[124] Hikayat Awan dari Tanah Rantau


Semasa kecil, diri ini sangat penasaran dengan sesuatu yang bernama ‘awan’. Ingiiiin sekali terbang dekat dengannya. Dan, rasa penasaran itu semakin menjadi, ketika Bu guru di sekolah memberi materi tentang proses terjadinya hujan. Awan itu kumpulan dari bintik-bintik air. Begitulah jawaban normatif yang kudapati kala masih berseragam putih-merah. Dalam hati masih terbetik tanda tanya besar. Kalau awan itu bintik-bintik air, kenapa bentuknya mirip kapas.

Dewasa ini aku mengerti bahwa awan merupakan bagian dari siklus hidrologi. Salah satu bukti keagungan Allah.

suamiku

Dua puluh enam Desember lalu, Allah memboyongku dan suami terbang ke pulau Celebes via Garuda. Subhanallah, hal ini yang pernah aku mimpikan semasa kecil. Terbang dekat dengan awan, dan riil sekarang aku berada diantara mereka. Dulu, semasa kecil aku membayangkan terbang meloncat-loncat diantara awan, dan sekarang Allah menjawabnya meski bukan nyata terbang lepas, tapi terkerangkeng dalam besi terbang. Dulu, aku berpikir kalau awan itu empuk seperti kasur yang halus, lantas aku bisa tidur di atasnya. Tapi, ternyata, hehehe.

Petualangan baru pun kembali dimulai, aku dan suami yang sama-sama berdarah jawa bertamu di tanah orang. Di sebuah provinsi mini yang terletak di daratan Sulawesi. Kenapa ku bilang mini? Karena luas wilayah secara keseluruhan dari provinsi ini nggak ada satu persen dari luas Indonesia, hanya sebesar 0,63 persen, hanya 12.435 km2 . Sebut saja, Gorontalo. Tapi jangan salah, meskipun mini banyak yang menarik di sini. Apa itu? Yuk kita intip liputannya.

Alhamdulillah, setiap hari kami disuguhi panorama amboi. Seolah kami hidup dipilin bukit-bukit nan hijau yang belum berpenghuni. Awan-awannya pun menjadi sedemikian rendah. Yang membuat hatiku senantiasa berdecak kagum, dalam setiap pagi, gumpalan putih itu berbaris rendah di bawah bukit.

Provinsi mini, penghuni pun masih mini, berkisar angka satu juta orang. Angka yang terbilang kecil untuk ukuran penduduk sebuah provinsi. Oya, ada lagi yang unik, letak kantor Gubernur di sini berada di puncak bukit lho. Pernah suatu ketika, selepas pulang kantor, aku dan suami mampir ke sana.

“Dek, lihat di sekitar kita ada yang indah,”

Sembari membenahi posisi dudukku bonceng di motor, aku bergegas memperhatikan dengan seksama, mencari-cari apa yang dimaksud suamiku. Subhanallah, meski bukit yang kita lintasi tak terlalu tinggi, tapi selama perjalanan kami menerobos awan-awan halus. Kami juga bisa leluasa melihat awan yang tersangga rendah di seberang. Akhirnya, sampailah kami di depan kantor gubernur.

Gorontalo

Ini dia penampakanku bersama sang awan di depan kantor gubernur hasil jepretan suami tercinta.

Oya, ada lagi cerita lain topiknya ‘dari rantau nyemplung ke dapur’. Berapa hari yang lalu, kawan lama suamiku sms. Intinya smsnya kurang kebih seperti ini,

“Udah ditempatkan tugas dimana Ek?”

“Di Gorontalo”

“Weleh-weleh, penelitian akhirku tentang produksi Jagung di Gorontalo lho Ek”,

Subhanallah. Meski propinsi kecil, ternyata jagung di provinsi ini menarik juga untuk diteliti, bahkan tersohor sampai tanah Purwokerto(*hehehehe).

Berbicara terkait statistik, ternyata jagung merupakan komoditas unggulan dari sektor pertanian di Provinsi Gorontalo. Luas panen jagung mencapai 135.754 hektar di tahun 2011. Luasan ini lebih besar dibandingkan dengan luas panen padi (sawah dan ladang) yang hanya mencapai 52.811 hektar. (Diambil dari publikasi ‘GORONTALO DALAM ANGKA 2012’).

Dari data statistik tersebut, merujuk pada kesimpulan bahwa ‘harga jagung di sini lebih murah’. Apabila dianalisis lebih mendalam dengan melihat variabel-variabel yang memengaruhi, maka kesimpulannya menjadi lebih menarik dan mengerucut. Kesimpulannya adalah ‘Yuk masak dengan jagung’. Bahasa statistik ala koki amatiran.

Jagung Manis yang telah dikupas kulitnya

Jagung Manis yang telah dikupas kulitnya

Di Gorontalo banyak masakan khas bertema jagung, salah satunya Milu Siram atau Binthe Biluhuta. Milu/binthe sebutan untuk jagung, sedangkan siram/Biluhuta artinya disiram.

Milu siram (*gambar hasil googling)

Berhubung baru beberapa minggu di Gorontalo dan belum belajar cara membuat masakan tradisional di sini, akhirnya aku memasak jagung bertema lidah Jowo. Yang sederhana dan nggak ribet buatnya, cocok dipraktikan bagi ‘pemasak’ pemula, tapi tetep enyak untuk disantap dan tentunya hahal. Yuk !!

Bakwan Jagung

Untuk melihat cara membuatnya, bisa klik di sini

Jagung Manis Meses

Untuk melihat cara membuatnya, bisa klik di sini

Hikayat awan. Darimu turun menjadi hujan hingga menjadikan jagung-jagung itu tumbuh. Hikayat awan. Ronamu masih saja menyita ruang dihatiku. Senantiasa indah dengan polesan yang tak pernah sama dalam setiap temponya. Rupa-rupamu yang berkolaborasi dengan cahaya kala senja, membuat hati ini senantiasa ingat. Bahwa kami berdua di sini, masih bernaung di bawah langit yang sama dengan keluarga di seberang sana.

Hikayat awan. Memandangmu, lantas tersenyum, senantiasa membuat hati ini bahagia (*silakan mencoba).

Hikayat awan. Karena awan di tanah rantau dan awan di kampung, tetap Allah jua lah penciptanya.

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS : 55 : 55)

Itulah sekelumit ceritaku di tanah rantau, apa ceritamu?

Artikel ini diikutkan dalam Giveaway Gendu-gendu Rasa Perantau

12 thoughts on “[124] Hikayat Awan dari Tanah Rantau

  1. Jagung manis meses? Kayaknya rasa jagungnya bakal tenggelam, kalah sama rasa meses… Dulu pernah nyoba..
    Makasih ya udah ikutan giveaway-nya🙂

    • klo yang saya buat rasanya masih jagung kok mbak, mesesnya dikiiiit aja,,,
      apa mungkin karna jagungnya asli Gorontalo ya, jadi gak tenggelem (*eaeaea pamer)
      makasih uda ngadain lomba nya mbak🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s