[123] Tadabbur Surah Al Falaq


Ada dua nikmat Allah yang bisa membahayakan kita. Yaitu, nikmat waktu muda dan nikmat waktu luang. Jika tidak cepat-cepat kita sibukkan dengan kebaikan, maka kita akan disibukkan dengan kejahatan. Berhubung libur kerja hari Ahad, yuk kita sibukkan dengan kebaikan🙂

Membuka-buka catatan ngaji membuat hati begitu sumringah. Kembali menjereng memori yang dulu pernah terekam. Senyum pun merekah ketika ingat ukhuwah yang terjalin di jalan Mu ya Rabb.

Tertanggal tiga Maret 2012. Hari itu hari sabtu, seperti biasa, setiap Sabtu siang, Karang Asem No. 23 menjadi tempat mangkal remaja-remaja cinta Qur’an. (*info: klo sekarang tempat mangkalnya sudah pindah tempat ke Tebet Utara I No 40 Jaksel). Sabtu pekan pertama jadwalnya mentadabburi Al-Qur’an, dimulai dari juz 30. Bersama Ust. Umar Makka. Berikut Tadabbur Surah Al-Falaq, dari Lapak Q-Gen (Qur’anic Generation)

Sebelum kami mentadabburi surah Al-Falaq kami diminta Ustadz untuk menulis ayatnya lengkap dengan terjemahannya.

Kenapa harus ditulis sih Ustadz? (*barangkali ada bisik-bisik syetan yang menggelitik, tapi ketika hati ini ikhlas karena Allah, bisikan syetan pasti berlalu. Rasa malas pun lenyap, berganti semangat karena Allah)

Karena saat tiba waktunya nanti tangan inilah yang akan berbicara. Seperti firman Alah dalam QS. Yasin ayat 65

“pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.”

Ketika saat itu tiba. Saat setiap mulut ini tertutup, dan tangan-tangan lah yang berbicara, betapa sedih dan menyesalnya kita ketika tangan-tangan itu berbicara

“Ya Rabb, dulu tanganku ini tidak pernah digunakan untuk menulis Qur’an”

Semoga dengan menulis ayat-ayat Mu, Engkau ridho dan memasukkan hamba ke dalam golongan orang-orang yang Engkau jauhkan dari api neraka. Aamiin.

Setelah selesai menulisnya, yuk kita tadabburi ayat-ayatnya.

  1. Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh,
  2. Dari kejahatan makhluk-Nya,
  3. Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
  4. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul
  5. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.”

Ayat 1, “Katakanlah aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh”

Ada apa dengan subuh? Kenapa bukan siang? Kenapa bukan malam? Bukannya malam juga berbahaya? Bukannya siang juga harus berlindung? Tapi kenapa waktu subuh yang Allah tekankan?

Karena subuh adalah pergantian antara malam dan siang. Karena di waktu subuh terjadi pelaporan catatan amal kebaikan. Karena subuh adalah titik point, permulaan manusia melakukan sesuatu/aktivitas.

Lalu, apa kaitan waktu subuh dengan 4 kejahatan yang Allah disebutkan di ayat setelahnya? (*empat kejahatan di ayat 2, 3, 4, dan 5). Dari kejahatan makhluk-Nya, dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita, dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.

Yuk kita bahas satu persatu, pembahasannya dari ayat 2 sampai 5. Dari keempat kejahatan tersebut apasih kaitannya dengan waktu subuh.

Ayat 2 “Dari kejahatan makhluk-Nya”

Kenapa kita harus berlindung dari kejahatan makhlukNya? Karena semua makhluk berpotensi untuk melakukan kejahatan.

Contohnya: Angin itu bermanfaat tidak? Ya. Bermanfaat untuk berlayar, untuk kincir angin, penyegar pikiran untuk sekedar mencari angin. Tapi angin juga bisa berbahaya. Angin ribut? Angin topan? Putting Beliung? Air itu bermanfaat tidak?Ya. Bermanfaat untuk minum, mandi, mencuci, dll. Coba bayangkan ketika tidak ada air. Tapi, air itu juga bisa berbahaya, contohnya ketika banjir. Contoh lain, pohon di pinggir jalan itu bermanfaat tidak? Ya. Bermanfaat untuk penyedia Oksigen dan membuat perjalanan kita menjadi lebih nyaman. Tapi, ketika pohon itu tumbang?

