[17] Inilah Aku, Statistik


Aku ada dimana-mana, tapi acapkali orang tak menyadarinya. Aku sering digunakan, tapi esensinya sering diabaikan. Aku sangat berguna, tapi jarang orang tahu apa namanya. Aku penting disaat genting pengambilan keputusan, tapi tak jarang orang bilang aku tak penting dan tak lebih dari sekedar rumusan. Akulah sang data dalam bentuk angka, hasil penelitian agregatif, berkali-kali atas satu objek atau sekali atas beberapa objek. Akulah statistik.

Menurut buku yang penulis baca, kata statistik berasal dari bahasa Italia “statista” yang berarti negarawan. Pertama kali dikenalkan oleh Gottfried Achenwall (1719-1772).

Sekedar informasi bagi kawan2 yang belum akrab denganku…

Aku = statistik

Aku dihasilkan dari survey/sampel. Maksudnya survey/sampel itu adalah  penelitian yang tidak dilakukan pada semua anggota populasi yang ada. Kalau kita meneliti semua anggota populasi, nilai yang kita dapatkan adalah parameter. Jadi aku berbeda dengan parameter. Nilai-ku hanyalah nilai dugaan dan bukan nilai sebenarnya. Aku dibuat sebagaimana caranya agar hasilnya mendekati nilai parameter.

Kenapa bukan nilai sebenarnya yang aku hasilkan? Karena aku hanya diteliti berapa dari anggota populasi, bukan dari semua anggota populasi. So, nilai-ku itu adalah nilai dugaan dari beberapa anggota populasi untuk menaksir karakteristik dari semua anggota populasi.

Trus kalau nilai-ku hanya dugaan, kenapa aku masih dibutuhkan dan perlu dianggap penting, kenapa tidak kita cari nilai sebenarnya saja? Karena aku lebih efisien dari segi waktu, tenaga, biaya, dll.

Contoh riilnya begini; semisal Pak Menteri Baik Hati ingin menaikkan gaji dan upah pekerja di berbagai sektor di Indonesia. Agar keputusannya tepat, cepat dan bijaksana, maksudnya tidak terlalu under-estimate atau over-estimate, bagaimana caranya???

Maka sebagai bahan pertimbangan Pak Menteri ingin mengetahui rata-rata biaya untuk konsumsi harian tiap manusia di negara Indonesia. Maksud Pak Menteri agar kenaikan upah/gaji bisa sesuai kebutuhan.

Masalahnya Pak Menteri belum punya data pengeluaran konsumsi harian tiap manusia yang up to date. Pak Menteri hanya tahu nama-nama rakyat dan status pekerjaan mereka. Nahhh disinilah aku dipakai, klo kita tak memakai ilmu statistik bakal ribet tuuu..

Bayangin coba kita harus meneliti semua anggota populasi, maksudnya kita menanyai satu persatu manusia di negara Indonesia “berapa biaya yang mereka keluarkan untuk konsumsi sehari-hari”. Hoooo, cape deeeeh, padahal cuma untuk memenuhi permintaan pak Menteri Baik Hati sebagai bahan pertimbangan saja . Dari segi waktu, biaya, tenaga, dll gak efisien. Jangan-jangan biaya untuk meneliti sebagai pertimbangan malah lebih besar dibanding bukti riil kebijakannya berupa kenaikan gaji/upah. Dilihat dari segi waktu, jangan-jangan belum selesai waktu penelitian sebagai pertimbangan awal, jabatan menterinya uda bergulir. Tenaga juga, butuh tenaga tak sedikit untuk meneliti semua manusia di Indonesia, dan tenaga tentu tidak greetooong.

Maka dari itu aku hadir sebagai solusi. Dengan hanya meneliti beberapa manusia saja, kita bisa menduga rata-rata konsumsi harian manusia se-Indonesia. Yaaaa, tentunya dengan ilmu statistik. Dari segi pengambilan sampelnya, maksudnya siapa-siapa yang bakal jadi sampel, gak asal ngawur aja, ada tekniknya lhooo. Karena pengambilan sampel sangatlah berpengaruh terhadap hasil dugaan nanti. Bagaimana cara penarikan sampelnya, berapa jumlah sampelnya, bagaimana perhitungannya, berapa persen tingkat kepercayaannya, dll… Itu yang konon katanya rumit, tapi tentu tidak sukar bagi statistika😀

Naaah, inilah perkenalan awalku..Lain waktu aku akan bercerita tentang diriku yang lain.. Yang powerfull^^

2 thoughts on “[17] Inilah Aku, Statistik

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s