Arsip Bulanan: Mei 2012

[91] Tadabbur Surah An-Nashr


Alam Raya adalah Al-Qur’an visual,

Al-Qur’an adalah alam dalam bentuk tulisan,

Rosululloh Muhammad SAW adalah Al-Qur’an berjalan,

Itulah rentetan kalimat dari Ust. BN yang selalu indah terpancang dalam ingatan ku. Alhamdulillah, sampai detik ini masih diizinkan-Nya untuk belajar, mentadabburi ayat-ayat Nya.

Bismillah, berikut adalah resume dari tadabbur di kelas Q-Gen Sabtu (5/5/2012), bersama ust. Umar Makka. Salah satu Ustadz favoritku, yang selalu menyulut api semangat untuk senantiasa dekat dengan Al-Qur’an.

Q-Gen (baca: Quranic Generation) adalah salah satu divisi Ar-Rahman yang terdiri dari para remaja yang memiliki ghirah terhadap Islam dan senantiasa mentadabburi al-Qur’an. Para anggota Q-Gen biasa disebut Q-Geners. Semoga bermanfaat.

Surah Kemenangan. Terdiri dari 3 ayat, tergolong surah Madaniyyah. Dan sering juga disebut sebagai surah At-Taudi’ yang berarti ‘selamat tinggal’.

Asbabun Nuzul:

Surah An-Nashr diturunkan saat peristiwa pembebasan kota Makkah (Fathu Makkah). Kenapa umat Islam di Makkah pada waktu itu disiksa? Karena jumlah mereka masih sedikit.

Ketika surah ini turun, terjadi respon yang sangat berbeda diantara para  sahabat Rosul. Ada yang merespon dengan sangat gembira, tapi ada pula yang sangat sedih.

Umar Ibnu Khatab gembira dan menyambut dengan sukacita atas turunnya surah ini. Umar menangkap bahwa turunnya surah ini sebagai tanda kemenangan yang dijanjikan Allah. Tentang berita genbira akan datangnya kemenangan yang telah dijanjikan Allah, karena setelah sebelumnya umat Islam dihina oleh kaum Quraisy. Umar sangat gembira dikarenakan Umar tahu betul bagaimana penderitaan kaum muslimin sebelumnya, dan Umar tentu sangat senang karena Allah menjanjikan kemenangan akan segera datang.

Beberapa kisah penderitaan umat muslim atas siksaan kafir Quraiys di zaman itu antara lain adalah kisah dari Ammar bin Yasir. Ammar bersama kedua orangtuanya yaitu Yasir ayahnya dan Sumaiyah ibunya disiksa dengan besi demi mempertahankan keimanannya. Mereka bertiga disiksa dengan besi panas yang sebelumnya telah dibakar sampai merah membara, kemudian besi itu dihunuskan ke dalam tubuh mereka. Pada saat itu Rosul tidak bisa berbuat apa-apa, karena belum datang pertolongan Allah (nasrullah). Kisah ini mencetak sejarah bahwa Sumaiyah adalah mujahidah pertama.

Kisah penyiksaan lain dari Bilal bin Rabah yang di siksa di atas padang pasir. Pada mulanya Bilal dipukul, kemudian dia diarak keliling Kota Makkah. Selepas itu Bilal dijemur di atas pasir ditengah panasnya matahari. Padahal suhu di Makkah tergolong panas, buktinya ada sampai sekarang, betapa panasnya kota Makkah itu. Saat itu Bilal disiksa, tidak diberikan makanan dan minuman. Ketika matahari berada tegak diatas kepala dan padang pasir panas membara, Bilal dipakaikan baju besi dan dijemur. Tubuh Bilal disebat dengan cemeti dan dadanya ditindih dengan batu besar. Namun, keimanan Bilal tidak pernah luntur, tapi malah makin bertambah.

Itulah beberapa kisah sahabat yang disiksa oleh kafir Qurays, maka wajar kalau Umar sangat gembira atas turunnya surah ini.Tetapi, ada satu sahabat yang justru malah menangis tersedu-sedu saat surah ini turun. Dialah Abu Bakar Ass-Sidiq. Abu Bakar menangkap pesan lain atas turunnya surah ini. Dibalik pesan gembira akan datangnya kemenangan, ada pesan tersembunyi yaitu agar Rosul banyak beristigfar dan bertasbih. Kenapa begitu? Karena umat manusia telah masuk islam secara berbondong-bondong, itu artinya tidak lama lagi, Rosul akan kembali kepada Allah SWT.

Tadabbur surah An-Nashr, yuk!

