[179] Rindu Biyung


‘Biyung’ adalah panggilan untuk nenekku. Nenek dari garis ibuku.

Sebagian warga masyarakat desa Bogor, Kec.Cawas, Kab.Klaten memanggil nenek dengan sebutan ‘biyung’.

Semalam, aku diberi kesempatan oleh Allah untuk ngobrol bersama biyung via telepon pintar itu. Gorontalo-Jawa Tengah. Sejujurnya, berkali-kali aku mengusap air mata yang datang tanpa diundang itu. Air mata kerinduan seorang cucu kepada biyung.

Biyung adalah perempuan hebat. Pandai memasak, tak pernah marah padaku,dan semuanya….

Kini, biyung sudah tak muda lagi. Kerut diwajahnya mungkin sudah tak bisa kuhitung lagi. Cara berjalannya yang juga kian terbata, pendengarannya yang mulai berkurang.Alhamdulillah, biyung sehat.

Kesehatan yang sungguh begitu luar biasa yang Allah beri untuk biyung di usianya yang sudah terlampau jauh ini.

Semalam biyung banyak cerita. Cerita yang membuatku mulai mengingat hal-hal yang acapkali aku lalai.

Tentang indah dan asrinya suasana di rumah biyung.

Biyung, aku merindukanmu. Rindu akan semua cerita dan canda bersamamu. Semoga Allah ridha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s