[32] Oleh-Oleh dari Masjid Baitul Ihsan (BI) di Bank Indonesia (BI)


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Oleh-Oleh dari Masjid Baitul Ihsan (BI) di Bank Indonesia (BI)

Geje. Kata itu mulai popular sekitar tahun 2010 pikirku. Ibarat bintang pilem yang naik daun. Karier nya menanjak tajam. Kata “geje” mulai sering dan kerap terlontar dari perbincangan di berbagai strata umat. Geje, maksudnya mengeja GJ, kepanjangannya gak jelas. Geje = GJ = Gak Jelas. Aihhh, ngomongin apa pula saya ini, geje geje nian.

Ganti topik aja. Ini about malam minggu ku yaaak^^. Sabtu malam minggu,, seperti biasa. Kalau sabtu malam senin, itu baru luar biasa^^. Tapi ada yang istimewa di sabtu malam minggu ini, sabtu tertanggal 19 Maret 2011. Istimewa karena malamnya ada fenomena antariksa yang menarik. Dimana moon (baca: bulan) akan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi, yaitu 221.567 mil = 356.578 km. Dan fenomena ini diperkirakan memiliki KPK ( Kelipatan Persekutuan Terkecil) 18 tahun, artinya fenomena ini diperkirakan akan berulang setiap 18 tahun sekali. Jadi kalau sekarang tahun 2011, maka diperkirakan akan terjadi lagi tahun 2011+18 =2029. Dan memang trakir kali terjadi tahun 2011 – 18 = 1993, tepatnya 8 Maret 1993. Selaras dengan pelajaran matematika tingkat Sekolah Dasar ( baca : SD ). KPKnya : 1993, 2011, 2029, 2047, dst…Nama ngetrend dari fenomena ini adalah “lunar perigee” atau “Supermoon”. “Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” ( QS : 55: 55)

(gambar hasil googling)

“supermoon di Pantai Natsepa, Ambon, Sabtu (19/3/2011)”__kebetulan di tag foto  di fb oleh saudari kost-an ku Riri^^

Sempet juga berselancar di jejaring social Twitter. Si Supermoon jadi hot topik untuk ber-twit, replies/mentions with “@”, direct massege with “DM”, favorit (tanda bintang), banyak juga yang  retweet with “RT”.

Mari sejenak kita membicarakan masalah RT, bukan Rumah Tangga lhoo, hoooo. Semoga tak ada yang salah memaknai arti “RT”. RT itu maksudnya retweet  bukan ReplyTo. RT berfungsi untuk meneruskan sebuah twit yang sekiranya dianggap bagus dan perlu untuk dibaca orang lain. Setelah di RT, nantinya twit itu dapat dibaca follower kita. Cara melakukan RT ini cukup mudah, tinggal klik tanda retweet yang ada disamping twit yang mau di RT tersebut. Jadi RT itu bukan berfungsi sebagai replyTo. ( semoga tak salah penjelasan saya ^^)

Cukup sudah berbicara tentang malam minggu. Lanjut cerita ke minggu pagi. Jujur akku lebih suka menyebut hari minggu dengan “hari ahad”. Ahad pagi, sebelum azan subuh berkumandang, mata ini sudah mengajak berdansa sekedar untuk melirik jam analog di Hp. Jarum jam berdimensi 2 menginformasikan sekitar pukul 3.30 am. Waktu yang indah untuk bermunajat dengan-Nya dalam sepertiga malam terakhir. Tapi dasar akku penakut (*entah apa yang membuatku payah jadi penakut), baru berani ambil air wudhu sekitar pukul 4.00 am.

Sungguh indah, tentram, damai, nyaman, dan banyak perasaan lain yang menenangkan kalbu hadir mengguyur rohani juga jasmani ketika akku bisa mendirikan shalat malam (baca; tahujud). Allah memang Maha dari segala Maha. Membuat makhluknya terhanyut dalam kekhusyukan berdialog dengan-Nya.

Rasulullaah bersabda : pada tiap malam, Tuhan kita turun ke langit dunia ketika bersisa sepertiga malam yang akhir. Maka Allah berfirman: “barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku, pasti akan Ku-kabulkan, dan siapa yang memohon kepada-Ku, pasti akan Ku-beri,dan siapa yang mohon ampun kepada-Ku pasti akan Ku ampuni”. (Hr.malik, bukhari, muslim, tirmidzi ).