1. Idzaa jaa-anashrullaahi wal fath, artinya: Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan,

2. Wa ra-aitan naasa yadkhuluuna fii diinillaahi afwaajaa, artinya: dan Engkau melihat manusia masuk ke dalam agama Allah berbondong-bondong,

3. Fa sabbih bi hamdi rabbika was taghfirhu innahuu kaana tawwaabaa, artinya: maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohon ampunlah kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

Dalam surah tersebut ada tiga janji Allah, yang tersebut dalam ayatnya, yaitu:

  1. An-Nashr: ‘pertolongan’ Allah kepada kaum muslimin dari kafir Quraisy. Spesial dalam surah ini. Kenapa? Walaupun sebelumnya telah ada kemenangan contohnya pada saat perang Badr, perang Uhud, dll tapi saat ini tidak ada Al-Fath. Apa itu Al-Fath?
  2. Al-Fath artinya ‘kemenangan’, yang dimaksud di sini adalah ditaklukkannya kota Makkah. Kenapa kota Makkah menjadi penting di sini? Karena di situ adalah kiblat kita. Coba bayangkan kalau kota Makkah tidak kita bebaskan, betapa sulitnya dan ribetnya dan sulitnya kalau kita hendak menunaikan rukun islam yang kelima.
  3. Yadkhuluu, artinya ‘masuk’. Yang dimaksud di sini adalah masuknya umat manusia berbondong-bondong untuk masuk islam.

Ayat 1: Idzaa artinya apabila, dalam konteks ini yang dimaksud adalah untuk masa depan, atau lebih dikenal dengan “future”.

Jaa-a artinya telah datang, dalam konteks ini yang dimaksud adalah untuk masa lampau, atau lebih dikenal dengan “past

Nasrullah artinya pertolongan Allah

Bagaimana maksudnya ini? Kenapa ada future tense dan ada past tense dalam 1 kalimat. Lebih jelasnya begini, bagaimana penjelasannya ada kata “apabila” dan “telah datang” dalam 1 kalimat? “Apabila-telah datang”. Maksudnya di sini adalah bahwasanya pertolongan Allah itu akan selalu datang. Yaaa, akan selalu datang. So, jangan pernah takut karena pertolongan Allah akan datang, seperti pada kisah sebelum-sebelumnya. Saat perang Badr, perang Uhud, dll. Dan pertolongan Allah akan selalu datang sampai hari kiamat nanti.

Wal fath artinya kemenangan. Seperti penjelasan sebelumnya, specialnya disini adalah ketika Allah janjikan pertolongan, Allah juga janjikan kemenangan, yaitu takluknya kota Makkah.

Ayat 2: Wa ra-aitan naasa, artinya: kamu telah melihat, past tense

yadkhuluuna, artinya: masuk

fii diinillaahi afwaajaa, artinya: ke dalam agama Allah berbondong-bondong

Hingga akhirnya umat manusia berbonding-bonding masuk Islam. Sebenarnya, kapan sih pertolongan Allah itu tiba?

  1. Ketika umat Islam berada di puncak pengorbanan harta dan nyawa
  2. Ketika umat ini beriman dengan iman yang benar
  3. Ketika umat ini melaksanakan amal shaleh
  4. Ketika umat ini memurnikan tauhid dari keruhnya syirik

Yang menjadi pertanyaan di sini, apakah umat Islam sekarang sudah ada pada posisi 4 poin di atas? Kalau belum, mari kita berusaha untuk mewujudkan, agar kemenangan segera tiba, contohnya kemenangan akan Al-Quds, agar umat Islam di Suriah tak lagi di siksa, agar umat Islam

Ayat 3: Fa sabbih bi hamdi rabbika was taghfirhu innahuu kaana tawwaabaa

Fa sabbih, artinya: maka bertasbihlah

Bi hamdi rabbika, artinya: dan memuji Tuhanmu

was taghfirhu, artinya: mohon ampunlah kepada-Nya.

innahuu kaana tawwaabaa, artinya: Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.

Apa maksudnya disini? Kenapa kita diperintahkan untuk bertasbih, bertahmid, dan beristigfar? Tasbih saja ternyata tidak cukup, tapi kita juga harus bertahmid, yaitu memuji Allah baik ada atau pun tidak adanya nikmat dari-Nya. Di sinilah bedanya syukur vs tahmid. Syukur itu karena ada nikmat, tahmid ‘alhamdulillah’, baik ada atau tanpa nikmat. Kenapa kita juga harus beristigfar? Karena bisa jadi tasbih kita, syukur kita, tahmid kita tidak sesuai atau tidak sepadan dengan nikmat yang telah Allah berikan. Maka dari itu kita harus beristigfar.

