Tag Archives: at taubah 104

[66] Catatan tadabbur, Kamis 22 Oktober 2011


Adilkah Allah ketika makanan utama kucing adalah ikan? Ikan hidup di air, sedangkan kucing takut air?

Adilkah Allah ketika nyamuk menjadi makanan utama cicak? Nyamuk kecil terbang kesana kemari, sedangkan cicak hanya merayap?

Adilkah itu? Seolah makhluk dipersulit untuk mendapatkan makanannya. Kenapa kucing tak punya sirip agar mereka bisa leluasa menangkap ikan? Kenapa cicak tak punya sayap dan mampukan ia terbang untuk memburu nyamuk? Kenapa ? Kenapa? Jawabannya semua kita kembalikan kepada Allah.

“Kepunyaan Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi. Sesungguhnya Allah Dia-lah yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS : Luqman : 26)

Sahabat, pernahkah kita berpikir tentang nasib rumput-rumput kecil yang hidup di pedalaman hutan? Di atas mereka, tumbuh banyak pohon-pohon besar. Padahal kita tau, rumput-rumput kecil itu juga perlu sinar matahari dalam proses fotosintesis. Bagaimana bisa sinar matahari masuk memberi cahaya rumput kecil, sedang pohon-pohon yang besar yang rimbun bertumpuk-tumpuk menghalangi mereka.

Karena Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji, Allah lengkapi hutan itu dengan monyet-monyet yang bergelantungan kesana kemari di dahan-dahan. Dari situlah celah itu ada, sehingga tusukan sang mentari bisa menembus rimbunnya pepohonan agar sinar mentari bisa sampai ke rumput. Subhanallah. Seiya sekata dengan nasib kucing dan cicak, Allah telah berikan jalan agar mereka mampu mempertahankan diri. Kucing tak punya sirip, tapi ikan pemberian manusia pun jadi. Cicak tak punya sayap, sehingga nyamuk pun tak habis lenyap, akibatnya perusahaan obat nyamuk pun muncul untuk memberi lapangan pekerjaan bagi manusia^^. Dan masih banyak rahasia Allah lainnya. Subhanallah. Karena Allah Maha Kuasa.

Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering) nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS: Luqman: 27)

Karena Allah Maha Adil, Dia memberi apa yang makhluknya perlu. Dia memberi apa yang makhluk butuh, bukan apa yang makhluk mau. Karena Allah Maha Tahu, Dia tahu yang terbaik untuk hamba-Nya.

Tadabbur surat Al-Baqarah ayat 37:

Tentang syurga dan neraka, tentang dosa dan pahala, tentang taubat dan maksiat, semua mengalir dengan keadilan Allah. Bagaimana dengan maksiatku kemarin? Bagaimana dengan dosa-dosaku terdahulu? Akankah terampuni dalam keadilan Allah? Masih bisakah aku menjadi manusia yang dekat dengan agama? Masa lalu ku gelap, akankah Allah sudi mengampuniku? Jawabnya: “Ya”, karena Allah At-Tawwab, Allah Yang Maha Penerima Taubat. Meskipun kita telah berulang-ulang melakukan maksiat, Allah tetap Maha Pengampun selama kita masih hidup di dunia.

Bagaimana dengan taubat seseorang yang melakukan maksiat, tetapi sebelumnya dia telah berniat untuk bertaubat. Contohnya, aku ingin mencuri, tapi ia berniat setelah menjadi pencuri ulung dan merasa kaya raya, ia akan taubat. Asyik bukan? Maksiat dulu, baru taubat?? Allah memang akan tetap mengampuni. Tetapi Sahabat, ingatlah bahwa Allah–lah yang memberi kehidupan pada kita. Tak ada yang tau kapan nyawa ini diambil oleh-Nya. Suatu ketika kehidupan di dunia ini akan berakhir dan masuk ke dunia akhirat yang kekal. Bahkan kita pun tak tau, satu menit dari sekarang, apakah kita masih hidup? Tidak ada yang menjamin. So, pantaskah kita menunda taubat?? Mari bergegas kembali pada Allah. “As soon as possible”

