengetahui (QS:41:3)

Keunggulan lain dari bahasa Arab adalah berfungsi sebagai intelegensi dan mencerdaskan, sebagaimana tersebut dalam QS Yusuf (12) ayat 1 dan 2

Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab (Al-Qur’an) yang nyata (dari Allah). (QS. 12:1)

Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al-Qur’an dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya. (QS. 12:2)

Menurut tafsir Ibnu Katsir dari QS: Yusuf ayat 2:Ia berkata, “Yang demikian itu (bahwa Al-Qur’an diturunkan dalam bahasa arab) karena bahasa arab adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas dan maknanya lebih mengena lagi cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu, kitab yang paling mulia (yaitu Al-Qur’an) diturunkan kepada Rasul yang paling mulia (yaitu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam) dengan bahasa yang paling mulia (yaitu bahasa arab), melalui perantara malaikat yang paling mulia (yaitu malaikat Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran yang paling mulia di atas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun pada bulan yang paling mulia (yaitu Ramadhan), sehingga Al-Qur’an menjadi sempurna dari segala sisi.”

Dalam kelas Sabtu kemarin, dipandu oleh Ust. Utsman Q-Geners diajak untuk belajar dengan ta’bir syafahi (speaking skill), dipandu dengan slide conversation plus suara asli orang arab. Prantek dengan teman sebelah. Dan Alhamdulillah, pasca kelas usai para Q-Geners sudah mengantongi pelajaran attakhiyyatu watta’aruf, buktinya para Q-Geners bisa bertegur sapa dan berkenalan dengan bahasa Arab. Alhamdulillah.

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.