[53] Obat Galau-Muawidzatain- Tadabbur surah An-Nas dan Al-Falaq


Duduk di depan layar, tapi tak jelas pikiranku kabur kemana. Rasanya ingin berteriak dengan kencang, tapi setelah kupikir2, itu terkesan konyol. Medan magnet dalam hatiku seolah telah kehilangan kendali. Jarum hati, yang seharusnya berputar tepat sesuai dengan amanah, malah bergerak acak. Jarum di hatiku itu besi. Yang seharusnya menurut aturan magnet hati, dimana kutub utara tak akan pernah bersatu dengan sesamanya. Tapi apa yang terjadi?? Jarum hati itu malah justru menusuk-nusuk dinding magnet hatiku. Mengoyak tanpa aturan. Membuat hatiku merasa cemburu yang tidak pada tempatnya, Yaaaa, mereka bilang itulah “galau”.

Galau itu semacam kosakata baru yang mulai merevisi kedudukannya di kancah kamus anak muda. Menjadi problema ababil, tapi disisi lain malah menjadi bahan becandaan teman2nya. Itulah duniaku, dunia yang tak baru lagi bagiku, dunia pasca sragam abu2^^

Saudara-saudariku yang selalu dalam lindungan Nya. Sebenarnya obat apa sich, untuk mematikan kegalauan itu??? Di sini, saya akan share terkait obat galau. Bismillah.

Diantara kita, pasti sudah tak merasa asing lagi dengan surat An-Nas dan Al-Falaq, bahkan mungkin kita sudah hafal diluar kepala sejak masa SD atau bahkan TK. Tak jarang menjadi surat favorit, manakala kita sedang shalat^^. Dan barangkali, ada diantara kita yang [mungkin] menggerutu atau bahkan suuzon ketika imam shalat kita membaca surat itu (ahhh, hafalannya cuma itu-itu saja). Tapi, kawan, taukah kita bahwa kedua surat itu mempunyai kedasyatan arti, mari kita mencoba mentadaburinya.

Dua surat itu ( An nas dan Al-Falaq) adalah dua surat perlindungan. Atau dua surat  Muawidzatain. Kenapa disebut surat perlindungan???Karena kedua surat tersebut diawali dengan kata “Qul a’u dzu”

Yang berarti “Katakanlah, aku berlindung”

Sebelum beranjak lebih jauh, mari kita bersama-sama membuka Al-Qur’an kita. Dan mari kita coba lihat dalam Al-Qur’an kita, sebenarnya surat An-Nas itu termasuk surat Makiyyah atau Madaniah?? Ada yang menulis Makiyah ada juga yang menulis Madaniyah. Jika kita merujuk pada Asbabun Nuzul ( sebab turunnya surat), maka lebih tepat apabila surat An-Nas adalah surat Makiyah, yang turun di Mekah bersama dengan surat Al-Falaq.

Surat Al- Falaq

  1.     Katakanlah:”Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh
  2.    Dari kejahatan makhluknya
  3.    Dan dari kejahatan malam apabila telah gealp gulita
  4.   Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul
  5.  Dari kejahatan pendengki apabila ia dengki

Di surat An-Nas yang artinya :

  1.    Katakanlah :”Aku berlindung kepada tuhan ( yang memelihara dan menguasai ) manusia
  2.  Raja manusia
  3.   Sesembahan manusia
  4.   Dari Kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi
  5.  Yang membisikkan(kejahatan) ke dalam dada manusia
  6.   Dari golongan jin dan manusia

 

Mari kita cermati kawan, arti dari kedua surat tersebut.

Dalam surat Al-Falaq kita diperintahkan untuk berlindung kepada 1 sifat Allah dari 4 kejahatan. Sedangkan di surat An-Nas kita diperintahkan untuk berlindung kepada 3 sifat Allah dari 1 kejahatan. Apa maksudnya???

Dalam surat Al-Falaq kita diperintahkan berlindung kepada : 1. Tuhan Yang Menguasai subuh dari 4 kejahatan : 1) Dari kejahatan makhluknya, 2) dari kejahatan malam apabila telah gealp gulita, 3)dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul, 4) Dari kejahatan pendengki apabila ia dengki

Dalam surat An-nas kita diperintahkan untuk berlindung kepada : 1. Tuhan manusia, 2) Raja manusia, 3) Sesembahan manusia…berlindung dari 1 kejahatan yaitu : dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan(kejahatan) ke dalam dada manusia baik dari golongan jin dan manusia.

