[155] Allah Datang


Tulisan di bawah ini saya kutip dari salah satu materi di kuliah online wisata hati. Sengaja saya share di sini. Karena bagi saya, tulisan ini begitu berharga, mengingatkan saya yang masih begitu hina. Saya suka membacanya dengan lirih, terucap dari bibir, bukan membaca dalam hati, bagi saya lebih menyentuh. Menyentuh diri saya yang kotor, penuh dengan dosa.

Tulisan ini ada di Materi Tahajjud (Jalan ampunan, Kemuliaan, Kekayaan, dan Kesehatan), Seri Materi: Allah Datang. Bismillah

Biasanya kita yang datang kepada orang yang lebih kaya.

Ini Allah Yang Maha Kaya yang datang kepada kita.

Allah ini yang punya jagad, datang loh menghampiri kita. Setiap malam DIA datangnya. Ga tanggung-tanggung. Setiap malam. Datang membawa apa yang kita mau, datang membawa apa yang kita harapkan, datang membawa apa yang kita inginkan. DIA yang sudah teramat baik yang selalu memberikan kepada kita apa yang kita butuhkan, masih menawarkan kepada kita pengabulan atas semua doa-doa kita, pengabulan akan hajat dan maksud kita, dan menawarkan juga perlindungan-Nya untuk kita. Subhaanallaah. Untuk mereka yang paham betapa mahalnya apa yang ditawarkan Allah, ternyata rahasianya harusnya begitu mudah bagi mereka yang beriman: Bangun malam, dan kemudian shalat malam.

Tapi manusia ini memang bodoh, bahlul, bin ga ngertilah sebutannya apaan. Payah-payah dia cari rezeki di siang hari. Kadang sampe mengorbankan waktu malamnya. Juga ia korbankan sabtu ahadnya. Sebagai muslim yang harusnya berhari raya di hari Jum’at pun ia korbankan. Banyak fadhilah hari Jum’at yang tidak bisa ia ambil sebab ia masih mencari, mengejar dan memungut rezeki di hari Jum’at itu. Hari Jum’at sama dengan hari-hari biasa lainnya. Tidak ada yang salah. Sepanjang itu juga menjadi ibadah. Namun andai ia tahu kemudahan yang Allah berikan, maka mungkin usaha kerasnya bangun malam, jadi sama kerasnya dengan usahanya di siang hari. Gitu seharusnya.

Ada kalimat kecil yang sering saya ajarkan kepada diri saya, dan kepada siapa yang mau mendengar: Rahasia kecil berburu dunia, bukan di mencari. Namun meminta. Minta sama Allah. Mencari masih ga tahu di mana adanya. Tapi kalo meminta, nanti yang punya yang akan menunjukkan di mana kita harus mencari dan mengambilnya, sehingga energinya tidak besar. Kadang-kadang malah Allah yang mengantarnya!

Ya, saya kadang menarik nafas panjang. Dunia-Nya kita kejar. Namun Pemilik dunia malah tidak kita kejar. Yang memiliki dunia datang dengan membawa dunia yang kita mau kejar, eh yang ditawari, yang sudah susah payah mencari, malah ga tahu bahwa dunia yang dicari dan dikejarnya justru lagi diantar. Kita ga kenal dengan Allah. Itulah sebabnya kita tidak mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Nya. Sudah mah di siang hari kita selalu telat terus shalatnya, lalai dalam shalatnya, eh, di malam hari pun masih pula kita abaikan Allah. Kasihan benar diri kita ini.

Jutaan juga manusia mencari dan mengupayakan kesehatan bagi dirinya, tapi siapa yang mencari kesembuhan lewat jalan shalat malam?

Jutaan manusia menginginkan anak yang saleh salehah. Kepengen anaknya gampang diatur, nurut, kalem, tapi juga memiliki prestasi dunia yang bagus, sehat, panjang umur, lagi berbakti sama orang tua. Namun siapa yang kemudian membawa dirinya, membawa keinginannya, dan membawa anak-anaknya untuk ruku’, sujud, dan berdoa kepada Allah di malam hari?