Allah yang ciptakan kebaikan, tapi kenapa Allah juga yang ciptakan kejahatan?

Inilah jawabannya, apa hubungannya harus berlindung dari kejahatan makhlukNya di waktu subuh. Karena pada intinya semua ciptaan Allah itu berpotensi untuk melakukan kejahatan. Disinilah pentingnya kita harus berlindung kepada Allah. Awalilah berdo’a untuk minta perlindungan dari Allah di awal waktu. Ketika subuh.

Ayat 3 “Dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,”

Di waktu malam itu lebih mudah bagi musuh Allah dalam mengecohkan manusia agar manusia masuk ke dalam golongan yang tidak baik. Karena pada waktu malam manusia merasa tidak diawasi oleh Allah, sehingga potensi kejahatan pun tinggi.

Jika malam tiba, suruhlah anakmu masuk rumah karena syetan paling banyak bertebaran di waktu malam. Dan tutuplah pintu-pintu kalian dengan Bismillah. Karena syetan tidak akan masuk ketika pintu rumah ditutup dengan Bismillah. (Sabda Rosul)—–kalau hadits yang ini karena bermodal catatan jadi belum tau periwayatnya dan belum nemu referensinya. Mohon koreksi jika ada kesalahan.

Dan di waktu malam pula syetan juga lebih mudah bekerja untuk mengangkat syahwat bani Adam dengan perzinaan dan lain-lain. Wujud riilnya, banyak praktik-praktik perzinaan yang terjadi di malam hari.

Sihir yang keluar di malam hari pun lebih kuat. Sehingga banyak kasus penculikan, pencurian, penipuan, dll di malam hari.

Begitu banyaknya bahaya di malam hari. Maka, kita diperintahkan oleh Allah untuk berlindung mulai dari waktu subuh.

Sudahkah kita berdo’a pada Allah ketika keluar rumah? Berdo’a agar kita dilindungi Allah, agar tidak disesatkan orang lain juga agar kita tidak menyesatkan orang lain.

Ayat 4 “Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul”

Kenapa wanita? Kenapa bukan pria?

Apa hubungannya tukang sihir dengan waktu subuh? Bukankah waktu subuh penyihir belum bangun?

Kenapa wanita, karena terkait dengan asbabun nuzul surah Al –Falaq, terkait dengan wanita yang menaruh buhul untuk menyihir Rosul. Buhul-buhul itu apa sih? (*untuk lengkapnya baca lagi di sini).

Alasan lain, kenapa wanita? Karena wanita mempunyai potensi untuk menyihir, yaitu wanita yang tidak ada agama di dalam dadanya. Wanita yang suka menggoda ke jalan yang tidak benar. Wanita yang berpakaian, tapi telanjang, yang mengajak manusia ke dalam keburukan.

Ayat 5 “Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki.”

Dengki/hasad. Dalam kehidupan, banyak kejadian yang timbul bermula dari hasad.  Karena sifat hasad, Adam keluar dari syurga. Karena hasad, terjadilah peristiwa pembunuhan pertama di muka bumi, ketika Qabil membunuh Habil.

Hasad itu pusatnya di hati. Dan yang perlu kita ingat bahwa sifat hasad tidak hanya terjadi pada orang jahat saja. Contohnya, antar Ustadz saja bisa juga timbul sifat hasad, ketika tidak senantiasa berlindung kepada Allah. Begitu pesan Ustadz Umar kala itu.

Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang senantiasa dalam kebaikan. Karena orang yang terkena penyakit hati akan susah melihat kesalahan pada dirinya.

Mari awali hari kita dengan berlindung kepada Allah, berlindung mulai dari waktu subuh. Awalilah berdo’a untuk minta perlindungan dari Allah di awal waktu. Ketika subuh. Berlindung dari berbagai jenis penyakit hati yang sering tanpa kita sadari telah masuk dalam hati kita, dan mencemari niatan kita.

Semoga kita termasuk orang-orang yang ringan untuk menajalankan shalat subuh tepat waktu. Karena orang yang berat untuk shalat Subuh, adalah orang-orang yang munafik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s