[157] Cemburu Itu Perintah Allah


Cemburu itu Fitrah

Ketika seseorang menikah, maka Allah akan hadirkan perasaan ‘cemburu’, yang sebenarnya rasa cemburu ini adalah rasa memiliki, rasa kepunyaan, rasa disayangi. Yaa, perasaan cemburu adalah fitrah dari Allah. Karena cemburu adalah nikmat dalam hidup berumahtangga, dan rasa cemburu itu adalah hadiah yang diberikan oleh Allah. Jadi, tugas kita adalah merawat rasa cemburu itu, jangan sampai Allah mencabut hadiah itu dari diri kita. Maksudnya bagaimana? Adalah fitrah yang diberikan oleh Allah ketika hati kita merasa cemburu saat melihat suami berduaan dengan wanita lain. Kalau rasa cemburu telah dicabut dari diri kita, artinya hadiah dari Allah berupa cemburu itu sudah diambil oleh Allah, maka kita tidak akan peduli lagi tentang apa yang suami kita lakukan, terserah suamiku hendak berduaan dengan wanita mana, hendak berpegangan dengan siapa. Jadi, cemburu itu adalah perintah dari Allah. Jadi tidak boleh suka-suka kita, “aku memilih untuk tidak cemburu”, tidak seperti itu. Karena cemburu adalah perintah Allah.

Sa’ad bin Ubadah ra berkata: “Seandainya aku melihat seorang pria bersama istriku, niscaya aku akan menebas pria itu dengan pedang.” Rosulullah Shalallahu’alaihiwasallam bersabda: “Apakah kalian merasa heran dengan cemburunya Sa`ad? Sungguh aku lebih cemburu daripada Sa`ad dan Allah lebih cemburu daripadaku” (HR Bukhari Muslim).

Saudariku yang dirahmati Allah, dalam hadits tersebut dikisahkan ketika Sa’ad mengatakan bahwa apabila ia melihat seorang pria sedang bersama istrinya, maka Sa’ad akan menebas pria itu dengan pedang. Hingga sampailah berita itu kepada Rosulullah, kemudian Rosulullah Shalallahu’alaihiwasallam bertanya kepada para sahabat, apakah kalian heran dengan cemburunya Sa’ad? Rosulullah mengatakan, “Sungguh aku lebih cemburu daripada Sa’ad, dan Allah lebih cemburu daripadaku.

Jadi jelaslah bahwa Rosulullah pun cemburu, dan Allah pun cemburu. Apabila seorang suami mendapati istrinya sedang bersama laki-laki lain, lantas sang suami tidak cemburu, maka Allah akan sangat marah. Karena cemburu adalah perintah Allah, karena Nabi pun cemburu, karena istri Nabi pun cemburu, dan Allah juga cemburu. Karena sifat cemburu Allah inilah, maka Allah melarang perbuatan keji. Allah pun suka ketika makhluk-makhluk memuji-Nya, bahkan tidak ada yang layak mendapatkan pujian selain Allah.

Rasa cemburu adalah hadiah dari Allah. Rasa cemburu adalah rasa yang Allah hadirkan untuk menjaga sebuah ikatan pernikahan. Tetapi dengan syarat, ketika cemburu itu disebabkan karena kita melihat pasangan kita berbuat sesuatu yang melanggar perintah Allah, atau pun ke arah melanggar perintah Allah.

Contohnya, ketika ada pesan masuk ke handphone suami yang berisi kata-kata mesra dari wanita lain, kemudian sang istri mengatakan “saya tidak cemburu, ini biasa saja, itu kan kawan lamanya”. Di sinilah, Allah sangat-sangat marah. Karena cemburu adalah perintah Allah. Namun, jangan sampai cemburu itu dilampiaskan dengan cara yang tidak benar.

 Wallahu A’lam Bishawab

One thought on “[157] Cemburu Itu Perintah Allah

  1. Ping-balik: [158] Jurus Mengelola Cemburu | Endri Notes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s