[80] Jakarta, Suatu Ketika Pasti “Kau” Ku Rindukan,


Sekitar pukul lima sore. Macet lagi macet lagi. Fenomena yang akrab dalam perjalanan pulangku dari kantor Badan Pusat Statistik RI (BPS RI) menuju kostanku di area Otista Jaktim, lebih tepatnya di Kebon Nanas Selatan. Aku duduk manis di dalam busway dengan rute selter Pasar Baru Timur menuju selter Gelanggang Remaja.

Sore itu hujan rintik mewarnai ibukota negeriku. Menikmati suasana kemacetan Jakarta bersama rekan seperjuanganku. Kami berdua duduk lesehan di samping kiri pak sopir busway, duduk manis dengan posisi membelakangi pak sopir menghadap ke pintu samping. Sebut saja Gita Aurora. Sahabatku yang periang dan penuh semangat duduk di sebelah kiriku. Mirip berada dalam bejana kaca berjalan. Meskipun bukan duduk di kursi yang telah disediakan, tapi kami tetep merasa beruntung duduk di tempat yang mungkin masuk kategori tempat duduk favorit  dalam busway ketika ramai penumpang “lesehan dekat sopir busway”. Yaaa, kondisi berdesak-desakan. Berdiri sana-sini, sering menjadi pemandangan rutin dalam busway, terlebih di jam pergi dan pulang kerja. Woooow, kaya peyek teri dalam bejana kaca.

Bulatan-bulatan air mirip embun menempel di dinding kaca pintu luar, tepat dihadapanku. Fuuuuuihh, menambah syahdu nian perjalanan pulang ini. Dengan aksesoris headset kami (aku dan Gita) bersmsan ria. Haaaa lucu nian, sebelahan aja smsan.


Opiniku—Kalau di Jakarta tu, kita harus lebih pintar memanfaatkan waktu, karena kadang tanpa kita sadari kemacetan akan mencuri sebagian besar dari waktu luang kita. Headset, buku bacaan,atau benda2 lain mungkin bisa menjadi solusinya—

Masih cerita di dalam busway. Pikiran melambung, sok serius. Kalau nanti penempatan dinas ke daerah, aku akan rindu kota ini. Belum jelas juga kapan ke daerah. Bagaimana dengan Utsmani? Ar rahman? ehmmm aku sok serius mikirin ini. Yakin, Allah memberikan yang terbaik.  (3 Feb 2012)

Berbarengan dengan aksi “puncak demo” terkait kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM per 1 April 2012. Selasa, tertanggal 27 Maret 2012. Kami yang tersebut sebagai “peserta magang CPNS lulusan 2011” dikumpulkan dalam rangka briefing dengan pimpinan BPS di gedung 1 lantai 10. Berdurasi sekitar 3 jam, kami mendapat pengarahan langsung dari Pak Suryamin (kepala BPS RI) dan juga beberapa perwakilan dari Biro Kepegawaian. Tentang reformasi birokrasi, SKB 3 menteri, moratorium beserta akibatnya terhadap penundaan pengangkatan, pengecualian untuk lulusan sekolah kedinasan, persetujuan prinsip, prajabatan, PP 53 tentang disiplin pegawai, dll. Ini itu tercatat ringkas di buku kecil ku.

And finally, kami akan tetap magang sampai SK CPNS turun, diperkirakan sampai September. Yaaa, kami memang masuk dalam pengecualian moratorium, tapi tetap harus mengikuti prosedur, lulusan sekolah ikatan dinas ditata ulang dalam pengangkatannya. Efeknya, pengangkatan lebih lambat jika dibanding tahun2 sebelumnya. Menunggu persetujuan prinsip, sekitaran April. Administrasi perekrutan sekitaran Mei-Juli. Keluar SK sekitaran Agustus-September.

Inilah keputusan yang harus diterima oleh aku beserta 260 temanku. Akhirnya mendapat sedikit pencerahan akan nasib kami.

Dalam setiap peristiwa pasti ada hikmah. Alhamdulillah, masih punya waktu lanjut Utsmani, semoga bisa sampai tahfizh, amin amin. Masih bisa belajar dari Ust. BN di Ar rahman. Alhamdulillah bisa “prepare” dan segera direalisasikan.

 Jakarta oh Jakarta,

Tiap hari penuh cerita,

Hari ini banyak berkumpul masa di beberapa titik: Istana Negara arah harmoni menuju istana, jalur MH Tamrin menuju Istana, arah gedung DPR/MPR RI, arah jalan S Parman menuju Pejompongan, jalur Bundaran HI, arah jl. Jendral Sudirman menuju Dukuh Atas-Tanah Abang. Kata berita 30 ribu TNI dan polisi, jaga demo BBM di Jakarta.

Jakarta oh Jakarta, suatu ketika “kau” pasti kurindukan. Karena ditempat inilah ku dipertemukan dengan cinta^^

One thought on “[80] Jakarta, Suatu Ketika Pasti “Kau” Ku Rindukan,

  1. Ping-balik: [167] Sepotong Cinta | Endri Notes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s