[55] Aku Ingin Selalu Mengingatmu__Tentang Kematian


(gambar hasil googling)

Dalam heningku, ada senyum yang menggoda ruang hati. Dingin. Beku. Kaku. Tak ramah.

Salahku. Aku sering melupakanmu, padahal nyata kau begitu dekat. Aku sering melalaikanmu, padahal kau setia menantiku. Aku sok tak peduli atasmu, padahal kau selalu mengintaiku dalam setiap waktu. Aku sering terlena dengan gemerlap kesibukan, dan membuatku lupa kalau kau telah menantiku diujung jalan itu. Ujung jalan penuh kepastian. Pasti. Pasti terjadi, tapi tak tahu kapan.

Dalam sepiku, ada isyarat agar aku selalu mengingatmu. Kepastian akan perjumpaan denganmu. Perjumpaan yang membuat jantung ini berhenti berdetak, nafas tertahan, badan gemetar, telinga menjadi dingin, darah berubah menjadi asam, dan tenggorokan berkontraksi. Perjumpaan yang dimulai dengan habisnya stok oksigen di otak.

Kematian…

Seakan aku lalai, kalau tubuh ini bukanlah resmi milikku. Kalau pun ditanya, aku juga tak punya kuitansi atas tubuhku ini. Yaaa, aku bukanlah pemilik resmi. Seolah aku lupa, kalau suatu ketika darahku akan berubah warna, otot kehilangan kontraksi, dan isi kandung kemih keluar tanpa izinku. Sel-sel otak tewas secara massal, dan otakku benar2 berhenti berpikir. Pupil mataku akan membesar dan berselaput, bola mata mengkerut karena kehilangan tekanan darah. RIGOR MORTIS adalah fase dimana keseluruhan otot tubuh menjadi kaku, rambut berdiri terkesan tetap tumbuh setelah mati. Suatu saat nanti, otot akan kaku. Kulitku menghitam, suhu tubuhku menurun drastis.

Bahkan 24-72 jam setelah pertemuan denganmu. Isi perutku membusuk oleh mikroba dan pankreas mulai mencerna dirinya sendiri. Setelah 3-5 hari akan perjumpaan itu, darahpun menetes keluar dari mulut dan hidungku. Aku akan seperti itu. Setelah 8-10 hari, warna tubuhku berubah menjadi hijau kemerah2an berbarengan dengan membusuknya darah. Setelah beberapa minggu perjumpaan itu, rambut, kuku, dan gigiku mudah sekali terlepas. Lewat satu bulan, kulitku mencair. Berganti tahun, hanya tulang2lah bukti riil kalau tubuhku pernah ada di dunia…

Yaaa, itulah aku suatu saat nanti. Tapi, seolah aku sok kuat, merasa angkuh atas kepemilikan tubuh ini. Ya Rabb, mudahkanlah aku untuk selalu mengingat pertemuan itu.

Dalam harapku, aku ingin selalu mengingatmu. Karena kaulah, yang memotivasi agar aku menjaga polah dan tingkahku. Karena dengan mengingatmu, aku tersadar akan bekal yang serba kurang dari diriku. Miris melihat sikap egoisku akan kepentingan diriku. Padahal diriku, bukanlah milikku.

Aku ingin selalu mengingatmu. Pertemuan akan suatu kepastian. Perjumpaan dengan pemilik nyawaku.

#fase kamatian diperoleh dari berbagai sumber…

6 thoughts on “[55] Aku Ingin Selalu Mengingatmu__Tentang Kematian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s