Jutaan manusia menginginkan ilmu Allah. Ilmu yang kalau diteteskan-Nya kepada manusia, maka Kehendak-Nya di atas segalanya. Ada orang-orang yang susah bener ilmu masuk, ada orang yang digampangkan ilmu masuk. Titian ilmu dikejar, sampe kurang S3, masih pula mengikuti pasca doktoral. Kurang pasca doktoral, dititinya lagi disiplin ilmu yang terkorelasi atau bahkan yang berbeda biar tambah mumpuni. Tapi ya ampuuuuuunnnn, buat semakin dekat ke Allah nya, malah makinan engga dekat. Yang punya ilmu datang, untuk DIA bagi ilmu-Nya bagi siapa yang dikehendaki-Nya, namun kemudian yang mencari ilmu ini hanya butuh ilmunya tidak butuh Diri-Nya. Akhirnya, sama seperti nasib pencari dunia. Dunia diberikan, namun keberkahan dicabut. Begitu pula ilmu. Deretan gelar bererot, melebihi panjangnya kosa kata namanya sendiri. namun kemudian ilmu itu dibuat tiada guna buat dirinya, buat keluarganya, dan terlebih lagi buat akhiratnya.

Jangan menjadi bahagian dari jutaan manusia yang mencari kedudukan, kemuliaan, kekayaan, namun kemudian tidak mengenal Allah, tidak mencari Allah, dan tidak berupaya mendekatkan dirinya kepada Allah. Jangan. Kedudukan yang sebenar-benarnya kedudukan, kemuliaan yang sebenar-benarnya kemuliaan, dan kekayaan yang sebenar-benarnya kekayaan, adalah di sisi Allah, dan dari Allah. Cari di Jalan Allah, dan jangan keluar dari jalannya Allah.

Salah satu kekayaan itu adalah tahajjud. Sampai-sampai Allah lewat Rasul-Nya mengatakan shalat malam 2 rakaat di tengah malam, khoirum minad dunyaa wa maa fiihaa, adalah lebih baik dari dunia dan seisinya.

Ayabtaghuuna ‘indahumul ‘izzata, fainnal ‘izzata lillaahi jamii’an. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir tersebut? Maka sesungguhnya semua kekuatan adalah milik Allah. (An Nisaa: 139).

… innal ‘izzata lillaahi jamii’an. Huwas samii’ul ‘aliim. Sesungguhnya kekuasaan itu milik Allah semuanya. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Yuunus: 65).

Man kaana yuriidul ‘izzata falillaahil ‘izzatu jamii’an. Sesiapa yang menginginkan kemuliaan, maka kemuliaan itu hanyalah milik Allah. (Faathir: 10).

Subhaana robbil ‘izzati ‘ammaa yashifuun. Wa salaamun ‘alal mursaliin. Walhamdulillaahi robbil ‘aalamiin. Maha Suci AllahTuhanmu yang memiliki keperkasaan dari apa yang mereka sifatkan. Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para Rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam.(Ash-Shooffaat: 180-182). 

Yaquuluuna la-ir roja’naa ilal madiinati layukhrijannal a-‘azzul minhal adzal. Walillaahil ‘izzatu wa lirosuulih. Walil mu’miniina wa laakinal munaafiqiina laa ya’lamuun. Mereka berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah daripadanya.” Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui. (al Munaafiquun: 8).

Bertebaran ayat-ayat Allah tentang Kekuasaan-Nya, Kebesaran-Nya, Keagungan-Nya, Keperkasaan-Nya. Tugas buat Saudara semua adalah:

# Hafalkan ayat berikut ini: Aali ‘Imroon: 26-27, 113-115, al Isroo: 78-84, az Zumar: 9, adz- Dzaariyaat: 15-19, Surah as Sajdah, Surah al Mulk/Tabaarok, al Muzzammil, al Muddatstsir & Surah al Insaan/ad Dahr.

# Cari hadits tentang Allah ini turun ke langit dunia, dan bahwa Allah akan mengabulkan semua doa yang berdoa di malam hari. Cari-cari di berbagai buku yang berisi ajakan dan motivasi shalat malam, dan hafalkan salah satu hadits tentang shalat malam.

Jika ada yang bertanya, koq kenapa kudu dihafal? Emangnya setorannya kemana? Ustadz sempat? Maaf ya. Ini buat Saudara sendiri. ilmu ini buat Saudara. Bukan sekedar ingin didengar dan dipertontonkan kepada yang lain. Saya kepengen ayat-ayat dan hadits-hadits tentang bangun malam dan kekuasaan-Nya ada di hati Saudara semua. Insight gitu di dalam diri. Selamat mempelajari, dan selamat menghafal. Dilihat-lihat juga artinya ya.

Selamat bertahajjud. Meski ilmunya belom lengkap, tapi mudah-mudahan Allah menggerakkan Saudara semua untuk bangun malam dan istiqomah. Amin ya Allah. Sebab pada akhirnya Allah jugalah yang membuat kita semua bisa bangun malam.

//

One thought on “[155] Allah Datang

  1. Ping-balik: [162] Jomblo, Mari Menyiapkan Pernikahan dengan Matang | Endri Notes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s