[152] Sate Tuna, Danau Limboto, Tumbilotohe, de el el


Sahabat semuanya, setelah kemarin saya bercerita tentang pantai Olele. Di sini saya akan share sekelumit cerita tentang Gorontalo…

Yuk kita simak liputannya🙂

1662286_531535146945147_40790498_n(kuda dan bentor)

Kondisi Gorontalo di tahun 2013-2014, dimana kami masih dengan mudah bisa menemui dengan apa yang disebut ‘kuda’ pembawa gerobak yang difungsikan untuk mengangkut barang ataupun orang. Gorontalo yang padat dengan kendaraan bernama ‘bentor’. Apa itu bentor? Bentor adalah kendaraan roda tiga, modifikasi dari sepeda motor. Bentor bisa membawa banyaaak orang. Sayang, saya belum sukses mengambil foto bentor yang ditumpangi oleh 7,8,9,10 bahkan lebih. Yang bisa dikatakan ‘tidak manusiawi’, bagi orang Jawa yang baru melihat fenomena tentang bentor. Kalau sudah terbiasa tinggal di Gorontalo, hal itu menjadi konsumsi ‘hari-hari’. Melihat bentor membawa kasur yang tebal, kursi, almari, dan benda-benda berat lainnya yang tak pernah kami pikirkan sebelumnya, “kok bisa ya”.

Gorontalo yang identik dengan ‘suara musik keras’. Pada awalnya kami terkaget-kaget, mendengar suara musik yang begitu keras, kalau di Jawa layaknya orang lagi ‘hajatan’. Nggak hanya terjadi di rumah-rumah, di motor, di bentor, bahkan di sepeda motor, dan yang bikin geregetan lagi, nggak hanya di siang hari, tapi juga di malam hari. Semoga Allah senantiasa melindungi kita semuanya. Aamiin.

Gorontalo dengan suasana pasar tradisional yang begitu berbeda dengan pasar tradisional di Jawa. Kalau di Gorontalo, teriakan penjual itu begitu ‘mantab’, bersahutan, bak bersaing sound syste, terutama di tempat penjualan ikan. “Ada Oci, Ada Nike, Lima-lima ribu, Tiga-tiga ribu”. Kami pun sempat menjadi ‘korban’, karena ketidaktahuan kami dengan bahasa di sini. Ketika di pasar ada penjual yang berteriak “Lima-lima ribu”, kami kira artinya adalah jika kita membayar lima ribu, kita akan mendapatkan 5 buah barang yang dijual. Ternyata, artinya 1 buah adalah lima ribu. Tiga-tiga ribu artinya harganya tiga ribu. Dua-dua ribu artinya harganya dua ribu, begitulah teman-teman.

206771586a2311e3b4140afe31fac44b_7

Gorontalo dengan pantai yang serba gratis, nggak seperti di Jawa, hihihi. Pantai yang masih begitu polos, yang belum terkena dampak dari keusilan banyak tangan-tangan manusia.

Inilah sekelumit cerita tentang Gorontalo

10254298_1417228261877138_90894055_nIni adalah pemandangan di Danau Limboto, foto dengan suasana pagi hari, terlihat nelayan sedang berangkat mencari ikan di danau. Ada yang menggunakan pancing, ada yang memakai jaring, dll. Oya, sejak beberapa bulan yang lalu, dan sekarang pun masih berlangsung, ada proses pengerukan danau, jadi semacam tanahnya dikeruk agar tak terlalu dangkal. Karena, kondisi sebelumnya danau ini sangaat dangkal dan banyak enceng gondok, yang berakibat nelayan pun kurang leluasa untuk mencari ikan, bahkan ada yang beralih mata pencaharian.

1599648_1407797472805925_1219837649_nIni adalah pemandangan dari dalam pentadio resort ke danau Limboto, jadi lokasi pentadio resort memang berdekatan dengan Danau Limboto, seperti yang telah saya ceritakan di sini. Jadi air panas alami dari pentadio resort itu juga mengalir ke Danau Limboto, jadi ada bagian danau yang juga mengepul asap. Maha besar Allah.

d592fc447e9811e3bf1e1259de3fdb70_7(sate tuna)

Tentang sate tuna ini, kami beli di area sekitar pantai, dapet informasi dari temen, katanya ada sate ikan tuna di sebuah rumah makan deket pantai. Alhasil kami ke sana, meskipun akhirnya kami kurang suka dengan sate tuna nya, hihihi, mungkin kurang cocok dengan lidah kami.

becd63c805ad11e3b9c722000a9e07b7_7

af5d11b605af11e38c8022000ae912e8_7(Tumbilotohe)

Ramadhan tahun 2013 kemarin, di akhir bulan ramadhan kami melihat banyaaak lampu senthir yang sengaja dinyalakan oleh warga, di sepanjang jalan, di tepian sungai, dan dimana-mana. Gambar di atas adalah tumbilotohe, sahabat semuanya bisa search di google dengan keyword ‘tumbilotohe’ atau klik di sini, in syaaAllah akan ada foto yang lebih indah dan juga informasi yang lebih lengkap. Karena saya juga kurang bisa menjelaskan dengan baik terkait tumbilotohe.

ccd4b61069f811e3bae5122554e9122d_7 Naah, yang ini adalah salah satu foto, saat kami sedang berpetualang di salah satu pantai. Air nya, masih begitu bersih, bahkan saat itu suami saya dengan histerisnya menunjukkan kepada saya seekor pong-pongan, hewan yang dulu sering saya jumpai saat SD. Hewan yang menjadi komoditas perdagangan di area sekolah, dulu saya juga sering membelinya, memeliharanya di rumah, meskipun sering berujung pada kematian sang pong-pongan, barangkali tidak sesuai dengan habitatnya. Semoga Allah ampunkan dosa-dosa hamba.

Saat itu suami saya menjumpai satu pong-pongan, beberapa detik kemudian kami ditakjubkan dengan ciptaan Allah, ternyata banyak sekali pong-pongan yang masih hidup di situ. Maha besar Allah

Itulah sekelumit cerita kami (saya dan suami) tentang bumi Gorontalo. Oya, ada juga cerita tentang ikan nike di sini. Dan masih banyak cerita lainnya, yang membuat kami (orang Jawa Tengah) terkaget-kaget. Allah ciptakan, agar kita saling mengenal🙂

2 thoughts on “[152] Sate Tuna, Danau Limboto, Tumbilotohe, de el el

  1. ternyata indah sekali tumbilotohe itu meski saya blm pernah ngalamin akhir ramadhan di gorontalo (krn biasanya akhir ramadhan di manado)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s