[10] Makna Kehidupan di Koridor Balok Empat__sudut pandang kehidupan


“Hidup mengajari kita untuk bersyukur dipagi hari, bekerja keras disiang hari, beristirahat dan mengambil hikmah dimalam hari. Allah tahu perjuangannmu selama ini, Dia tahu beratnya kegiatanmu dan Dia pun tahu betapa penat dan lelahnya dirimu dan Dia juga tahu berkurangnya jatah santaimu selama ini. Tetap tersenyumlah kawan, karena bukan hanya ridho yang Allah akan balas untukmu. Syurga-Nya telah menanti bagi orang-orang yang bersabar”________dear n from my special friend__
Kondefnya kali ini -> Lahir di dunia= kertas putih

Dan hidup layaknya menorehkan goresan di atas kertas putih. Jangan pernah  menulis dengan tinta putih pula, karena itu akan sia-sia belaka. Manfaatkanlah waktumu, karena ia tak kan mungkin terulang walau satu detikpun. Jadilah orang penting dengan melakukan hal-hal yang penting, karena orang yang tidak penting sedang melakukan hal-hal yang tidak penting. “Don’t waste of time”

Jikalau menulis dengan pensil adalah warna hidup kita, jangan kau lupakan eraser. Sejatinya menulis bersahabatlah dengan penghapus, karena ia akan berusaha membenarkan goresan-goresan kita yang salah. Karena kita memang tak selalu benar, kebenaran adalah milik-Nya. Bersahabat dengan rautan juga merupakan pilihan yang tepat, jangan takut kalau si rautan akan menyakiti kita pada awalnya. Awalnya sakit karena sayatan rautan itu, tapi hasilnya pensil kita akan lebih tajam. Yaaa, memang hidup ini penuh tantangan dengan cobaan yang tak jarang menyayat hati, tapi sejatinya agar kita bisa menjadi insan yang lebih baik.

Jangan pernah mengeluh ketika cobaan itu menghampiri kita, bukan pada orang lain. Allah itu Maha Tahu. Tahu bagaimana batas kemampuan hambanya, karena DIA tidak akan memberikan cobaan di luar batas kemampuan hambanya. Ibarat hutan yang penuh dengan aneka pepohan. Bayangkan ketika seseorang ingin menebang salah satu pohon untuk dijadikan kerangka dari atap rumahnya (*dalam hal ini penebangan legal ya ^^). Yang terpikir oleh kita apa?? Yaaa, pasti orang tersebut akan memilih pohon yang dianggapnya paling kuat dan mempunyai kualitas yang baik dan sesuai untuk dijadikan atap dibandingkan dengan pohon yang lain. Andaikan ketika posisi kita sebagai pohon tersebut, sakit rasanya dicabik-cabik dengan parang karena ingin ditebang, digergaji dengan kasarnya, dipisahkan dari populasinya. Mirip ketika kita mendapat cobaan, sedangkan teman-teman kita tidak mendapat cobaan. Tapi, mari kita cerna lebih larut, sungguh pohon itu dipilih untuk ditebang bukan karena dia buruk, tapi dia berkualitas untuk dijadikan atap, diharapkan dapat melindungi manusia dari hujan dan tentunya untuk kemaslahatan.

Sedikit bercerita tentang kisahku :

Secuil kisah dalam hari–hidupku. Senin sore di awal bulan Januari 2011. Serasa angin sedang berkawan, udara yang nyaman ditambah angin sepoi, mentari dengan tusukan sinar halusnya, sore yang indah. Sore itu aku melangkah tak gontai menelusuri jalan yang memang sudah tak asing bagiku—-yaaaa, jalan menuju kampus STIS tercinta-ku———Di sepanjang jalan anak-anak di sekitar perumahan Kebon Nanas Selatan riuh memainkan layang-layangnya. Karena angin sedang bersahabat. Suasana yang ku tatap sedikit membuka memori masa-masa kecilku, bermain layang-layang di pematang bersama kawan. Ketika sadar memandang diri, sekarang sudah 21 tahun lebih ^^ .Serasa waktu begitu cepat berlalu. Bedanya dulu aku bermain layang-layang di area pematang atau tanah lapang, tapi mereka di jalanan yang tak sedikit ada kendaraan berlalu lalang.

Aku dengan buku tebal MTV-ku untuk kuliah sesi 4, pukul 16.45 kuliah di mulai. Saat berjalan, tubuhku ditabrak oleh anak kecil yang sedang berjalan mundur karena dia sibuk menjadi pilot layang-layangnya. Karena terlalu focus pada layangannya, seolah lost control dengan jalanan. Ahhh, pikirku tak apa di tabrak tak terlalu sakit, karena beruntung tubuhku tak terpelanting ke aspal. Tetap ku lanjutkan berjalan, daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaan tanpa disengaja benang lembut pengait layang-layang itu menyapu lembut pipiku. ”Sreeeek”. Perih sakit dan menyayat rasanya. Tak ku pedulikan, aku tetap berjalan menuju kampus, ku tak ingin kalau anak itu tahu aku terluka. Bertambah menit rasa-rasanya bertambah sakit. Tak sempat untuk melihat kondisi lukaku sepanjang perjalanan karena ada konstrain waktu. Karena aku tak mau terlambat di sesi 4, terkait lift kampus yang sering antre…………….dst

Point penting yang dapat saya ambil hikmah dari accident yang saya alami: Berhati-hati dengan ucapan, tindakan, atau tingkah laku kita sekecil apapun itu.  Terkadang kita tak tahu kalau hal itu menyakitkan orang lain. “ Ibarat benang layang-layang yang lembut dan tipis bahkan seoalah tak terlihat, tapi akibatnya ia bisa menyebabkan luka yang perih, bahkan membekas lama”.

Terimakasih untuk adek kecil itu, karena perantara dirimu, membuat diriku berfikir tentang sesuatu yang kecil. ”Sedikit bukti kalau, cobaan kecil accident ku, bukan accident orang lain tak selamanya musibah. Karena dibalik semua, pasti Allah telah titipkan hikmah^^.

So, bagi tingkat 4 STIS khususnya yang mulai disibukkan dengan tugas, kuis, kompre, skripsi, dll tetap semangat ya. Jangan pernah bersedih ketika akan ada cobaan yang nangkring untuk sekedar menghampiri kita. Karena DIA Maha Tahu, kalau kita pasti mampu menghadapi cobaan itu, dan pasti ada hikmah diantaranya, tergantung kita melihat dari persepektifnya.

Kehidupan di area balok empat

11 thoughts on “[10] Makna Kehidupan di Koridor Balok Empat__sudut pandang kehidupan

    • simpel kok dek, waktu kita masukin tulisan tu, kan diatas teks ada kotak2(*kotak yang paling kiri yang kita pilih_ fasilitas buat tambah gambar), klik aja.. nanti ada pilihan buat browse foto dari komputer, bisa langsung beberapa foto. setelah 100%, nanti ada pilihan tampilkan, klik aja…naaah yang paling bawah ada pilihan sisipkan di tulisan atau sisipkan sebagai slide..klo yang bisa ganti2 itu sisipkan sebagai slide..semoga penjelasanku tak membingungkan ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s