[198] Catatan Ibunya Alif (part 1)


Sebenarnya sudah lama ibu ingin menulis tulisan ini untukmu Sayang. Tapi apa boleh dikata, ibumu ini sok-sokan sibuk dengan berbagai pekerjaan.

Alif anak ibu, ini adalah tulisan pertama  ibu untukmu yang sengaja ibu posting di blog. Ibu berharap, catatan ini bisa konsisten ibu tulis untuk menceritakan hari demi harimu. Agar ibu engga lupa, karena sungguh ibu begitu menikmati proses yang indah ini.

Ibu menulis ini sekitar pukul setengah 2 malam. Saat ini Alif lagi bobo nyenyak di sebelah Ibu. Ayah juga lagi bobo nyenyak. Ayah kecapean karena baru pulang dari Saronde (nginep di Saronde acara kantor). Dan ibu sengaja izin untuk engga ikutan. Karena ibu ingin main sama Alif. Dan kamu tau Nak? Ayahmu jadi engga happy di Saronde katanya sih karena engga ada Alif di sana. Ayah rindu Alif katanya. Padahal Ayah juga rindu ibumu lho Nak, hehe.

Esok hari sebenernya kalendernya merah Nak. Tapi, ibu juga harus pergi ke kantor karena mau persiapan rilis PDRB Triwulan 1 2017, dan insyaaAllah besok Alif ikutan ibu ngantor untuk kedua kalinya. Setelah wekkend kemarin juga ikutan lembur sama Ibu, yang masih sama ngerjain PDRB hehe. Maafin ibu ya Nak. Sekarang ibumu ini memang masih belajar memadupadankan waktu. Selain sibuk belajar keras untuk menjadi ibu buat Alif, ibu juga harus belajar ekstra dengan kesibukan baru di kantor. Jadilah malam ini lembur, niatnya sih ngerjain tulisan NTP sama Pertanian buat Indikator Ekonomi, tapi kok ibu lebih tertarik untuk nulis ini buat Alif.

Ibu ingin cerita tentang Alif dari Alif lahir ya. Sebenernya banyak banget yang ibu ingin ceritakan Nak. Tapi, mungkin di sini ibu hanya nulis garis besarnya saja ya Nak sebagai keyword, dan semoga Ibu masih diizinkan Allah untuk menceritakan detailnya sama Alif secara live.

Alif lahir di Banyumas, 16 Januari 2017, dengan berat 3 kg, dan tinggi 48 cm. Alhamdulillah melalui persalinan normal.

Ini foto Alif waktu masih 0 hari, Alif baru lahir. Waktu itu, Alif dimandiin sama bidan, trus dibedong, dibawa ke ibu, waktu itu ibu cium kening Alif, waktu itu Ayah yang mengumandangkan azan buat Alif. Trus Alif dibawa ke luar kamar persalinan digendong sama Ayah. Waktu itu, Ibu masih di kamar persalinan karena ibu masih harus dibersihkan, dijahit dll. Di luar kamar bersalin udah banyak banget yang nungguin Alif, ibu udah engga tau dan engga hafal, banyak banget keluarga yang nungguin Alif lahir dari pagi sampai Alif lahir, lebih dari 20 orang Nak kalau tidak salah. Dan kalau ditanya di foto itu, Ibu juga engga tau ini yang fotoin siapa, Alif digendong siapa di foto itu. Ibu engga tau Nak. Waktu itu ibu masih di kamar, selang beberapa menit barulah ibu dipindah ke kamar barengan sama Alif. Malamnya kita bermalam di bidan rame-rame banyak yang nemenin. Oh ya, pas Alif lahir di hari yang sama juga ada 2 orang yang lahiran di bidan Eny, jadi total ada 3 bayi semuanya laki-laki.

Kalau ini foto Alif usia 1 hari. Foto ini diambil waktu Alif masih di bidan dan persiapan buat pulang. Karena waktu itu Alif lahir jam 5 sore, dan ibu masih melanjutkan proses ini itu, jadi Alif pulangnya esok harinya, pagi-pagi. Waktu itu Ayah yang ngetir, ibu ditemenin Nini Sar. Nini Sar yang gendong Alif di mobil waktu itu. Karena uty sama kakung lagi ke sekolah buat ngajar.

Alif usia 1 hari (malam)

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ini foto Alif waktu minggu pertama, Alif ngaji sama Ayah, sampai Ayahh ketiduran bareng Alif. Alif juga digendong sama uyut. Itu yang jilbab merah foto Alif sama onty, yang bela-belain dateng dari Jakarta buat ngliat Alif. Yang jilbab ungu itu foto uty Sukoharjo yang dateng nemenin ibu di minggu pertama. Banyak yang sayang sama Alif. Foto ibu mana? Hehehe, ibu malah jarang foto ama Alif, karena ibu lebih sering jadi photografernya mendokumentasikan aktivitas Alif.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Ada 1 foto Alif nyempil di situ, waktu itu ibu sama ayah kaget karena Alif bobonya udah menceng-menceng hehe. Selebihnya adalah dokumentasi waktu penyembelihan kambing, 2 kambing laki-laki buat aqiqahnya Alif. Karena kurang memungkinan untuk menyembelih sendiri, akhirnya Ayah searching kesana kemari nyari yang sesuai syariat, alhamdulillah ketemu sama Barakah Aqiqah. Ayah menyaksikan kambingnya disembelih dll. Semoga Allah ridha.

20170121_160406-e1519960675360.jpg

Alhamdulillah atas izin Allah Ayah diberikan rezeki sama Allah untuk bisa menunaikan perintah-Nya, aqiqah untuk Alif. Dan di hari itulah Nak, dihari ke-7 kelahiran Alif, Ayah dan Ibu memberi nama buat Alif, nama lengkapmu Nak, Khalifah Alhafizh.

“Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS Al Baqarah ayat 30)

Padahal Ibu mau cerita lebih banyak lagi, tapi ternyata uda larut Nak. Kata Ayah, Ibu harus bobo karena besok masih banyak agenda.

InsyaaAllah dilanjutkan lagi ya Nak.

Ibu dan Ayah sayang sama Alif.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s