[42] Love “something”


[judul] : Mencintai “sesuatu” dengan sederhana

Aku adalah aku, aku dengan segala kelebihanku dan kekuranganku. Aku bukanlah dia dengan segala kelebihannya dan kekurangannya. Yaaa, karena aku bukanlah dia.

Seorang individu dilahirkan di dunia bukan untuk melakukan semuanya, tapi dilahirkan untuk melakukan sesuatu. Sesuatu yang memang telah DIA berikan. Tapi barangkali kita belum tahu apa “sesuatu” itu. Tugas kita adalah mencari sesuatu itu dan mengoptimalkannya. Sesuatu itu adalahPOTENSI POSITIF”. Potensi yang kita miliki belum tentu sama dengan yang lain, tapi mungkin saja sama.

Ilustrasinya : “Kuda akan terlihat gagah ketika ia berlari, bukan berenang”

Jadi jangan lantas berkecil hati kalau kita tak fasih dalam melakukan sesuatu (* tentunya setelah kita berusaha), brati mungkin memang kita kurang punya potensi positif di bidang itu. Contoh ringan :

[aku bergumam dalam hati] :aku uda berusaha melukis dengan segenap kemampuan jiwa raga (*lebai, hee), tapi tetap saja nilai Mapel Kesenian Melukis-ku tak bisa lebih dari 6,5. Lain halnya dengan Faiq, dia lukisannya terkesan asal2an, cepat nian kalau melukis, tapi nilainya tak pernah kurang dari 8, 0.

[suara lirih menjawab ] :Yaa, brati memang dikau gak bakat melukis Nak, dan Faiq lah yang berbakat melukis. Sesuatu yang dikerjakan Faiq, yang kau pikir itu asal2an, itulah bernilai seni bagi Faiq. Coba, ingat2. Nilai matematikamu selalu bagus, tak pernah kurang dari 9, sedang Faid ??Nilai matematika Faid berkisar di area 6. Bisa kau cerna sendiri bagaimana potensi positif itu Nak.^^

Dan dengan potensi positif yang bervariasi  itulah kita akan saling melengkapi.^^

————-

Hidup ini penuh dengan pilihan. Dan memilah milih pilihan untuk jalan hidup sesuai potensi positif itu bukanlah perkara yang mudah. Karena kurang baik juga apabila kita duduk di 2 kursi(*maksudnya gak fokus dengan salah satunya). Misalkan ada 2 kursi, coba saja kita duduk dengan 2 kursi, brati posisi kita ditengah2 kan?? Separo badan kita di kursi kiri, separo badan kita di kursi kanan. Selain kurang nyaman, kita juga berkemungkinan terjatuh. Seperti judul narasi pelajaran bahasa inggrisku waktu SMA “don’t sit in two chair”. Tapi, gak ada salahnya juga apabila kita sendiri yakin dan mampu bisa duduk dengan 2 kursi. Karena kemampuan tiap manusia itu tak sama. Ada yang memang mampu untuk melakukannya, karena memang disitu potensi positifnya.

Semisal saja, setelah lulus SMA. Aku tak tahu potensi positif ku dimana. Trus gimana donk?? Mau kemana saya? Universitas mana? Jurusan apa? PTN / PTS / PTK ? Jauh dari ortu atau nggak? Hadoooh aku masih bingung di usia pencarian jati diri ini.

Pertimbangkan. Putuskan. Lantas mantapkan. Kita memang diberi hak untuk memilih apapun, tapi kita tidak bebas memilih konsekuensi. Karena konsekuensi akan ada seiring dengan pilihan kita. Lantas, jangan kemudian takut dengan konsekuensi itu dan akhirnya tidak melakukan sebuah pilihan untuk bertindak. Karena sehebat apapun sebuah ucapan, akan tetap kalah dengan sebuah tindakan. Kalau missal pilihan kita kurang tepat dan dibilang “gagal”, brati kita diberi kesempatan lagi untuk memulai dengan cara yang lebih pandai. Cuek saja dengan perkataan orang yang berunsur negatif, ex: “ kasian dech looo, gagal ya..karena kamu memang tak mampu”. Cuek saja dengan kalimat itu, anggap saja nyanyian lalu yang Cuma sekedar menggelitik gendang telinga. Karena kita akan berhasil ketika kita mampu meletakkan sebuah dasar yang kuat dengan batu yang orang lain lemparkan kepada kita.

Temukan “sesuatu” itu. Cintai “sesuatu” itu. Jangan berlebihan, tapi dengan sederhana dan tak rumit. Semoga “sesuatu” itu akan membawa kita untuk sukses dunia akhirat. Dan karena “sesuatu” yang berbeda diantara setiap insan, kita akan hidup untuk saling melengkapi.

Seorang pujangga Indonesia terkemuka “Sapardi Djoko Damono” dalam baitnya :

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu
kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan
kepada hujan yang menjadikannya tiada

5 thoughts on “[42] Love “something”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s