“Ya Allah akku ingin bercerita. Aku binggung harus memulai cerita ini darimana. Yang ku tahu, Engkau Maha Mengetahui. Aku tak tahu, dimana letak fatal itu. Yang ku tahu, Engkau Maha Bijaksana. Aku tak paham tentang teka-teki ini. Yang ku tahu, Engkau Maha Adil. Engkau janjikan, do’a kami dalam shalat malam pasti akan Engkau kabulkan”.……………… …………………………………………………………………………………………………………………………………………….dst “lancarkanlah ujian adikku Yulia Nur Atriksa untuk bercengkrama dengan turis di Candi Borobudur hari ini”. Amin..

Pukul 4.42 am___“ALLAH AKBAR. ALLAH AKBAR………………..”

Azan Subuh dari beberapa masjid dan mushala menggema terdengar sampai ruang kost-an ku. Menyambutnya selesainya azan dengan berdoa kemudian shalat sunnah 2 rekaat – shalat berjamaah bersama teman sekamarku “Putri”-lanjut Tilawah. Jagalah kami agar selalu di jalan-Mu ya Rabb.

Jadi ingat juga sms dari sahabatku—sebut saja Ipin—

“Dua rakaat sunnah sebelum shalat Subuh, pahalanya lebih baik daripada dunia seisinya” ( HR. Muslim)

___________________________________________________

The great university in the world is universe = Universitas terbesar di dunia adalah alam raya. So, mari kita belajar dari alam.

Pagi mulai menjawilku untuk segera bersiap2 menyambut mentari dengan senyuman. Akku berniat untuk ke masjid Bank Indonesia. Alhamdulillah terlaksana, dengan berbekal niat–bersama teman2 yang subhanallah^^.

Masuk kompleks BI untuk kesekian kalinya, dan baru masuk kompleks Masjid BI untuk pertamakalinya. Disambut senyuman hangat panitia. Nyaris dresscode panitia penyelenggara dari Ar-Rahman Qur’anic Learning Centre ( AQL ) sama dengan pakaian yang ku pakai. Panitia akhwat dengan balutan atasan dan bawahan putih dengan jilbab orange. Bedanya warna jilbabku setingkat lebih muda, “orange tapi belum sempurna” alias kuning. Gelak canda kembali bersandar diantara akku dan saudari2ku dari STIS yang tadi berangkat bersama, ngomongin kostumku yang mirip panitia. Akku pun ikut bersahutan.

Oleh-oleh dari masjid BI ( baca : Baitul Ihsan)

Alam Raya adalah Al-Qur’an visual,

Al-Qur’an adalah alam dalam bentuk tulisan,

Rosululloh Muhammad SAW adalah Al-Qur’an berjalan,

Di masjid nan megah bagian dari kompleks Bank Indonesia, tiga kalimat diatas dengan bijaknya disampaikan oleh Ustazh Bachtiar Nasir. Aku suka cara beliau memaparkan materi. Temponya teratur sehingga tak menyulitkanku usus brain-ku untuk mencerna dan sekedar mencatat sesuatu Tak harus mencatat semua, karena sebagian sudah terangkum di modul yang diberikan di awal.

Ada dua sesi. Jeda antar sesi diisi dengan games terkait dengan kalam-Nya. Para peserta dipanggil dengan indahnya “QGen-ers”. QGen= Qur’anic Generation.

Untuk linknya :

http://v4.e-arrahman.com/

Pembicara : “Are you QGeners?”

Peserta : “Yes, we are”

Pembicara : “Are you the next leader?

Peserta : “Yes, we are”

Kajian yang penuh semangat dan luar biasa. Masjid BI yang megah semakin terasa kokoh dengan bumbu semangat para peserta “Tadabur Al-Qur’an “. Semangat para peserta ibarat seperti lomba lari marathon. Saling berusaha untuk menjadi yang terdepan, tapi tetap rapi dalam shaf nya. Terlihat juga dari antusias ketika pembicara mengajukan pertanyaan. Subhanallah ya Rabb.

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur’an ataukah hati mereka terkunci?” ( QS Muhammad 47 :24)

Begitu indahnya men-tadabbur-i kalam-Mu. Mudahkanlah kami untuk bisa selalu membalas surat cinta dari-Mu ya Rabb.

Karena kebenaran adalah…kebenaran adalah…kebenaran adalah apa yang ditetapkan Allah dan Rosulnya dalam Al-Qur’an dan As Sunnah walau tidak memuaskan nalar. Mari kita renungkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s