[167] Sepotong Cinta


Pernah nggak sih ngrasain yang namanya jatuh cinta? Jatuh cinta kepada lawan jenis. Jatuh cinta kepada seseorang yang senantiasa membuat hati ini merasa rindu. Rindu dengan suaranya. Rindu dengan canda tawanya. Rindu dengan sikapnya. Rindu nasehatnya. Jatuh cinta kepada seseorang yang telah membuat tulang air mata ini kembali lentur. Membuat diri ini menjadi sering bermain dengan air mata, lantaran tumpukkan rindu yang kian menggunung.

Jatuh cinta karena Allah. Rindu karena Allah. Yaaa, aku merasakan rindu yang sangat. Sangat rindu. Kepada seorang laki-laki tampan itu. Seorang laki-laki yang telah Allah pilihkan untuk menjadi imam dalam shalat malamku. Laki-laki yang selama ini menjadi pendampingku, yang tak pernah berkata kasar padaku. Laki-laki yang begitu menjaga perasaanku. Laki-laki yang terlalu sering membuat kejutan karyanya untukku, termasuk segala notes yang tertempel di cermin suprise itu. Laki-laki yang sukses membuat aku bermain dengan tulang airmataku, berhari-hari. Betapa hati ini begitu rindu denganmu, duhai suamiku. Semoga Allah senantiasa ridha padamu.

Beberapa hari ini, suamiku ada tugas ke luar kota. Terbang dari bumi Gorontalo untuk menuju ke kota itu. Ke sebuah kota dimana kami berdua dipertemukan oleh Allah. Ke sebuah kota yang sarat dengan kenangan manis. Jakarta oh Jakarta.

Terimakasih cintaa untuk semuanya. Semoga Allah senantiasa ridha kepada kita, aamiin.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA*di sini menunggumu🙂

//

One thought on “[167] Sepotong Cinta

  1. Ping-balik: [185] Sepotong Cinta #2 | Endri Notes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s