[85] Hari Gini Masih Percaya Dukun?


Kalau tempo doloe tu ada pepatah “cinta ditolak dukun bertindak”. Patah hati, lantas mbolang ke mbah dukun, minta resep plus mantra ini itu. Ada yang minta awet muda, enteng jodoh, laris manis, bisnis lancar, panjang umur, dll. Hadeeeh nggak  banget deh. Sungguh itu perbuatan syirik, alias menyekutukan Allah. Padahal syirik adalah dosa terbesar dan tidak terampuni. Nauzubillah.

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar. (QS: An Nisaa’ : 48)

Dalam ayat 116 surat An-Nisa juga ditegaskan kembali:

Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan dia mengampuni dosa yang selain syirik bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya. (QS: An Nisaa’ : 116)

Kalau zaman sekarang masih berlaku nggak si main dukun? Jangan kira setelah zaman serba digital, dukun pun tereliminasi. Fakta di lapangan menunjukkan, masih banyak kita liat fenomena syirik bahkan malah terang-terangan digemborkan lewat media iklan. Contohnya dukun zaman sekarang ini: Ketik REG spasi berbau ramalan, zodiak bla bla bla. Sesungguhnya zodiak, segala bentuk ramalan, garis tangan keberuntungan, memohon berkah pada pohon besar yang bertuan dll itulah contoh syirik yang mungkin tanpa kita sadari mulai akrab dengan keseharian kita. Menelusup dengan lembut bahkan tanpa kita sadari. “Jangan pergi ke pantai A dengan baju ijo, bahaya. Jangan makan di depan pintu ya, pamali. Mitosnya kalau kau pakai kalung bawang putih ini, kau akan selamat. Mintalah restu dari mbah Bejo yang tinggal di pohon besar di perempatan jalan, biar ujianmu lulus. Letakkan kembang mawar dan kemenyan ini di jembatan agar kau selamat dalam perjalanan. Baca majalah halalaman 23, liat warna dan hari keberuntunganmu minggu ini. Coba lihat garis tanganmu, bisa kelihatan tu sampai umur berapa kau hidup”.

Nauzubillah. Semoga kita termasuk dalam golongan orang yang terjerumus dalam kesyirikan, menjadikan sesuatu tandingan untuk Allah. Dengan percaya dengan klenik seperti itu, sama artinya kita percaya pada selain Allah. Syirik. Padahal dosa syirik itu tidak terampuni, kecuali kalau kita bertaubat mohon ampun pada Allah. Kerugian lain imbas dari perbautan syirik adalah: menghancurkan segala amalan, membuat pelakunya jauh dari Allah, diharamkan syurga.

So, kita harus pandai memilah dan memilih segala macam versi gaya hidup. Jangan jadikan fasilitas yang ada di sekitar kita menjadi media syirik. Jangan jadikan handphone menjadi jelmaan dukun. Jangan hamburkan uang kita untuk membeli majalah berbau syirik full ramalan.

Persoalan lain, umat islam sekarang sudah seperti Bani Israil. Kenapa? Karena sama-sama percaya dengan dongeng-dongengan. Sebagian dari mereka tidak bisa membaca atau memahami kitabnya sendiri. Dulu Bani Israil hanya mempercayai dongeng-dongengan dari nenek moyang dan akhirnya melakukannnya tanpa memahami apa yang ada dalam kitab Taurat. Tak jauh beda dengan fenomena saat ini. Melakukan karena ikut-ikutan, mitos kah, pamali kah, bahkan ikut-ikutan yang berbau islami. Hasil USG menunjukkan anak laki-laki, lantas baca surat Yusuf. USG anak perempuan, lantas sibuk baca surat Maryam. Surat Yasin dijadikan lonceng kematian. Ayat kursi ditempel di dinding sebagai penangkal syetan.

Jadilah pribadi yang berjalan dalam kebenaran dengan kembali ke Al-Qur’an dan As-Sunnah.

2 thoughts on “[85] Hari Gini Masih Percaya Dukun?

  1. Menu tadabbur Q.S. 2 : 54 ketika Ust BN menyinggung tentang syirik yaa…berawal dari pembahasan taubat dan dosa…ternyata berujung ke ‘mbah dukun’ dalam tulisan ini…:)

    renyah, enak dibaca seperti biasa, terus ditingkatkan lagi dari segi isinya.
    smangat nulis!
    semoga berkah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s