Apa yang bisa kita tangkap dari sini kawan??? Allah kita satu, tapi dalam surat An-Nas disebutkan 3 kali sifat Allah, sedangkan dalam surat Al-Falaq hanya cukup sekali. Yaaaa, bahaya yang yang disebutkan dalam surat An-Nas lebih berbahaya daripada yang terdapat dalam surat Al-Falaq.

Bahaya apa itu??? Dalam surat Al-Falaq, bahaya itu datang dari luar atau bahaya eksternal. Sedangkan bahaya yang disebutkan dalam surat An-Nas adalah bahanya yang timbul dari dalam atau bahaya internal. Jadi bahaya internal yang datang dari dalam diri kita itu justru lebih berbahaya,  yaitu bahaya bisikan syetan.Waspadalah waspadalah^^. Salah satunya adalah galau^^

Berlanjut tentang sebab turunnya surat (Asbabun nuzul)

Suatu ketika Rosul sakit keras, berbulan-bulan, dan tak kunjung sembuh, sampai-sampai rambut Rosulullah rontok, dan selama Rosul sakit, tidak ada wahyu yang turun. Kemudian Allah memerintahkan dua malaikat untuk merukhiyah Rosulullah. Malaikat ayng satu berada di dekat kepala Rosulullah, malaikat satunya berada di dekat kaki rosulullah, malaikat yang berada didekat kaki bertanya :”Ada apa dengan Rosul?”.

Malaikat yang berada di dekat kepala menjawab :”Rosul kena guna-guna”.

“Bagaimana bisa, dia kan Rosul? Siapa yang bisa menyihir Rosul?”

“Labid al-A’sham, seorang Yahudi.” [Rosul mempunyai pembantu seorang Yahudi, kemudian dia disuruh oleh Labid seorang Yahudi untuk mengambil sisir Rosul yang masih ada sisa rambutnya dan dijadikan media oleh Labid untuk menyihir Rosul]. Semakin ekstrim media untuk menyihir, semakin ekstrim pula akibatnya.

“Bagaimana bisa, Labid bisa menyihir Rosul?”

“Labid menaruh 11 ikatan(buhul) dalam 1 buntelan kain. Setiap buhul telah diberi mantra. Kemudia buntelan itu ditaruh dibawah batu di dalam sumur Rosul. Kemudian Rosul meminum air dari sumur tersebut.

Kemudian, turunlah 2 surat ini. Surat Al-Falaq ( 5 ayat) dan surat An-Nas (6 ayat),jika dijumlah ada 11 ayat. Kemudian Rosul diperintahkan untuk dzikir dengan 2 surat tersebut. Setiap Rosul membaca 1 ayat, maka lepaslah 1 buhul, begitu seterusnya, hingga lapaslah 11 buhul itu. Subhanallah.

 

Apa hikmah yang dapat kita ambil???

  1. Kalau seorang Rosul saja bisa kena sihir, apalagi kita?? Jadi kita juga berkemungkinan kena sihir, maka mari kita senantiasa berlindung kepada Allah agar terhindar dari sihir.
  2. Bagaimana hukum rukhiyah itu??

Hukum dirukhiyah adalah boleh, Tapi kalau hukum minta untuk dirukhiyah itu makhruh. Dan apabila kita minta untuk dirukhiyah, maka hanguslah kesempatan kita untuk masuk syurga tanpa hisab. Karena Allah telah menjanjikan akan ada 70.000 manusia yang akan masuk syurga tanpa hisab. [70.000 itu angka yang sedikit lhoo, karena jumlah sahabat Rosul aja 7000 lebih ].

Naaah, sebenarnya syarat apa sih, agar kita bisa masuk syrga tanpa hisab?? 1) Tidak pernah minta untuk dirukhiyah, 2) Tidak meramal-ramal#termasuk tidak boleh percaya ramalan zodiak, dlll 3) Mereka yang bertawakal kepada Allah.

Ehmmm, terkait dengan meramal-ramal itu kenapa si kita gak boleh percaya dengan hari buruk, tanggal apes, dll. Karena semua waktu dan semua hari yang Allah ciptakan itu baik. Apabila kita percaya pada hari buruk, sama artinya kita mencaci hari yang diciptakan Allah. Dan diantara waktu-waktu baik yang diciptakan Allah, ada waktu yang punya kategori special baik. Contohnya : sepertiga malam terakhir, Lailatul Qadar, bulan Ramadhan, hari Jumat, dll. Dan taukah kawan, malam jumat itu bukanlah malam yang biasa kita kenal malam horor. Tapi justru di malam jumat itu, adalah malam yang baik untuk berdo’a kepada Allah. Diantara waktu setelah azan magrib di hari kamis, sampai malam hari jumat ada waktu dimana do’a kita pasti dikabulkan oleh Allah. Tapi jam berapa pas nya??? Tidak tahu. Itulah hikmahnya, agar kita senantiasa berdo’a kepada Allah, tidak hanya pas waktu jam itu saja.

