[38] Membalas Surat Cinta-Nya


“Jika kita ingin mendapatkan mutiara dari dasar samudra, apa yang akan kita lakukan? Demikian pula mutiara Al-Qur’an, hanya akan kita dapatkan dengan menyelami kedalamannya”

Kalimat diatas adalah iftitah yang aku dapatkan dari kajian bersama guru ngaji Bachtiar Nasir. Beliau pernah menuturkan bahwa beliau bangga apabila dikatakan profesinya adalah guru ngaji. Karena menjadi guru ngaji itu ternyata tidaklah gampang. Tapi kebanyakan orang merasa gamang.

Life is a journey. Kalau dimakna dangkal versi humor “ hidup ini adalah jalan2 “. Aku suka jalan2, aku suka berpetualang, aku suka hal2 baru. (*gakadayangnanyadotcom, heee). Tertanggal 2 April 2011, agenda wajibku dari kampus adalah acara review ESQ di auditorium kampus pukul 08.00-11.00 am. Acara yang diwajibkan kepada seluruh mahasiswa muslim STIS (*kampusku). Ngomong2 tentang ESQ, apasih ESQ?? “ESQ Model sebagai Metode Pembangunan Karakter” by bapak Ary Ginanjar Agustian. Dengan visinya “Terciptanya Peradaban Emas melalui The ESQWay 165”. Untuk info lengkapnya bisa dilihat di   http://www.esqway165.com/id/about-us/

Hari sabtu dengan siangnya yang cukup terik. Ditemani tusukan sinar2 mentari yang menurutku kurang bersahabat dengan epidermis kulit. Dalam hati berharap kalau panjang gelombang akan berkolaborasi dengan baik dalam menggiring rombongan ultraviolet A (UVA), Ultraviolet B (UVB), dan ultraviolet C (UVC). Sebut saja geng UV. Karena geng UV dalam jumlah kecil bermanfaat karena membantu tubuh menghasilkan vit D, tapi kalau berlebih akan merusak asam deoxyribonucleid. Sungguh, Allah pun tidak menyukai yang berlebih-lebihan.

Makan dan minumlah kamu, tapi jangan berlebih-lebihan karena Allah tidak suka kepada orang yang berlebih-lebihan. (QS. Al-A’raf: 31)

Kembali ke cerita awal “Life is a journey”= hidup ini adalah jalan2. Siang itu, aku bersama ke delapan temanku hendak tadabbur alam dan tadabbur Qur’an^^. Jalan2 ke UI ikut kajian dengan tema Back To Qur’an. Pulang dengan oleh2 lekat terkait ayat perumpaan. Dalam firman Allah “Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur”. ( QS Al-Araf :58)

Guru ngaji menyampaikan “ibarat tanah yang baik, laksana negeri yang subur. Yang manakala hujan turun, tetesan air hujan akan membuat tanaman menjadi tumbuh subur”. Gambaran untuk manusia yang senantiasa dengan mudah menyerap tetesan ilmu2 dalam Al-Qur’an, sehingga ia menjadi yang muslim dengan iman yang tumbuh subur dalam hatinya. Sedangkan tanah yang tidak subur, tanamannya hanya akan merana.

“Life is a journey” ”= hidup ini adalah jalan2. Berlanjut mabit ( baca = bermalam) di masjid Baitul Insan Bank Indonesia dengan tema “Rindu Syurga” bersama 2 saudariku. Sabtu malam minggu, berniat untuk singgah semalam di masjid BI. Dan sesampai di masjid BI, SubhanAllah, masjid nan indah itu telah bertabur mutiara2 jiwa penghuni syurga.

Setelah mendapat siraman rohani sampai pukul 11.00 pm, kami para jamaah mabit “Rindu Syurga” diberi waktu istirahat sampai pukul 1.00 am. Dijadwalkan akan qiyamul lail (baca= shalat malam) berjamaah sampai menjelang subuh dengan target 3 juz dengan 3 imam secara bergantian. Setelah memejamkan mata dan terlelap dengan bonus mimpi mentadabburi kalamnya, tibalah waktunya untuk qiyamul lail.

Kurang lebih pukul 1.00 am. Shalat malam didirikan dengan imam yang pertama. Subhanallah, lantunan ayat yang sangaaat indah. Tartil dan penuh penghayatan. Dan aku selalu mencoba shalat dalam ke-khusyu’-an, tapi bagiku memang bukan hal yang mudah. Aku masih bisa mendengar suara beberapa rekanku terisak. Dalam hatiku, Ya Allah betapa acuhnya aku terhadap surat2 cinta dari-Mu di waktu lalu. Saudari-saudariku dengan penuh ketulusannya menangis dalam lindungan-Mu, tapi aku?? Barangkali aku bingung kenapa aku belum menangis, apakah karena aku belum tahu cara membalas surat cinta dari-Mu ya Rabb.

(QS :Ar Rahman 42-43). Dan baru ketika ayat itu terlantun, air mataku mulai berbicara.

Sungguh aku memang payah, berniat berdiri untuk mendirikan shalat malam berjamaah rampung untuk 3 juz, tapi rasanya aku belum mampu. Ditengah perjalanan aku sempat istirahat dan melanjutkan lagi saat witir.

Ingat kisah yang disampaikan dalam suatu majlis. Kisah Abu Dzar sahabat Rosulullah SAW. Ketika itu Abu Dzar melihat Rosulullah mendirikan shalat malam, dan Abu Dzar segera ikut shalat dan menjadi makmumnya. Pada rakaat pertama Rosul membaca surat Al-Baqorah dari awal. Rosul membaca terus sampai ratusan ayat. “Mungkin Rosul akan ruku pada ayat ke dua ratus”, pikir Abu Dzar. Ketika tiba di ayat 200 dan ada jeda, Abu Dzar bersiap untuk ruku, tapi ternyata Rosul meneruskan bacaannya. Maka Abu Dzar membatalkan ruku nya. “Mungkin Rosul akan ruku setelah membaca Al-Baqoroh selesai sampai ayat ke 286”, demikian pikir Abu Dzar. Tapi ternyata Rosul meneruskan membaca surat Ali-Imron. Dan Abu Dzar kembali membatalkan ruku nya. “Mungkin Rosul akan ruku setelah usai membaca surat Ali Imron pada ayat ke 200”, pikir Abu Dzar dan kembali bersiap untuk ruku. Ternyata Rosul meneruskannya membaca surat An-Nisa. Demikian Rosul membaca surat An-Nisa sampai selesai 176 ayat. Rosul bertakbir lalu ruku, Dan Abu Dzar mengikutinya.”Dan ruku nya Rosul ketika itu hampir sama dengan lama berdirinya”, jelas Abu Dzar. Subhanallah. Dalam majlis itu dijelaskan, pernah suatu ketika ada yang menanyakan “Apa kiranya yang dibaca Rosululloh selama beliau ruku?”. “Yang dibaca adalah tasbih”. Subhanallah.

Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatupun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. ( QS  Al Israa’ : 44 )

5 thoughts on “[38] Membalas Surat Cinta-Nya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s