[130] Karena Memasak itu Menyenangkan


OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Memasak itu bukan hanya tentang ‘rasa lezat atau enak’, tapi juga tentang ‘manajemen waktu’, dan tentunya tentang ‘niat’.

Menjadi seorang wanita yang pandai memasak tentulah sangat istimewa. Karena dengan memasak, kita bisa memperoleh banyak pahala. Karena dengan memasak kita bisa berbakti kepada suami. Karena dengan memasak kita bisa menunaikan kewajiban kita kepada suami. Karena dengan memasak kita bisa lebih bijak dalam mengelola keuangan keluarga alias lebih hemat, haha. Sesekali jajan di luar boleh lah yaaa. Tapi ya, kalau terlalu sering, boros juga. Dan tentunya akan bertemu yang namanya titik jenuh. Suami kan juga ingin merasakan lezatnya masakan istri yang dimasak dengan penuh cinta. Eaea. Lebih indah kalau kita terbiasa memasak untuk keluarga, dan sekali duakali jajan di luar. Daripada terbiasa jajan di luar, dan sekali duakali masak di rumah.

Memasak itu sesungguhnya adalah pekerjaan yang sangat menyenangkan lho. Terlebih ketika masakan itu dihidangkan untuk orang-orang yang kita cintai. Untuk suami, anak, atau orang  tua kita. Menikmati setiap proses memasak dan  memasak dengan penuh senyuman, sungguh sangat menyenangkan. Menikmati proses berbelanja bahan-bahan masakan bersama suami tercinta. Sungguh sangat menyenangkan.

“Gimana ya, saya kan bukan pure ibu rumah tangga. Saya juga punya jam kerja di luar. Ringkasnya, saya tidak punya waktu untuk memasak.”

Saya ingin berbagi cerita kepada saudariku semuanya, bahwa memasak itu sangat menyenangkan. Saya seorang wanita yang telah bersuami, saya pun juga bekerja di luar rumah. Jam kerja saya mulai dari pukul 07.30 am sampai pukul 04.00 pm, kecuali hari jum’at sampai pukul 04.30 pm. Dan tentunya saya juga harus mempersiapkan diri untuk berangkat ke kantor, waktu perjalanan ke kantor, pulangnya pun jarang tepat  pada selesai jam kerja, seringnya lebih dari itu. Namun, saya masih tetap memasak untuk suami. Mempersiapkan sarapan pagi, bekal untuk makan siang, dan kembali memasak lagi untuk makan malam. Yaaa, sesekali kami juga makan di luar, kalau lagi pengen, hehe. Semua itu saya lakukan dengan penuh cinta dan semangat. Beberapa teman kantor juga sering bertanya kepada saya. Kapan mulai masaknya? Kapan belanjanya? Emang nggak ribet ya? Emang nggak capek? Saudariku, semua itu berawal dari niat. Kalau hati ini senang menjalani rutinitas sebagai seorang istri, sungguh begitu indah dan menyenangkan. Terlebih memasak adalah pekerjaan yang mulia terutama bagi kaum hawa. Pahalanya, masyaAllah sungguh luar biasa. Masa sih, kita mau menyia-nyiakan kesempatan memperoleh pahala yang luar biasa itu? Ketika niat ini tulus, insyaAllah, Allah pun akan mudahkan jalan kita.

Sebelum menikah, saya jaraaaaaang banget masak. Seringnya masak mie instan. Haha. Bisa sih masak, tapi karena tak terbiasa, jadinya kurang terampil. Memotong bawang merah atau bawang putih aja, lamaaa. Dulu, saya sering memperhatikan orang yang sedang memotong bawang, kok bisa ya cepet seperti itu. Ternyata kuncinya adalah niat dan terus mencoba, hingga akhirnya terbiasa. Sangat menyenangkan, ketika bisa melakukan hal-hal atau bereksperimen dan akhirnya terbiasa melakukan hal-hal yang dulu kita anggap itu adalah resep yang luar biasa rumitnya. Bingar rasanya hati ini.

Saya harus lebih banyak belajar lagi, karena saya menyadari kemampuan memasak saya juga masih sangat minim. Bagi saudariku yang belum terbiasa memasak atau belum bisa memasak. Mari mencoba, karena memasak itu sangat menyenangkan dan tentunya melimpah manfaatnya. Jangan takut untuk mencoba, jangan takut gagal atau rasanya  nggak enak.

Saya dulu juga masih cupu urusan masak memasak, tapi sekarang Alhamdulillah. Sedikit-sedikit mengerti tentang dapur. Modal saya karena cinta pada suami karena Allah. Meski hasil awal-awal amburadul, sekarang alhamdulilillah. So, jangan takut mencoba saudariku. Orang-orang yang ada di sekitar kita pastilah melihat niat dan semangat kita juga. Meksipun hasilnya masih belum ‘lezat’, tapi ketika kita memasak dengan cinta, mereka pasti akan selalu mendukung kita.

Saudariku, semua itu berawal dari niat. Ketika niat kita karena Allah, insyaAllah segala sesuatu akan dimudahkan oleh-Nya. Memulai selalu segala pekerjaan itu dengan ‘Lillah’, karena Allah, sebut nama Allah, memulai dengan tauhid. Menjadikan standart kebenaran itu jangan hanya yang masuk akal, termotivasi melakukan ketaatan itu jangan karena menguntungkan, tapi karena Allah. InsyaAllah, Allah pun akan memudahkan jalan untuk kita.

Salam Halalan Thayyiban

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s