[18] Hati-hati dengan perkara hati ^^


Rosululloh berbicara tentang hati, hati itu terdiri dari empat macam, yaitu : hati yang bersih dan bersinar bagaikan lampu itulah hati orang mukmin, hati yang hitam seluruh permukaannya itulah hati orang kafir, hati yang terbungkus rapat itulah hati orang munafik, dan hati yang berisi campuran antara keimanan dan kemunafikan.  Perumpaan iman yang bersemayam dalam hati bagaikan syur-sayuran yang tumbuh sehat harus cukup air, sedangkan perumpaan nifa’ seperti bisul yang dibesarkan dengan nanah dan darah, yang mana dari keduanya yang menang dan dominan dengan itu pula ia disifati.” (HR Ahmad)

Hati itu adalah raja,

“Ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging apabila ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dan jika ia rusak maka rusaklah seluruh tubuhnya, tidak lain dan tidak bukan itulah yang disebut hati.”

Hati itu ibarat cermin kawan, ingat sifat cermin bukan?? Yaaa cermin bukan kaca. Karena cermin berbeda dengan kaca^^. Membuka sedikit memori kita perihal pelajaran ilmu fisika perihal hukum pemantulan dan pembiasan. Cermin itu bersifat memantulkan, yaaa sama halnya dengan hati. Hati ibarat cermin yang dikelilingi berbagai perkara, jika perkara itu baik dan indah maka pantulan dari cermin pun akan baik dan indah. Jika perkara itu buruk maka pantulan dari cermin pun akan buruk. So, kita harus pandai untuk bisa berdekatan dengan lingkungan yang berhawa baik, agar pantulan cermin kita juga baik ^^. Tak beda halnya dengan kita berteman dengan si penjual minyak wangi, kita akan kena wanginya pula ^^.

Hati itu juga pangkal dari segala amalan kita, meski kita tutup-tutupi suatu saat akan tampak karena sesungghnya perkara hati akan terlihat. ^^ Jagalah hati, jangan kau nodai#NP

Sedikit bercerita…

Karena hati milik manusia,

Manusia itu diciptakan Allah dari dua unsur, yaitu ruh dan tanah. Yang dari keduanya ada 3 perangkat, yaitu : hati, akal, dan jasad.

Hati membuat kita memiliki azam. Akal membuat kita berfikir dengan ilmu kita. Jasad melakukan tugasnya dengan amal. Dan begitu sempurnanya manusia, yang dengan perangkatnya diberi amanah oleh Allah, yaitu beribadah dan sebagai khilafah di muka bumi. Khilafah itu adalah wakil Allah di bumi, yaaa kita manusia diberi amanah untuk mengurus bumi, ingat kita hanyalah wakil dan bukan pemilik. Dia lah Allah Yang Maha Kuasa. Dan Allah akan memberi kita balasan atas amal ibadah dan tugas kita sebagai khilafah di muka bumi.

Subhanallah, kita manusia adalah makhluk yang sempurna ciptaan-Nya, kita bukanlah hewan yang memiliki akal. Kita berbeda dengan hewan, karena unsure dan perangkat dasar kita berbeda dengan mereka. Awalnya Allah mengutus malaikat Jibril untuk mengambil tanah di bumi untuk penciptaan manusia. Malaikat jibril turun ke bumi tapi gagal. Bumi berkata,” aku berlindung kepada Allah, atas tanah yang akan kau ambil.” Akhirnya, malaikat Jibril gagal untuk mengambil tanah di bumi. Begitu pula dengan malaikat yang lain, gagal, gagal, dan gagal. Tapi saat malaikat pencabut nyawa (malaikat Izroil) turun ke bumi, bumi berkata hal yang sama, “aku berlindung kepada Allah, atas tanah yang akan kau ambil.” Dan malaikat Izroil menjawab, “aku berlindung kepada Allah, atas tanah yang tidak boleh ku ambil.” Dan berhasilah malaikat Izroil mengambil tanah dari bumi. Tanah yang diambil dari bumi oleh malaikat Izroil bermacam-macam, maksudnya tidak hanya diambil dari satu tempat, karena Allah memang memerintahkan hal tersebut. Oleh karena itu, kita punya variasi berbagai warna kulit. Wallahualam

Sahabatku, berbicara perihal perkara hati bukanlah sesuatu yang sepele. Menurut Imam Al Ghazali (pakar hati) dalam hati itu bersemayam beberapa sifat, diantaranya: sifat binatang ternak dan binatang jinak yang cenderung suka makan dan tidur, sifat binatang buas yang melumpuhkan dan memangsa,   sifat setan, dan sifat malaikat.

Semoga kita bisa memaksimalkan potensi positif dalam hati kita, dan meminimalkan potensi negatifnya. Karena Allah menguji manusia dengan nafsu Lawwamah ( masih melakukan hal2 yang negate, padahal tahu itus salah), juga menguji dengan nafsu Amarah (potensi negatif > potensi positif). Agar kita bisa mencapai nafsu Muthmainah/jiwa yang tenang ( potensi positif > potensi negatif).

Semoga kita bisa menjadi hamba-Nya yang bisa mengelola dan menjaga hati kita dengan baik dalam tiap perjalanan kita. Karena dalam tiap perjalanan kita tidak pernah sendiri, selalu ditemani oleh malaikat dan setan yang siap untuk menggoda hati kita. So jangan takut, kita tak pernah berjalan sendirian kok^^.

Karena Allah selalu mengawasi kita ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s