3. Hikmah ketiga, ternyata sihir yang masuk melalui sesuatu yang kita makan lebih kuat sihirnya dan susah keluar. Karena menyatu dengan tubuh dan tertahan dalam daging.

Naaah, ternyata dua surat tersebut mempunyai kedasyatan makna. Berlindung kepada Allah dari kejahatan internal dan eksternal, yang mana bahaya itu bisa mengancam kita kapan dan dimana saja. Dengan membaca surat An-Nas, Al-Falaq, dan ditambah surat Al-Ikhas, kita memohon kepada Allah agar dilindungi dari kejahatan baik kejahatan dari luar maupun dari dalam, baik yang nampak ataupun tidak nampak. Dibaca pada pagi hari, untuk perlindungan sampai malam hari. Dan dibaca di malam hari sebelum tidur untuk perlindungan sampai pagi hari.

Bahkan suatu ketika, Aisyah pernah diperintahkan oleh Rosul ketika Rosul sakit untuk membaca surat tersebut, kemudian diusapkan ke tubuh Rosul dengan tangannya.

Kawan, mari kita perbanyak dzikir, agar senantiasa dilindungi oleh Allah. Apabila galau itu datang, inilah obat galau itu. Kita berlindung kepada Allah dari kejahatan eksternal dan internal. Bacalah surat itu, semoga bisa mendamaikan kegalauan hati kita^^.. Karena galau, bisa juga disebabkan karena bisikan syetan seperti yang tersebut dalam surat An-Nas….

——-catatanku tadabbur di kelas AQL—

13 thoughts on “[53] Obat Galau-Muawidzatain- Tadabbur surah An-Nas dan Al-Falaq

  1. Like thiiiisss….
    Tadi siang jadi ikut tadabbur Endri? Kalo iya di share lagi ya,,;)
    Sekedar menambahkan, jika merujuk Asbabun Nuzul, surah An Nas memang lebih tepat disebut surah Makiyah krn ketika disihir Rosulullah sedang berada di kota Makkah…
    Btw, di cttnku kok jumlah manusia yang dijanjikan masuk syurga tanpa hisab 70.000 ya?

    • ndak jadi me, hiiii…mely sama vita yang dateng..An-Nas sama Al Lail klo gak salah…(*simulasi gt, Kak firdaus katanya)
      iya me, terimakasih, setelah ku cek catatan 70.000 juga heeee…salah ngetiknya..waaa syukron katsir ukh^^

      iya me..betul2…yang Makiyah itu, kena sihirnya di kota Makkah, maka disebut surat Makiyah, dan turunlah surat Al-Falaq dan kemudian An-Nas..

      terimakasih sangaad me, koreksinya^^

  2. sebuah catatan yang bermakna; sungguh pemahaman seperti ini penting bagi yang mengamalkan muawidzatain. makasih banyak ya mbak endri telah berbagi catatan yang asyik ini.

    salam kenal dan selamat terus berkarya.

  3. Assalamualaikum Wr.Wb..

    Masya Alllah Ukhti Endi, postingan yg luar biasa…Smoga ukhti terus berkarya dan menjlankan kehidupan sehari2 berdasarkan Al Qur’an & AS Sunnah… Jgn lupa datang tadabbur ya… Di tgg loch… hehehe…

    Wassalamualaikum Wr.Wb

    Jazakumullah Khairan Kastiran,
    Ana
    Humas Q Gen

  4. wa’alaykumsalam.wr.wb.,

    ee ada kak Ana, selamat datang di blog sederhana ini kak^^
    nama panggilan saya Endri, bukan Endi, heee tak apa ^^

    insyaAllah datang Kak, sebelum penempatan ke daerah, sangat suka dengan kelas Tadabbur di Ar-Rahman.. syukron katsir untuk semuanya, fasilitas, dll ^^

    Amin ya Rabb, semoga bisa istiqomah^^

  5. Ping-balik: Tadabbur Surah Al Falaq « Endri Notes

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s