So, apa poin penting yang bisa diambil?

  1. Jangan pernah putus asa dengan pertolongan Allah
  2. Jangan lalai dengan nikmat yang Allah berikan, karena bisa jadi nikmat yang Allah berikan adalah bentuk ujian dari Allah (*ini hikmah dari, kenapa Abu Bakar malah menangis tersedu-sedu ketika ada berita akan kemenangan)
  3. Yakinlah, bahwa kita yang sedikit ini mampu menang. Kenapa bisa? Tentulah karena ‘nasrullah’. So, mari berlaku dan berbuat agar nasrullah segera tiba. Hamasah^^.

[90] Bunga Kembaran


p8200034

pencurian hati

[89] Semua karena Allah :)…


Semua karena Allah :)

[88] Tentang ‘Muhajir Ummu Qais’, Tadabbur Hadist Pertama


Sabtu (14/04/2012), aku bersama komunitas remaja cinta Qur’an melanjutkan belajar [tadabbur] Hadist. Setelah mendapat materi pengertian hadits, pembagian hadits menurut periwayat, tingkatan hadits, dll pada pertemuan sebelumnya di bulan Maret, sekarang Q-Geners melanjutkan untuk belajar terkait hadits Ar-Ba’in.

 “Tidak sah, orang yang shalat tanpa niat. Juga tidak mendapat pahala apa-apa, orang yang berpuasa tanpa niat.”

Dengan tegas, kalimat-kalimat itu dipaparkan oleh Ust. Rusdyi kepada Q-Geners sabtu kemarin. Hal ini disampaikan berkaitan dengan materi hadits pertama pada Hadits Arba’in An-Nawawi, yang membahas tentang pahala pekerjaan ditentukan oleh niatnya.

Amirul Mukminin Abi Hafs Umar bin Khattab ra berkata, Aku mendengar Rosulullah SAW bersabda,

“Sesungguhnya amal perbuatan itu disertai niat dan setiap orang mendapat balasan amal sesuai dengan niatnya. Barang siapa yang berhijrah hanya karena Allah dan Rosul-Nya maka hijrahnya itu menuju Allah dan Rosul-Nya. Barangsiapa hijrahnya karena dunia yang ia harapkan atau karena wanita yang ingin ia nikahi, maka hijrahnya itu menuju yang ia inginkan”

Ust. Rusdyi kemudian bertanya pada para Q-Geners. Kenapa hadits tentang niat ada pada urutan yang pertama?? Seberapa besarkah pentingnya niat??

Abu Dawud berkata, “hadits ini (maksudnya hadits yang pertama ini) adalah setengah dari agama islam”.

Kenapa setengah? Karena agam islam bertumpu pada 2 hal, yaitu : lahiriyah (amal perbuatan) dan bathiniyah (niat). Banyak orang yang secara lahir bisa menghafal hadits, bahkan orang yang tidak berkepentingan punbisa menghafal Al-Qur’an, TETAPI bagaimana jika batin dan jiwanya tidak meyakini??? Disinilah letak betapa pentingnya niat itu.

Disebutkan juga oleh Iman Ahmad dan Imam Syafi’ie, ia berkata, “Hadits ini mencakup sepertiga ilmu”.

Kenapa sepertiga? Karena perbuatan manusia terkait dengan 3 hal, yaitu: hati, lisan, dan anggota badan. Sedangkan niat ini letaknya di hati, maka dari itu dikatakan sepertiga dari ilmu.

Sababul Wurud (latar belakang lahirnya hadits)

Ceritanya, ketika itu Rosul hendak berhijrah dari Makkah ke Madinah, kemudian ada seorang laki-laki yang akhirnya ikut berhijrah ke Madinah, tapi dengan niatan agar lamarannya diterima oleh Ummu Qais. Akhirnya lahirlah hadits ini.

Dari Ibnu Mas’ud ia berkata bahwa diantara kami ada seorang laki-laki yang melamar seorang wanita bernama Ummu Qais. Namun wanita itu menolak sehingga ia berhijrah ke Madinah. Maka laki-laki tersebut ikut berhijrah dan menikahinya.

Said Ibnu Mashur meriwayatkan dalam kitab sunahnya dengan sanad sebagaimana syarat bukhari dan muslim bahwa Ibnu Mas’ud berkata, siapa yang hijrah untuk mendapatkan kepentingan duniawi maka pahala yang didapat sebagaimana yang didapat oleh laki-laki yang hijrah untuk menikahi wanita bernama Ummu Qais hingga ia dijuluki “muhajir Ummu Qais”.

