[88] Tentang ‘Muhajir Ummu Qais’, Tadabbur Hadist Pertama


Sabtu (14/04/2012), aku bersama komunitas remaja cinta Qur’an melanjutkan belajar [tadabbur] Hadist. Setelah mendapat materi pengertian hadits, pembagian hadits menurut periwayat, tingkatan hadits, dll pada pertemuan sebelumnya di bulan Maret, sekarang Q-Geners melanjutkan untuk belajar terkait hadits Ar-Ba’in.

 “Tidak sah, orang yang shalat tanpa niat. Juga tidak mendapat pahala apa-apa, orang yang berpuasa tanpa niat.”

Dengan tegas, kalimat-kalimat itu dipaparkan oleh Ust. Rusdyi kepada Q-Geners sabtu kemarin. Hal ini disampaikan berkaitan dengan materi hadits pertama pada Hadits Arba’in An-Nawawi, yang membahas tentang pahala pekerjaan ditentukan oleh niatnya.

Amirul Mukminin Abi Hafs Umar bin Khattab ra berkata, Aku mendengar Rosulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya amal perbuatan itu disertai niat dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barang siapa yang berhijrah hanya karena Allah dan Rosul-Nya maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rosul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan”

Ust. Rusdyi kemudian bertanya pada para Q-Geners. Kenapa hadits tentang niat ada pada urutan yang pertama?? Seberapa besarkah pentingnya niat??

Abu Dawud berkata, “hadits ini (maksudnya hadits yang pertama ini) adalah setengah dari agama islam”.

Kenapa setengah? Karena agam islam bertumpu pada 2 hal, yaitu : lahiriyah (amal perbuatan) dan bathiniyah (niat). Banyak orang yang secara lahir bisa menghafal hadits, bahkan orang yang tidak berkepentingan punbisa menghafal Al-Qur’an, TETAPI bagaimana jika batin dan jiwanya tidak meyakini??? Disinilah letak betapa pentingnya niat itu.

Disebutkan juga oleh Iman Ahmad dan Imam Syafi’ie, ia berkata, “Hadits ini mencakup sepertiga ilmu”.

Kenapa sepertiga? Karena perbuatan manusia terkait dengan 3 hal, yaitu: hati, lisan, dan anggota badan. Sedangkan niat ini letaknya di hati, maka dari itu dikatakan sepertiga dari ilmu.

Sababul Wurud (latar belakang lahirnya hadits)

Ceritanya, ketika itu Rosul hendak berhijrah dari Makkah ke Madinah, kemudian ada seorang laki-laki yang akhirnya ikut berhijrah ke Madinah, tapi dengan niatan agar lamarannya diterima oleh Ummu Qais. Akhirnya lahirlah hadits ini.

Dari Ibnu Mas’ud ia berkata bahwa diantara kami ada seorang laki-laki yang melamar seorang wanita bernama Ummu Qais. Namun wanita itu menolak sehingga ia berhijrah ke Madinah. Maka laki-laki tersebut ikut berhijrah dan menikahinya.

Said Ibnu Mashur meriwayatkan dalam kitab sunahnya dengan sanad sebagaimana syarat bukhari dan muslim bahwa Ibnu Mas’ud berkata, siapa yang hijrah untuk mendapatkan kepentingan duniawi maka pahala yang didapat sebagaimana yang didapat oleh laki-laki yang hijrah untuk menikahi wanita bernama Ummu Qais hingga ia dijuluki “muhajir Ummu Qais”.

Semoga kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang dijuluki “muhajir Ummu Qais”. Menjalankan shalat, puasa, dan ibadah lainnya ikhlas karena Allah. Ikut mengaji karena Allah, bukan karena ingin bertemu dengan si fulan. Kalau ngaji hanya karena si fulan, kemudian ternyata si fulan memilih menikah dengan si fulana, ujungnya nggak ngaji lagi. Semoga kita menjadi hamba yang senantiasa lurus niatnya. Karena Allah. Semua karena Allah. Amin.

Rosulullah SAW bersabda,”hendaklah yang hadir dari kalian menyampaikan kepada yang tidak tahu”

—Q-Geners= para Qur’anic Generation—

2 thoughts on “[88] Tentang ‘Muhajir Ummu Qais’, Tadabbur Hadist Pertama

  1. Itulah salah satu poin penting dalam beramal…bagaimana menjaga agar niat kita tetap utuh karena Allah, tidak hanya diawal ketika akan memulai amalan, tetapi ditengah dan diakhirnya pun harus tetap utuh semata-mata karena Allah..

    Semoga hati kita dapat selalu terjaga agar tetap ikhlas dan tulus beribadah karena-Nya.

    Nice posting…^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s