[118] Berqurban dengan yang Terbaik


Pesan penting dari sosok Abdurrahman bin ‘Auf Radhiallahu ‘anhu. Sahabat Rasulullah yang telah disebutkan sebagai salah satu calon penghuni syurga.
“Mari menjadi seorang pemimpin yang mengendalikan hartanya, bukan seorang budak yang dikendalikan oleh hartanya”

——————Bismillah—————-

Dari awal pernikahan, saya dan suami berencana untuk mengalokasikan uang pada pos-pos yang telah disepakati. Salah satunya adalah pos Qurban. Kami berencana membuat kotak khusus untuk pos Qurban. Alhamdulillah, dimudahkan oleh Allah. Suatu hari, saya dan suami membeli gelas. Alhamdulillah gelas itu berbungkus kardus. Akhirnya kardus itu di make over, dibalut kain flannel dan jadilah kotak Qurban.

Cara membuatnya sederhana kok teman-teman. Tempel kain flannel ke kardus dengan lem.

Ini contoh kota Qurban kami.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Kotak Qurban bisa ditaruh di kamar agar kita senantiasa ingat untuk selalu menyisihkan rejeki yang diberikan oleh Allah🙂

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Mari mengisi setiap hari, sehingga pada waktunya mendekati hari raya Qurban nanti, isi dari kotak kecil ini bisa menjelma menjadi seekor kambing, atau malah seekor sapi, atau onta, MasyaAllah.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Oya, ada pintu di kotak kurban ini, jadi kalau tahun ini dibuka dan diambil uangnya untuk berqurban, kotaknya masih bisa dipakai lagi untuk Qurban ditahun selanjutnya🙂
mari kita sembelih sifat kebinatangan diri yang cenderung pada dunia*pesan dr guru ngaji Ust. Bachtiar Nasir

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Ketika menjelang hari raya Qurban, betapa bahagia hati ini saat isi dari kotak ini berubah menjadi hewan Qurban yang terbaik dari niat kita yang terbaik. Misalkan, setiap hari kita masukkan dua ribu rupiah  saja (Rp 2.000, 00), berapa dalam 1 tahun? Subhanallah. Ini hanya pemisalan. Tentunya setiap pribadi punya interval sendiri-sendiri.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

—Ada cerita—

Alkisah, ada cerita dari sebuah rumah reot di desa terpencil. Seongkok rumah yang hanya terdiri dari satu kamar lusuh. Seorang nenek renta yang berprofesi sebagai buruh cuci adalah pengguni tunggal rumah itu. Yang menarik dari kebiasaan si nenek adalah, beliau selalu memasukkan uang ke dalam kotak kecil yang berada di kamarnya. Sebuah kotak kecil yang telah bertahun-tahun ikut menjadi penghuni kamarnya. Di suatu hari di awal bulan Dzulhijah, Sang nenek menyodorkan kotak kecil tersebut kepada tetangganya. Sang nenek meminta tolong kepada tetangganya agar isi dari kotak kecil itu dibelikan seekor kambing.

“Nenek hendak berqurban tahun ini, Nak”, ucap Sang nenek kepada tetangganya.

MasyaAllah. Betapa indahnya hidup ini, ketika kita mampu menyembelih sikap kebinatangan diri kita. Mampu menyisihkan dari rejeki yang telah Allah berikan, dan tidak hanya habis untuk kepentingan duniawi.

Dari kisah Sang nenek tersebut tersirat bahwa siapa pun kita, berapa pun penghasilan kita, berapa banyak hutang kita. Kita punya kesempatan untuk berqurban. Kita punya kesempatan untuk mendapatkan ganti yang lebih indah dari Allah, ibarat sebanyak bulu hewan yang telah kita qurbankan. Karena kekayaan seseorang dilihat dari seberpa berat ia mengalokasikan hartanya di jalan Allah, karena sesungguhnya harta ini milik Allah.

Teman-teman tau lagu potong bebek angsa? Kata guru ngajiku, lirik dari lagu itu kurang bagus untuk diajarkan pada anak-anak. Salah satu alasannya, masak sih, dari kecil udah diajarin dansa serong kanan kiri. Emang ngaruh ya? Yaaa, karena alam bawah sadar itu ada (*infonya di sini). Naaah, dengan irama yang sama dengan lagu itu, kita ubah liriknya menjadi seperti di bawah ini. Nadanya seperti lagu potong bebek angsa, yuk dicoba

Potong hewan Qurban

dengan yang terbaik

Allah minta taqwa

tidak minta dagingnya

Ayo berqurban

Ayo berqurban

La la la la la la la la la

Mari berQurban dengan yang terbaik. Bismillah

2 thoughts on “[118] Berqurban dengan yang Terbaik

  1. Ping-balik: Akal Sadar vs Akal Batin « Endri Notes

  2. Ping-balik: [74] Belajar Mengelola Harta Titipan dari-Nya di Awal Pernikahan | Endri Notes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s