[25] Belajar dari mengasah pisau^^


Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

(gambar dari berbagi sumber)
 
Seandainya saya mempunyai waktu sepuluh jam untuk menebang pohon, saya akan melewatkan delapan jam pertama untuk mengasah kapak saya. -Abraham Lincoln.

Kalimat dari Tuan Abraham Lincoln di atas, barangkali sudah tak asing lagi dipendengaran kita, tapi terkadang masih asing untuk kita pratik-kan. Kerap kali sesuatu hanya menjadi teori untuk terhafal, dan belum menjadi kebiasaan untuk dilakukan.

Seandainya saya mempunyai waktu sepuluh jam untuk menebang pohon, saya akan menggunakan sepuluh jam untuk menebang pohon.- Anonim-

Seandainya saja dilakukan perlombaan menebang pohon dengan menggunakan teori dari Pak Lincoln dan teori dari Pak Anonim, sekiranya pohon mana yang lebih cepat tumbang?? Tentu saja dengan kapak asahan Pak Lincoln, karena kapak Pak Anonim  tak lagi tajam alias tumpul. Percaya atau tidak, setajam-tajamnya kapak Pak Anonim kalau tidak diasah, niscaya kapak itu akan tumpul dengan sendirinya. So, rajin2 lah mengasah kapak kita ^^

Sekarang ada perlombaan ronde kedua. Seandainya saja diadakan perlombaan menebang pohon, diikuti oleh 10 orang yang semuanya menggunakan teori pak Lincoln. Masing2 diberi kapak yang sama untuk menebang pohon yang berjenis sama. Apakah hasil ( kecepatan menebang) dari 10 orang itu akan sama???.

Jawabannya : belum tentu, walaupun dari 10 orang tadi, benar2 memanfaatkan 8 jam untuk mengasah kapak. Apa sebenarnya yang membuat kecepatan menumbangkan pohon berbeda?? Yang membuat hasil menjadi berbeda adalah CARA mengasah mereka.

Mengasah kapak. Satu kalimat yang hanya terdiri dari 2 kata, yang barangkali sepele jika didengar ditelinga, tapi akan menjadi tak sepele bagi orang2 yang mendengar dan mau berfikir. Bagaimana trik-trik mengasah kapak yang baik adalah  sesuatu yang penting untuk kita tahu. Yang barangkali sering diabaikan oleh sebagian orang. Berikut saya paparkan salah satu cara mengasah kapak yang baik:

1.     Tetapkan sudut kemiringan antara kapak yang akan diasah dan batu tempat kita mengasah kira2 10-20 derajat.

2.    Asah kapak dengan berusaha mempertahankan sudut kemiringan. Lakukan dengan gerakan putaran searah jarum jam, hitung berapa kali putaran sekiranya sampai kapak menjadi tajam.

3.    Balik kapak, asah sisi lain dari kapak dengan putaran searah jarum jam dan diusahakan dengan jumlah putaran yang sama.

4.    Ulangi langkah 2 dan 3, jika kita merasa kapak yang kita asah belum benar2 tajam.

5.    Basuh batu asah dengan air dan deterjen jika sekiranya kotor.

Ternyata mengasah kapak pun ada teorinya. Tapi sekali lagi itu hanyalah teori, yang berpeluang besar akan memberikan hasil yang berbeda jika dilakukan oleh orang yang berbeda.

Orang pintar yang mengikuti lomba tebang pohon ronde kedua, barangkali akan dikalahkan oleh orang yang cerdas. Orang yang cerdas yang ikut perlombaan asah kapak pun, barangkali akan terkalahkan oleh orang yang beruntung.  Karena manusia memang diharuskan untuk berusaha semaksimal mungkin, mendayagunakan kemampuan yang dimiliki. Tetapi ingat, Allah lah  yang kuasa menentukan hasil.

Analog ketika Allah memberi kita waktu untuk belajar sebelum ujian. Orang yang normal, akan berusaha memanfaatkan waktu sebaik2nya untuk belajar. Mengasah kemampuan pikir, banyak latihan, yang tentunya cara dari masing2 individu akan berbeda. Dan hasilnya pun juga akan bervariasi atara satu dengan yang lain^^

Satu hal yang ingin saya sampaikan kepada kawan2, juga untuk mengingatkan diri saya pribadi. Ibarat kita mengasah kapak, barangkali batu asah kita akan kotor jika digunakan untuk mengasah kapak terus menerus. Kalau batu asah mulai kotor,  basuhlah dengan air (*cara ke-lima mengasah kapak). Bersihkan ia. Membasuh batu asah dengan air, identik dengan berwudhu saat belajar.

Awali belajar kita dengan berwudhu (* tentunya berdoa juga ). Dan jikalau di tengah perjalanan belajar, pikiran kita mulai jenuh, atau mulai masuk pikiran2 pikiran yang seharusnya tak dipikirkan saat belajar, maka berwudhulah. InsyaAllah dengan berwudhu, kita menjadi lebih segar dan tidak ngantuk + dapet pahala. Insya Allah akan dijauhkan dari godaan syetan.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa berwudhu dengan membaguskan wudhu’nya, maka keluarlah dosa-dosanya dari kulitnya sampai dari kuku jari-jemarinya”. HR. Muslim.

Rasulullah bersabda, “Sungguh ummatku akan diseru pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya karena bekas wudhu’nya, (Abu Hurairah menambahkan) maka siapa yang mampu melebihkan panjang sinar pada tubuhnya, maka lakukanlah. (HR. Bukhari dan Muslim).

Berikut ada kutipan terkait manfaat wudhu:

Dr. Ahmad Syauqy Ibrahim, Anggota Ikatan Dokter Kerajaan Arab Saudi di London dan Penasihat Penderita Penyakit Dalam dan Penyakit Jantung mengatakan, “Para Pakar sampai berkesimpulan bahwa mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan bisa mengembalikan tubuh yang lemah menjadi kuat, mengurangi kekejangan menjadi rileks syaraf-syaraf dan otot, hilangnya kenaikan detak jantung dan nyeri-nyeri otot, kecemasan, dan insomnia (susah tidur)”. Hal ini dikuatkan oleh salah seorang pakar dari Amerika dengan ucapannya, “Air mengandung kekuatan magis, bahkan membasuhkan air ke wajah dan kedua tangan -yang dimaksud adalah aktivitas wudhu’- adalah cara yang paling efektif untuk relaksasi (menjadikan badan rileks) dan menghilangkan tensi tinggi (emosi).

So, mari kita awali belajar kita dengan berdoa dan berwudhu. InsyaAllah akan sangat bermanfaat. ^^

—–catatan mahasiswi menjelang ujian kompre—–

8 thoughts on “[25] Belajar dari mengasah pisau^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s