[68] Doktrin, Bohong = Mulia ??


 “Jujurlah dalam kebenaran meskipun dalam keadaan salah”

Sebait kalimat yang ringan terucap, tapi barangkali untuk saat ini mulai tipis dalam aplikasinya. Sebuah doktrin baru yang mulai menjangkit masyarakat adalah “bohong=mulia”.  Bagaimana bisa hal itu terjadi? Ketika seseorang merasa mulia apabila ia berhasil melakukan kebohongan untuk menutupi kesalahan. Dan ketika seseorang merasa dirinya akan menjadi hina ketika ia jujur akan kesalahannya. Hal ini lah yang secara tidak langsung, akan menimbulkan keyakinan dalam alam bawah sadar bahwa ‘akan menjadi mulia dengan berbohong’. Semoga kita bukan termasuk dalam golongan itu.

Saudaraku, terlalu mudah bagi Allah untuk menolong kita apabila kita mau membuka pikiran dan hati kita. So, kenapa kita harus rela membeli kemuliaan duniawi dengan berbohong??

Apakah karena kita takut menghadapi hari esok, dan menimbulkan depresi?

Apakah karena cemas akan perbuatan yang lalu, sehingga menjadikan kita stress?

Mari berpikir dengan benar dan mengembalikan kepada Al-Qur’an. Apabila tidak, maka akan terjadi berbagai penyakit jiwa yang bermacam-macam bentuknya akibat ketakutan akan hari esok dan kecemasan akan yang lalu. Contoh penyakitnya:  cemas ketika telepon berdering kah, takut ketika ada tamu datang kah, was was ketika baca berita di koran kah, pucat ketika hendak pergi ke kantor kah. Itu lah imbas apabila kita [gemar] berbohong. Apa sih untungnya bagi kita? Bukankah akan menjadi lebih bahagia hidup ini apabila kita jujur? Karena harta tak bisa menjamin ketenangan. Karena kemuliaan duniawi di atas kebohongan hanya sekedar fatamorgana di tengah oase“…, Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenang. (QS: Ar-Ra’ad : 28)

Saudaraku, masihkah kita ragu akan Allah ?

Allah lah yang Maha Kuasa. Allah tahu berapa jumlah ikan-ikan penghuni laut, yang bahkan manusia pun sangat lemah untuk sekedar menghafal nama-nama ikan seluruhnya. Allah lah yang mengatur setiap tetesan air hujan, setiap tetes telah di design oleh Allah untuk jatuh di rerumputan. Tepat sesuai presisinya. Setiap tetes tak akan pernah tertukar.

__Ust. Bachtiar Nasir, 14 Januari 2011_Masjid BI

2 thoughts on “[68] Doktrin, Bohong = Mulia ??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s