Ketika kita dimampukan untuk berdo’a, sesungguhnya Allah telah memberikan kita jawabannya. Sama halnya ketika kita dimampukan untuk bertaubat, berarti Allah telah berikan ampunan kepada kita. Karena untuk bisa sampai pada fase taubat, tentulah sebelumnya kita telah menyadari dan menyesali akan kesalahan yang telah kita lakukan. Ingatkah, kapan trakir kali kita bertaubat? Kapan trakir kali kita mohon ampun kepada Allah, atas kelalaian kita mengotori raga yang Allah berikan ini untuk maksiat? Ingatkah, kapan trakir kali kita menangis di hadapan-Nya? Padahal dalam setiap butir air mata penyesalan kita ada ampunan-Nya. Dia Maha Penerima Taubat.

Sahabat, mari kita bertamasya sejenak. Bayangkan diri Anda menjadi seorang istri. Suatu hari suami Anda melakukan kesalahan. Dengan mata kepala Anda sendiri, Anda melihat sms mesra suami Anda dengan wanita lain. Kemudian suami Anda minta maaf. Apakah Anda mau memaafkan??? Yaa, anggap saja ceritanya Anda mau memaafkan. Tetapi, belum genap 1 bulan, Anda melihat suami Anda melakukan kesalahan lagi, anggap saja telepon mesra dengan wanita lain, kemudian suami Anda minta maaf kembali kepada Anda. Pertanyaannya, apakah Anda mau memaafkan??? Jika itu berulang-ulang kali terjadi, apakah mudah bagi Anda untuk memaafkan???

Kita manusia memang lemah, sedangkan Allah Maha Perkasa. Allah Maha Berulang-ulang menerima kembali hamba-Nya yang sebelumnya telah berbuat maksiat. Karena Dia Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Ingatkah kisah Adam dan Hawa yang keluarkan dari syurga Allah?? ( ada pada QS-Al-Baqarah ayat 36). Ketika Adam dan Hawa menyesal karena telah melanggar larangan Allah, Allah mengajarkan kalimat taubat pada keduanya.

“Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.” ( QS: Al-Baqarah: 37)

Tafsir QS: A-Baqarah 37 dengan Al-Qur’an:

Keduanya berkata: “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (QS: Al-Araf: 23 )

Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang? (QS : At-Taubah: 104)

Mari segera bertaubat. Perbanyak istigfar, karena Rosul pun melakukan taubat 70 kali dan istigfar minimal 100 kali dalam sehari. Dengan banyak istigfar insyaAllah, hati menjadi lebih tenang. Ketika dalam kondisi terancam, istigfarlah, ketika kita dalam keadaan kesulitan dan disudutkan akibat kesalahan-kesalahan kita di dunia, istigfarlah. Jangan sampai kita termasuk dalam golongan orang yang merugi karena enggan untuk bertaubat seperti yang tersebut dalam surat Al-Araf ayat 23. Juga, bersedekahlah, karena sedekah dapat menghapus dosa, juga Allah akan menutup aib-aib kita, seperti tersebut dalam surat At-Taubah ayat 104. Karena Allah Ar-rahim, Allah Maha Penyayang pada umatnya yang beriman. Bergegas kembali kepada Allah, agar timbangan amal kebaikan kita berat  ketika di alam selanjutnya nanti, dan memasukkan kita dalam syurga-Nya. Semoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang dimasukkan dalam syurga Allah, ketika makhluk kematian itu telah disembelih. Karena dalam kehidupan di dunia ini ada makhluk bernama kematian dan makhluk kehidupan. Ketika di akhirat nanti, makhluk kematian itu disembelih, sehingga hanya ada makhluk kehidupan, artinya di akhiratlah kehidupan yang kekal abadi.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 54 pengikut lainnya.