[104] UANG ITU HANYA MITOS


Ilustrasi sederhana, apabila posisi kita menjadi seorang Bapak, lantas anak kita bertanya, “Kenapa Bapak bekerja? Apa yang bapak cari?”

Ketika kita sebagai bapak disodori pertanyaan seperti itu, jawaban seperti apa yang akan kita berikan pada anak kita. “Bekerja untuk mencari uang kah?” Oh, No, begitu naifnya diri ini ketika kita bekerja hanya untuk mencari mitos. Kenapa mitos? Karena uang itu hanyalah mitos. Apa bedanya uang dengan tisu? Tidak ada bedanya. Kita anggap tisu karena terjadi kesepakatan indra dengan memori kita. Tisu terbuat dari bubur kayu, apabila kita ingin melihat bagian terkecil dari tisu kita masukan potongan tisu yang kita anggap terkecil ke dalam air untuk melihat bagian terkecil. Bagian terkecil dari suatu benda adalah atom yang tidak pernah terindra oleh mata manusia. Dalam atom terdapat elektron-elektron, dan di dalam elektron terdapat proton dan neutron yang tidak bermasa. Hakekatnya tisu itu berasal dari kumpulan yang tiada, begitu juga dengan uang. Karena yang ada hanya Allah.

Nauzubillah ,jangan sampai selama ini kita bekerja untuk uang. Jangan sampai uang menjadi Tuhan kita. Jangan sampai uang menjadi tolok ukur kepuasan kita. Betapa mirisnya hidup kita apabila hidup hanya untuk uang, terlalu monoton.

Karena, apakah dengan uang yang banyak, ketentaraman kita terjamin? Apakah dengan uang kita bisa terhindar dari malapetaka, bencana, atau pun wabah penyakit? Apakah dengan uang bisa membeli kebahagiaan? Apakah ketika kita mati, uang yang kita miliki akan kita bawa? TIDAK. Allah lah Maha segala Maha.

Lantas apa yang kita cari? Apa tujuan kita bekerja? Apa niat kita dalam bekerja? “Karena Allah”.

Jadi, apa jawaban kita ketika kita ditanya anak kita, “Kenapa Bapak bekerja? Apa yang bapak cari?” Jawab lah, “Untuk mencari Allah”. Kenapa untuk mencari Allah? Apa maksudnya? Maksudnya untuk mencari ridho dan rahmat Allah. Subhanallah.

Seperti biasa, kajian Kamis malam melanjutkan tadabbur surah Al Baqarah. Di penghujung tadabbur, ada yang menanyakan formula apa yang bisa merubah mind set kita, agar kita bisa berpikir bahwa uang bukanlah segala-galanya.

Ustadz Bachtiar Nasir menjawab:

Yang pertama ‘jangan sering-sering bawa uang’. Kemudian ‘kalau bawa uang, sering-seringlah sedekahkan’. Karena bukan berarti tak ada uang, kita nggak bisa jalan. Penyelesaian dari masalah pun, tak selamanya menggunakan uang. Tetap jalankan ikhtiar, dan sering-sering lah berpisah dengan uang.

Ringkasnya:

  1. Hidup jangan cari uang. Jika selama ini kita melakukan itu. STOP. Carilah ridho dan rahmat Allah
  2. Kalau uang sudah dikantong, jangan pernah tempatkan uang itu dihatimu.
  3. Sering-sering memberi karena Allah. Sebab, perolehan itu bisa diperoleh dengan memberi. Itulah yang terbaik, terus bekerja tapi bukan karena uang. InsyaAllah, kita akan bisa lebih bebas. Enak dan nikmat hidup ini. Jadilah pemimpin besar bukan karena uang.

____ngaji bersama UBN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s