[27] Warna kehidupan


(gambar hasil googling)

Merah-kuning-hijau-biru-nila-ungu itulah beberapa bagian dari warna-warni kehidupan. Sejuk ketika ketenangan palet hijau menyapa. Berani dan semangat saat si merah bertandang. Mesra penuh cinta ketika aroma merah muda berdansa di sekitar kita. Fitri dan tenang ketika aura putih merasuk. Optimis penuh energi ibarat mentari saat kuning semerbak. Itulah beberapa warna-warni bahagia beraroma positif, terdengar begitu indah dan nyaman saat berbisik.

Tapi kawan, jangan pernah kau mengeluh saat kelabu itu menyapa. Saat gundah gulana bercampur kelam mulai menelisik dalam nafas kita. Saat warna-warna ber-aura negatif berombak tak jelas mengacaukan pikiran kita. Kelabu (baca : abu-abu, juga boleh ). Kawan, Kelabu itu juga  warna, punya hak yang sama untuk mewarnai hari-hari kita. Dan kewajiban kita untuk menyambutnya.

——

Warna-warni kehidupan akan silih bertamu ke istana hati kita. Tamu adalah raja. Sambut mereka dengan istimewa. Jamu mereka layaknya permaisuri. Apapun  warna yang bertamu di hati kita. Jangan pernah pilih kasih, mengurai senyum hanya ketika si hijau, si merah muda, atau pun si biru yang datang. Dan bermuka masam juga besengut saat si kelabu itu mengetuk pintu untuk bertamu. Pilih kasih itu, tak baik kawan. Memperlakukan sesuatu dengan tak adil. Seharusnya, kita tetap tebar senyuman, apapun warna yang akan bertamu dalam hari-hari kita.

Kaget untuk sementara ketika si kelabu datang, itu hal yang wajar. Tapi jangan berlarut. Karena kelabu itu punya 2 warna yang dominan, hitam-putih, kombinasi antara keduanya. Takutnya ia akan menjelma menjadi si kelam hitam. Pulihkan kelabu dengan senyuman, balut ia dengan sugesti positif. Rangkul ia ke negeri tanpa kesedihan. Hibur dia dengan refreshing sejenak. Ajak ia ke samudra lepas, dan hanyutkan polesan kelam si kelabu. Mandikan ia dengan jernihnya air. Agar ia bisa renkarnasi menjadi putih yang penuh hikmah.

Kelabu….Identik dengan sesuatu yang tak punya identitas jelas. Putih segan, hitam pun tak mau. Tapi, jangan pernah salah kan ia. Karena ia juga bagian dari warna. Setiap orang pasti punya cara yang berbeda untuk merespon si kelabu. Barangkali ada yang lebih suka berlariii. Berlari dengan kencang, tapi sebenarnya ia hanya berlari dengan rute berputar. Maksdunya berlari mengintari dan tak jua keluar dari masalah. Karena ia, hanya berlari menghindari penemuan solusi. Berlari yang mengintari.

Jangan lah suka berlari yang tak pasti teman, selain capek,  solusi pun tak kita dapati. Andai dunia ini berbentuk segitiga siku-siku. Hidup dimulai dari titik (awal) dengan tujuan ke (puncak) . Seandainya saja, benar adanya hidup layaknya segitiga siku2 dan teori matematika berlaku, pastilah semua orang belajar ilmu Phitagoras, dimana c2= a2 +b2. Mungkin semua orang akan mencari jalan pintas dengan phitagoras lewat C. Tapi sayang hidup kita bukanlah segitiga siku-siku. Semua memang dari awal dan bercita-cita mencapai puncak. Tapi tak bisa menjadi instan, semua itu butuh proses. Proses itulah yang akan membuat kita menjadi orang yang lebih dewasa. Dengan terpaan saat proses itu berlangsung, membuat  kita banyak belajar. Alhasil kita akan menjadi sosok yang lebih bijak. Karena tak selamanya hasil itu menjadi bermakna, tapi proses itulah yang akan selalu memberi makna pada kita. Karena Allah tak sekedar menilai hasil, tapi proses.^^ Ikhtiar^^

Hanya sekedar berlari, itu bukan solusi. Berani untuk menghadapi adalah pilihan terbaik. Mustahil hidup ini hanya penuh dengan warna-warna positif. Karena warna positif itu terlihat kala ada tandingan warna negatif. Positif akan terlihat istimewa kalau kita pernah bertemu dengan si negatif. Pasti akan terasa berbeda, ketika kita mendapatkan suatu hasil atas peluh perjuangan, dengan hasil yang didapatkan dengan cara yang biasa2 saja. Pastilah serasa lebih waaah dan terasa lebih berharga sesuatu yang didapatkan dengan penuh perjuangan. Jadi kawan, kalau sekarang kita merasakan kelabunya warna kehidupan, jangan menyerah. Itulah proses. Yakinlah di depan sana akan ada banyak warna indah menanti, kala perjuangan kita usai. Ibarat roda kan selalu berputar. #kalau gak berputar gak bakal sampai bro^^.  Berputar, kadang kita di atas dengan nyaman berbalut warna warni indah. Tapi kadang di bawah, merasakan sesak dan pahitnya kehidupan. Orang sukses itu bukan orang yang tidak pernah gagal, tapi orang yang bisa bangkit dari kegagalan dengan senyuman.

#dan ketika itu, aku sejenak refresh ke Ancol setelah merasakan kelabu-nya soal kompre. Mencuci tanpa busa, sang kelabu. Dan Alhamdulillah, kembali ke aura putih di lain harinya. Kembali jadi printer smile. Karena manusia diwajibkan ber-ikhtiar, dan selanjutnya tawakal. Apapun hasilnya nanti, pastilah itu yang terbaik. Karena Allah tahu mana yang terbaik untuk kita.Karena Allah memberi apa yang kita butuh, tak hanya sekedar yang kita mau.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

(gambar dari berbagai sumber)

2 thoughts on “[27] Warna kehidupan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s