[129] QiyamQu


Rabbana, betapa meruginya diri ini ketika tidurku hanya penuh dengan lilitan rasa dengki kepada orang lain. Betapa meruginya diri ini ketika mata ini susah terpejam, hanya karena rasa hasad kepada orang lain. Betapa meruginya diri ini, ketika hanya disibukkan dengan mengurusi aib orang lain. Astagfirullah.

Sebuah renungan dari Ust. Fadlan Garamatan dalam Majelis QiyamQu di AQL Islamic Center. Hanya sepotong yang saya tulis, hanya kalimat pembuka yang saya tulis, semoga yang kecil ini bisa bermanfaat untuk pembaca.

“Orang yang mencari syurga pasti hatinya bersih, hatinya tenang. Sehingga tidak ada urusan dengan tidurnya, kecuali bermasyur untuk mendekatkan diri kepada Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Saya minta sejenak kepada para jamaah untuk menutup matanya. Anggap saja kita berada di alam kubur. Tidak ada siapa-siapa, kecuali diri kita sendiri. Silakan matanya dimeram, ditutup. Lihat apa yang Anda lakukan selama ini. Jika Anda bangga menjadi seorang muslim yang baik, apa yang selama ini menjadi kekurangan antum semuanya tolong lihat dengan tepat.

Di depan Anda adalah ibu Anda yang sedang berdiri, ibu Anda sedang lari dengan cepat untuk bertemu dengan Rosulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Tidak lama kemudian ayah Anda juga ikut lari  dengan kencang. Dan Anda ikut berlari dengan cepat untuk mengejar ayah dan ibu Anda. Di depan sana, Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam sedang menanti Anda. Rosulullah lari dengan cepat dan masuk ke dalam syurga Allah Subhanallahu Wa Ta’ala.  Sementara antum penuh dengan ketidakpastian, apakah masuk ke dalam syurga ataukah tidak.

Di saat itulah kalian akan bertanya kepada diri kalian, sampai sejauh mana Anda mencintai islam, sampai sejauh mana Anda berada dalam islam. Sampai sejauh mana Anda menjadikan islam sebagai jalan yang terbaik menuju Allah dan rosul-Nya.

Kini, Rosul sudah berada di syurga Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Di sana juga ada Abu Bakar, ada Umar bin Khattab, ada Ustman bin Affan, juga ada Ali bin Abi Thalib, juga ada sahabat-sahabat yang menyertai. Mereka berlari cepat dan masuk ke dalam syurga Allah Subhanallahu Wa Ta’ala.

Kita belum ada kepastian. Diriku belum ada kepastian. Oleh karena selama ini, kunci-kunci syurga yang terbuang di alam raya, kita biarkan ia tercecer oleh kenikmatan duniawi.

Lihat Rosulullah, tatap Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam. Tatap perjuangannya. Tatap dakwahnya. Tatap semangatnya. Tatap positif thingkingnya. Tatap kedekatannya dengan Allah Subhanallahu Wa Ta’ala. Dan Rosulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa sallam justru damai hidupnya untuk mengantarkan seluruh umat di alam raya ini menuju kepada Allah. Bagaimakah dengan diri kita masing-masing……”

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Semoga diri ini tak menjadi tumbuhan yang kering, di tengah tanah yang subur.

Semoga hati ini tak menjadi kering, akibat melupakan kunci-kunci syurga yang dibiarkan tercecer oleh kenikmatan duniawi.

// //

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s