Semoga kita tidak termasuk ke dalam orang-orang yang dijuluki “muhajir Ummu Qais”. Menjalankan shalat, puasa, dan ibadah lainnya ikhlas karena Allah. Ikut mengaji karena Allah, bukan karena ingin bertemu dengan si fulan. Kalau ngaji hanya karena si fulan, kemudian ternyata si fulan memilih menikah dengan si fulana, ujungnya nggak ngaji lagi. Semoga kita menjadi hamba yang senantiasa lurus niatnya. Karena Allah. Semua karena Allah. Amin.

Rosulullah SAW bersabda,”hendaklah yang hadir dari kalian menyampaikan kepada yang tidak tahu”

—Q-Geners= para Qur’anic Generation—

[87] Yellow


Suara-suara pita

memecah hening, riuhkan damai

bersorak ‘hore’

semut berbusana jingga pun ikut menari-nari

hanyutkan sekotak kue ke antero negeri

ohh, ramainya..

lipatan kain putih berjaring rumput,

dua diameter lingkaran,

Lima lima tujuh delapan,

Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

 

Semut-semut kuning,

dua negeri satu pulau,

berdansa dengan nada-nada,

do-re-mi-fa-sol-la-si-do,

do-si-la-sol-fa-mi-re-do

(*sambil nyanyi senyum-senyum sekenanya)

[86] Cinta Segiberapa (part 1)


Langit kelam. Cuaca sedikit muram dengan gerimis kecil. Angin menari kencang, membuat beberapa dahan melayang jatuh ke tanah. Namun, aku tetap sibuk mengemas pakaian seolah tak peduli lagi dengan teror alam di luar rumah. Sesekali menyeka airmata di balik kacamata minusku. Menarik napas dalam-dalam dan terisak. Entahlah seperti sudah tak terdengar lagi, suara kasar mas Andi yang sejak tadi berusaha memecah keheningan kamar.

Genap seminggu usia pernikahanku dengan Mas Andi. Tekadku bulat, aku putuskan untuk pergi. Aku jengah bertengkar terus-terusan seperti ini. Bodoh. Kenapa aku dulu salah pilih. Seharusnya bukan mas Andi yang menikah denganku, tetapi ikhwan dari Padang itu. Mau kembali memutar cerita cinta dengannya lagi sudah rumit. Sudahlah. Nasi sudah terlanjur jadi bubur, apa mau dikata. Status sosialku sekarang bukan gadis lagi, walaupun sebenarnya aku masih perawan.

“Dasar, wanita nggak tau diri. Jilbab cuma jadi fantasi. Kelihatannya anggun, alim, shalehah. Tapi apa kenyatannya? Hobinya selingkuh. Wanita macam apa kau ni Ci?”

Kalimat-kalimat mas Andi menusuk sampai ke ulu hatiku. Mengiris tipis, menyayat, melukai perasaanku. Hatiku memberontak. Ingin menjerit. Aku tak seperti apa yang mas Andi tuduhkan. Perasaanku mirip gangsing, berputar-putar susah dideskripsikan. Sampai sekarang aku belum bisa menerima keadaan suamiku. ‘Seperti’ tak ada cinta. Beku. Aku memilih membisu, tak ku jawab bombardir kalimat dari Mas Andi. Percuma pikirku, pembelaan dan penjelasanku hanya dianggapnya omong kosong.

“Bisanya cuma nangis. Jawab Ci! Jawab! Sebenarnya siapa yang ada dalam otakmu itu?”

“Oranglain.” Jawabku lirih. Entah apa yang ada dalam pikiranku. Hampir saja tangan kanannya mendarat bebas di pipi kiriku. Bisa-bisanya aku melontarkan jawaban yang membuat mata mas Andi semakin membelalak. Jawaban pamungkas, berharap mas Andi diam setelah ini, aku capek selalu dicurigai, dituduh, difitnah, dibentak.

 “Aku pamit Mas, mau balik ke rumah Mamak di Karanganyar.”

Tanpa menunggu jawaban dari suamiku, aku menyalakan mesin motor menerobos derasnya hujan.

“MasyaAllah Suci, kenapa hujan-hujanan,” tanya Mamak padaku.

“Lupa bawa jas hujan Mak.”

Airmataku membaur dengan air hujan membuat Mamak tak tahu kalau aku telah mandi airmata. Hujan lebat sore ini berlanjut hingga malam. Membuat aku semalaman gelisah…(to be continue, insyaAllah)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.