[74] Belajar Mengelola Harta Titipan dari-Nya di Awal Pernikahan


Penting gitu ngomongin keuangan di awal pernikahan?

Risih nggak sih, bahas gituan di awal pernikahan?

Aduuuh, males deh. Ngrusakin momen indah aja.

Uuups, jangan tabu dulu untuk masalah yang satu ini, teman. Ternyata perlu dan penting juga lhooo, membicarakan perihal keuangan di awal pernikahan. Mengingat, uang sangat berpotensi menjadi salah satu penyebab masalah dalam keluarga nantinya. Terlebih untuk muslimah yang nantinya akan dilantik menjadi menteri keuangan. Harus banyak-banyak belajar ni. Meskipun, suaminya nanti telah merencanakan dan mempersiapkan segala sesuatunya. Tapi, tetap perlu dan penting juga peran istri dalam mengelolanya. Karena banyak, belum tentu menjadi cukup tanpa pengelolaan yang benar. Tapi, sedikit bisa menjadi cukup plus merata dengan pengelolaan yang benar.

Lebih enak kalau pasangan sama-sama sadar untuk membahas ini. Kalau cuma salah satu pihak yang tahu, mulailah ajakan untuk pembicaraan ini saat makan malam misalnya. “Mi, nanti bahas keuangan sebantar ya, ada yang mau Abi sampaikan”. Hooo, insyaAllah lebih nyaman dan tak membuat pihak lain tersinggung. Kalau sama-sama nggak sadar, yaaaaa, heeeee, diluar konteks.

Luangkanlah waktu khusus untuk membahas terkait pengelolaan uang. Nggak  perlu dibuat rempong juga. Cari momen dan bikin suasana yang asyik. Nggak didesain kaya mau sidang paripurna, nanti malah kaku dan nggak nyaman. Santai saja, dan tetap romantis tentunya (*heehee).

Pastikan jujur, saling percaya dan terbuka, Rencanakan sedini mungkin, Rawat komitmen dan Evaluasi

Lebih baik hitung ini sejak awal

Berapa penghasilan suami?

Penghasilan istri? Kalau mungkin ada

List tanggungan masing-masing kalau memang ada

Masih adakah hutang?

Klasifikasikan kebutuhan mendesak yang harus disegerakan

Oya, perlu juga dipikirkan, adakah acara rutin suami. Jangan mentang-mentang jadi menteri keuangan, lantas semua uang dipegang istri, haaaaa. Misal suami ada acara rutin pergi dengan kawannya makan di luar. Intinya, jangan perlakukan suami seperti anak kecil. Anak kecil kan misal mau beli sesuatu, “Ma, minta uang Ma”, heeeee.

Karena harta nyata kita adalah yang kita sedekahkan atau kita infak-kan di jalan-Nya.

Satu lagi, jangan lupa untuk zakat ya. Zakat itu bukan hanya zakat fitrah menjelang shalat Id, tapi ada juga zakat yang wajib bagi kita, yaitu zakat mal. Jangan sampai kita menikmati gaji kotor karna tidak dipotong zakat.

Sediakan juga pos untuk berkurban. Kalau belum mampu? Yakinlah kita mampu. Semua berawal dari niat. Allah pun juga akan membalas dengan yang lebih baik, sebanyak bulu hewan yang kita kurbankan. Silakan baca juga di sini.

Yang lebih indah lagi, adalah sedikan pos untuk sedekah, baik langsung atau pun tidak. Maksudnya begini. Apabila memang seharian tidak keluar rumah, tidak ada kesempatan untuk bertemu dengan orang yang hendak disedekahi. Caranya, sediakan kotak khusus di rumah untuk kotak sedekah. Rutin mengisi di situ, jadi kalaupun pas tidak keluar rumah, akan tetap bisa berinfak.

MasyaAllah, rasanya begitu bahagia ketika kita bisa memberikan sesuatu kepada saudara kita.

5 thoughts on “[74] Belajar Mengelola Harta Titipan dari-Nya di Awal Pernikahan

  1. setuju banget. emang penting banget buat ngomongin masalah keuangan di awal pernikahan. kalo lagi ngobrol romantis, sekalian aja ngomongin rencana keuangan jauh ke depan, misalnya anggaran pendidikan anak dan investasi ^_~d

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s